KONI SUMBAR Bagalau Kembalikan Kepada Surat 595 KONI Pusat

Padang, Sumbartoday.net – Semakin semrawut nya permasalahan KONI Sumbar saat ini, menjadikan tim pengugat yang dikomandoi Togi P Tobing, melakukan aksi penolakan terhadap SK 147 dan PAW ke dua, yang diterbitkan oleh KONI Pusat, pada tanggal 28 Desember 2022.

Melihat terbitnya SK 147 dan PAW jilid dua tersebut membuat Togi Cs, meradang, dikarenakan dalam SK 147 mencatut beberapa nama yang tergabung dalam penggugat di antara nya, Togi P Tobing, Deno Indra, Firmansyah, Esneti, sedangkan Yohanes Wempi memang tidak ada dalam garis SK tersebut.

Dikatakan Togi P Tobing, legalitas Roni Pahlawan saja sedang kami gugat secara hukum di pengadilan negeri Padang, dengan mencatut nama nama diatas kami sangat tersinggung dan pencemaran nama baik kami sebagai penggugat.

Ditambahkan Kolonel( Purn) Deno Indra Firmansyah, jangan mengangkangi proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan negeri Padang, dan pedomani AD/ART KONI Pusat tahun 2020

Sementara itu Esneti, yang juga namanya dicatut masuk dalam SK kepengurusan KONI Roni Pahlawan, dengan geram menyatakan, saya sangat tersinggung, dan Roni harus meghormati proses hukum yang sedang berjalan, bukan dengan seenaknya saja mencatut nama saya.

Kemudian Yohanes Wempi, selaku pengugat juga menambahkan, saya secara pribadi sangat menyayangkan keluarnya SK 147 disaat proses hukum masih berjalan, ini sebagai bahan materi gugatan yang membuktikan bahwasanya Roni Pahlawan, tidak profesional dan tidak mengerti AD/ RT dan menghimbau kawan kawan yang masuk dalam SK 147 agar mengklarifikasi dan keluar dari SK tersebut. Secara hukum proses perubahan SK dalam Enam Bulan tidak lah boleh karena masih dalam proses hukum.

Pengugat mendukung kebijakan pemerintah Provinsi Sunatera Barat dan mendukung kembali kepada surat 595 tanggal 30 Jumi 2022, tentang kembali kepada kepengurusan SK 65,
bulan Mei 2021, yang hanya melaksanakan proses pemilihan Ketua saja pada Musurprov 16 Juni 2022.(***)

KONI Kota Padang Melangsungkan Rapat Icak-icak

Padang, Sumbartoday -Cabor Gerah Koni Padang Rapat Tanpa Konsep. Kamis (5/1) Rapat Koni Padang dengan judul Persiapan Porprov XVI tahun 2023 sepertinya tidak cocok dengan judul yang diberikan, rapat tersebut dipimpin ketua umum KONI Padang tersebut hanya menjadi bahan silaturahmi saja jadinya, dikarenakan rapat tidak mempunyai konsep yang jelas.

Rapat yang berlangsung di Sekretariat Persatuan Catur Seluruh Indonesia( Percasi) Kota Padang di Komplek Gor H. Agus Salim Padang, dan
dihadiri oleh Ketua Pengcab dan perwakilan cabor lainya hanya menjadi bahan kritikan pedas dari cabor.

Esneti, Spd, Sekretaris Persatuan Dayung Seluruh Indonesia( Porsi) Kota Padang, dengan berapi-rapi mengatakan, kalau seperti judul rapat sekarang yang dilaksakan Koni Padang seharusnya, sebelum kami diundang untuk rapat Porprov, Koni Padang terlebih dahulu harus punya program, bukan meminta program ke cabor dulu, ini kok terbalik, kemudian program Koni Padang itulah nantinya yang akan dibawa rapat disini, setelah itu baru cabor bisa menyesuaikan dengan program Koni, bukan sebaliknya, aneh memang Koni Padang sekarang.

Ditambahkan Esneti, saya rasa rapat ini adalah rapat icak-icak saja, dan tidak ada konsep, jadi jangan tanya cabor tentang program, rapat Koni Padang unsur pimpinan dulu lahirlah program Koni baru bawa cabor rapat dan paparkan program Koni setelah itu baru minta program ke cabor.

” Ini rapat icak-icak dan tidak jelas ujung pangkalnya, minta program ke cabor, sedangkan Koni saja tidak ada program, Koni apa namanya ini” ujar Esneti kepada Sumbartoday.

Akhirnya ditambahkan Esneti, sambil tertawa, ini bukan rapat tapi ajang silaturahmi, kalau rapat ada konsep tapi kalau silaturahmi memang seperti ini.

Kemudian ditambahkan Esneti lagi, kalau rapat Proprov, Koni harus punya program dan peraturan khusus untuk setiap cabor, yang akan dipertandingkan sementara itu, tingkat provinsi saja belum membicarakan hal ini, kenapa Koni Padang sudah krasak krusuk dan kenapa juga harus kalang kabut, sementara Koni Padang sendiri telah menolak untuk menjadi tuan rumah Porprov ke XVI tahun 2023, ada apa ini….??? (Aca)

Cabor Sambo dan Dayung Kecewa Terhadap Koni Padang

Padang, Sumbartoday – Kembali kekecewaan timbul dari beberapa cabang olahraga( Cabor) yang berangkat menuju Kelurahan Nasional( Kejurnas) kali ini cabang olahraga neladiri Sambo, yang berangkat menuju Kejurnas di Jakarta, juga tidak mendapat bantuan dari KONI Kota Padang, yang mana ke semua atlet yang diberangkatkan menuju Kejurnas tersebut adalah atlet Kota Padang.

Setali tiga uang dengan cabang olahraga Dayung, kali ini nasib yang sama juga menimpa cabor Sambo. Dikatakan Ketua Umum Sambo, Hendri Gusman Darma, kepada Sumbartoday. net, memang kami tidak mengajukan proposal. untuk berangkat menuju Kejurnas, dikarenakan saya tahu sekali, kalaupun saya ajukan proposal dipastikan saya tidak akan mendapat bantuan, dan itu sudah sering dialami, jadi saya apatis, harusnya Koni Padang, faham dan cepat tangap karena hasil Kejurnas ini nantinya akan menentukan pada atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi ( Porprov) namun semuanya tidak memahami mungkin merasa senang karena tidak meminta bantuan, sebagai seorang bapak harusnya Koni Padang merangkul semua cabang yang akan menuju Kejurnas.

” Saya apatis dengan Koni Padang, makanya tidak memberikan proposal, meskipun nanti saya ajukan proposal, pasti tidak akan dibantu juga, terang Hendri GD sapaan akrab Ketum Sambo Sumbar ini, ”

Lebih lanjut Hendri Gusman Darma juga menjelaskan, Koni Padang, Amburadul, tidak jelas apa programnya, sehinga cabang olahraga seakan tidak paham apa yang Koni Padang inginkan, kemudian juga dalam hal. memberikan bantuan kepada cabang olahraga, mereka bilang melakukan verifikasi, tapi apa bentuk verifikasi yang dilakukan dan apa model verifikasi tersebut, sehinga dalam memberikan bantuan seenak perut mereka saja, ini sangat aneh, dan perlu dipertanyakan, kerena anggaran ada tapi kenapa untuk cabang olahraga harus diperas, sehinga cabang olahraga menangis setelah melihat berapa yang dibantu Koni Padang, sengaja saya tidak sebutkan siapa tim Verifikasi, nantilah pasti akan tau semuanya.

Kekecewaan Hendri Gusman Darma selalu Ketua Umum Sambo, juga sama dengan cabor Dayung, yang mana mengajukan proposal dengan memberangkatkan sebanyak 45 orang atlet namun bantuan yang diberikan sangatlah tidak relevan, menuju Jawa Barat terpaksa harus berangkat mengunakan mobil panti asuhan, namun sampai detik ini Koni Padang, malah merasa menang, kerena tidak ada tanggapan dari cabor Dayung, sunguh aneh Koni Padang sekarang.

Sementara itu, cabor Sambo, yang memberangkatkan sejumlah atletnya menuju Kejurnas Perkumpulan Sambo Indonesia di Jakarta adalah, nomor Sport Sambo, Yusril Mahendra, Ridho Ichlas Ichsan Darma, Harizon Septia Pratama, Elfi Fernando, Alvin Sumantri, Muhammad Agus Saputera.

Dan nomor Comat Sambo, Yozy Kumala Putera, Weldri Soni.(***)

Podsi Sumbar Biaya Mandiri Menuju Kejurnas

Padang, Sumbartoday – Meski berangkat dengan kondisi yang tidak menerima suplai dana dari Komite Olahraga Nasional Indonesia( KONI) Sumbar, namun Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia( Porsi) Sumbar, tetap berangkat menuju Kejuaraan Nasional( Kejurnas) Dayung yang dilaksanakan di Jawa Barat( Waduk Cipule) dengan dana mandiri. Minggu 4/12 yang dilepas secara resmi oleh Ketua Umum Podai Sumbar Ismunadi dan didampingi Prof Heri Barlian selaku pengurus Podsi Sumbar.

Dalam pelepasan tersebut, selaku Ketua Umum Podsi Sumbar, Ismunandi berpesan, tetaplah semangat dalam melakini iven Kejurnas yang akan ananda lakoni, jangan fikirkan yang lainya, meski kita berangkat dengan dana mandiri, namun jangan jadikan itu sebagai pematah semangat ananda semua,, selalu jaga nama baik Podsi Sumbat, jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan yakinlah Allah bersama orang-orang yang sabar.

Ditambahkan Ismunandi, nantinya di Jawa Barat, kalau ananda semua atau para atlet semua bisa meraih predikat yang terbaik, maka secara pribadi nanti saya selaku Ketua Umum Podsi Sumbar, akan mencarikan jalan untuk ananda semua mendapatkan bonus, semoga nanti di Kejurnas bisa meraih yang terbaik, selamat bertanding dan selamat pergi serta pulang.

” Meskipun kita berangkat dengan dana mandiri, jangan fikirkan itu, raihlah yang terbaik di Kejurnas nanti, untuk bonus kalau memang menjadi the best, saya secara pribadi akan carikan jalan buat ananda semua, ” terang Ismunandi.

Sementara itu, Heri Barlian, juga memberikan suport kepada semua atlet, bertandanglah dengan penuh semangat, in shaa allah kami akan mendampingi ananda semua di Kejurnas nanti, tetap semangat abaikan yang tidak mendukung kita.

Pada gelaran Kejurnas di Jawa Barat( Cipule) tim Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia ( Podsi) Sumbar, memberangkatkan sebanyak 45 orang atlet dayung putra dan putri, dan nantinya akan mengikuti berbagai macam nomor pertandingan di antaranya, nomor Perahu Naga, Canowing, dan Rowing, para atlet yng dilepas oleh Ketua Umum Podsi Sumbar, Minggu 4/12 di pelataran parkir Gor H. Agus Salim Padang, berangkat dengan menempuh jalur darat dengan mengunakan mobil dari SMK Dhuafa dan mobil Panti Asuhan.

Selaku pentolan Podsi Sumbar, Esneti, dalam kesempatan berbincang dengan Sumbartoday, mengatakan, kita tidak ada bantuan dari pihak manapun, termasuk KONI Sumbar, dan kita berangkatkan atlet dengan dana mandiri, tapi ingat jangan pernah nanti ada yang bilang kalau Podsi Sumbar berangkat menuju Kejurnas kami juga ikut membantu, maka akan saya tuntut nantinya mereka yang berani bilang seperti itu, bagi kami Olahraga adalah harga mati, bukan untuk mencari muka dan pamor nama. (Aca)

Diduga sengaja dirusak, Korban Laporkan Montir ke Polres Payakumbuh

Payakumbuh, Sumbartoday.net- Korban (JH) Hampir mengalami Kecelakaan motor saat Touring Klub Motor Kawasaki di Sitinjau Lauik pada 24 Juli 2022 lalu sehingga Laporkan Montir Bengkel Adam Motor ke Polres Kota Payakumbuh pada 25 Oktober 2022 setelah mencari tahu penyebab motornya bisa rusak saat perjalanan Touring.

Seperti yang diungkapkan JH kepada Media, dimana sebelum melakukan Touring tersebut, Ia melakukan Service (Perbaikan Ringan) terlebih dahulu di Bengkel Adam Motor yang terletak di Kelurahan Padang Data Tanah Mati Kota Payakumbuh pada tanggal 20 hingga 23 Juli 2022, diduga kuat Mesin Motornya dirusak secara sengaja yang mengakibatkan Perjalanannya terganggu dan hampir mengalami Kecelakaan di Sitinjau Lauik saat melakukan Touring Payakumbuh-Padang.

“Sesampainya di daerah sitinjau lauik motor saya mengalami kerusakan dan hampir mencelakai saya, lalu kita mencoba mengecek kondisi motor ternyata ditemukan kerusakan yang disengaja pada beberapa onderdilnya” ungkapnya, Minggu (06/11/2022).

“Lalu saya mencoba mengkonfirmasi ke pihak Adam motor melalu pesan WhatsApp dan juga mendatangi langsung untuk menanyakan kepada montir yang saat itu menangani motor ini, setelah didesak, montir berinisial AP dan menanyakan siapa pelaku perusakan motor saya dan montir mengakui kalau pelakunya adalah dia sendiri dan juga menyebutkan siapa saja yang terlibat dalam perusakan motor tersebut salah satunya berinisial IN” lanjutnya.

“Tapi yang sangat kita sayangkan, pihak Adam motor mengetahui perbuatan montir nya tapi dibiarkan begitu saja padahal saya memperbaiki motor disana dengan membayar sama seperti pelanggang lainnya”

“Kita sudah melaporkan kejadian ini kepihak kepolisian dan sudah dalam proses penyelidikan, kita berharap kepada pihak kepolisian agar secepatnya memproses hukum para pelaku dan memberikan efek jera agar Kejadian ini tidak terulang lagi. (Wahyu)

Gonjang Ganjing Olah Raga di Sumatera Barat

Padang. Sumbartoday – Dengar bergulirnya permasalahan Komite Olahraga Nasional Indonesia( KONI) Sumbar, dan Semakin tampak jelas terjungkallah prestasi Olahraga di Bumi Tanah Minang ini, seandainya orang nomor satu di Bumi Mandeh Kanduang ini, mau berkata dan berbuat yang terbaik untuk Negeri yang bergelar Bingkuang ini, maka dipastikan tidak akan terjadi kisruh yang tidak tampak jalan keluarnya.

Mengingat semakin dekatnya berbagai iven Nasional yang akan segera di tabuh, seperti Pekan Olahraga Wilayah, (Porwil) Kejuaraan Masional (Kejurnas) serta iven paling bergengsi diseantero nusantara Pekan Olahraga Nasional( PON) yang durasinya dimulai dari tahun 2023 dan puncaknya tahun 2024. Kondisi kacaunya Koni Sumbar sekarang, maka secara kasat mata telah dipastikan prestasi Olahraga Negeri Bundo Kanduang Sumatera Barat da Duta-duta Olahraga Tanah Minang dipastikan hancur dan pembinaan pun tidak akan berjalan seperti yang diharapkan.

Olahraga adalah sebuah kegiatan yang berkelanjutan mulai dari pembinaan yang bersifat daerah, dan kemudian berlanjut ke tingkat provinsi dan top nya adalah menuju Nasional, dengan adanya permasalahan di tubuh Koni Sumbar, maka dipastikan pembinaan yang berkelanjutan seperti yang diinginkan oleh para atlet tidak akan ada dan akan menjadi mimpi yang tidak pernah menjadi nyata.

Sedangkan dalam Undang-Undang Keolahragaan, pembinaan sifatnya wajib dan telah menjadi agenda yang telah diangarkan baik itu di Anggaran Pendapatan Belanja Negara( APBN) maupun di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah( APBD) nah dimakah hati para petingi di negeri Minang Kabau ini, yang tega melihat para patriot Olahraga yang nota bene adalah ppengharum negeri ini, tidak berdaya dan tidak bisa berkarya ataupun berprestasi karena ruang gerak mereka telah teekunci dengan kisruh yang tidak akan pernah ada ujung pangkal nya untuk dapat diselesaikan.

Melalui pemberitaan ini saya Rahmat Wartira dan Deno Indra Firmasnsyah selaku pemerhati Olahraga di Sumatera Barat, menghimbau wakil- wakil rakyat yang ada di DPRD Sumbar, untuk mempertanyakan kondisi ini, ( dalam fungsi kontoling) kepada pemerintah Provinsi Sumatera Barat,

Yang bertanggung jawab terhadap perkembangan dan pembinaan prestasi Olahraga di Sumbar dan yang terutama sekali bapak DPRD yang berada di Komisi V

Dinkes Payakumbuh Doa Bersama Untuk dr. Bakhrizal

Payakumbuh.SUMBARTODAY

Seluruh Staf dan Pegawai di Dinas Kesehatan Payakumbuh, Sumatera Barat menyelenggarakan hajat dengan berdoa bersama.

Hal itu dilakukan untuk menjauhkan permasalahan dari lingkup Dinas kesehatan, Jum’at (29/7/22) pagi mulai Pukul 09.00 WIB.

Doa bersama itu dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan setempat, yang sebelumnya direncanakan akan diselenggarakan di halaman Perkantoran.

Akan tetapi, pagi hari itu Kota Payakumbuh diguyur hujan, sehingga kegiatan itu dialihkan dari ruangan terbuka perkantoran.

Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah selesai olahraga rutin.

Dinas Kesehatan sengaja mendatangkan ustadz Mustafa diikuti oleh seluruh staf dan pegawai Dinas tersebut.

Katika dicoba wawancarai para pengikut sholat hajat tersebut, mereka enggan memberikan penjelasan.

Akan tetapi, dari hasil penelusuran, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendoakan dr. Bakhrizal Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh non aktif agar terbebas dari semua jeratan hukum yang dihadapi.

Tidak hanya itu, walaupun tidak diungkapkan langsung, didapat informasi bahwa doa dan shalat hajat dilaksanakan dalam.rangka mendoakan dr. Bakhrizal bisa mendapat vonis bebas murni.

“Kita melakukan kegiatan ini atas inisiatif dan keiklhasan masing-masing, tujuannya dengan niat yang tulus meminta keridhaan agar dinas kesehatan dijauhkan dari segala persoalan,” ujarnya.

Dikatakannya, dinas kesehatan melakukan Shalat hajat secara berjamaah di mulai dari shalat sunah taubat dua rakaat dan niat untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada khususnya terjadi di Dinas Kesehatan Payakumbuh.

“Pada intinya kita meminta kepada Allah agar dijauhkan dari berbagai permasalahan yang telah terjadi dilingkungan Dinas Kesehatan ini,” ungkapnya.

Perihal doa hajat bersama di ruang lingkup Dinas Kesehatan Payakumbuh ini juga ditanggapi oleh berbagai pihak dan timbul asumsi bahwa mereka menilai doa bersama ini bukanlah kebetulan.

Akan tetapi dilakukan memang yang dikait-kaitkan untuk mendoakan Kepala Dinas Kesehatan Non Aktif dr. Bakhrizal yang saat ini menunggu keputusan vonis dari Pengadilan Tipidkor Klas IA Padang pada Senin depan 1 Agustus 2022 dalam perkara dugaan Korupsi.

Hasil pantauan dari media ini lebih kurang ratusan keluarga besar Dinas Kesehatan Payakumbuh berantusias untuk mengikuti doa bersama tersebut dan terlihat deretan kendaraan banyak yang terparkir di halaman kantor setempat.

Bersama DJKI, Kanwil Kemenkumham Sumbar Gelar Mobil IP Clinic

Padang, Sumbartoday-Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Barat bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Inteletual (DJKI) Kemenkumham Republik Indonesia gelar pembukaan kegiatan Mobile IP Clinic (MIC) / Klinik KI Bergerak di Ranah Minang pada Selasa (13/09) di Hotel ZHM Padang.

MIC merupakan upaya jemput bola dalam menyebarluaskan KI di 33 Provinsi yang ada di Indonesia dan salah satu dari 16 program unggulan DJKI yang telah dicanangkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly di tahun 2022.

DJKI melalui Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM bidang Sosial, Min Usihen mengungkapkan melalui kegiatan ini pihaknya berharap dapat mendorong potensi KI baik personal maupun komunal yang ada di wilayah khususnya di Sumatera Barat.

“Ranah Minang memiliki banyak potensi KI komunal yang harus digali dan dijaga, untuk itu dengan adanya perlindungan KI dapat mendorong pelaku usaha, pegiat seni, dan pegiat KI lainnya untuk tumbuh dan siap bersaing lokal, nasional maupun internasional,” jelas Min lebih lanjut.

Hal ini ditanggapi positif oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Devi Kurnia selaku Asisten I Sekretaris Daerah. “Pemerintah Provinsi Sumatra Barat akan terus mendukung dan mendorong kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan KI nya agar dapat memproteksi dan mengimplementasikan pemanfaatan KI oleh semua pihak agar lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat meningkatkan daya saing daerah di Sumatra Barat,” ucapnya.

Sebagaimana yang diketahui bahwa wilayah Sumbar merupakan wilayah dengan permohonan KI tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumbar R. Andika Dwi Prasetya. “Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir tercatat 10.341 permohonan KI di wilayah Sumbar dan dinobatkan sebagai provinsi dengan permohonan KI tertinggi kedua di Pulau Sumatera,” terang Kakanwil R. Andika.

Pada kesempatan ini, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang yang juga memiliki tujuan sama dengan MIC yakni mendorong tumbuhnya pegiat usaha melalui kegiatan pembinaan kemandirian produktif turut menampilkan berbagai produk hasil karya warga binaan diantaranya Arcadas Bakery, anyaman lidi, sandal hotel hingga mebel.

Kepala Lapas Padang Era Wiharto menyatakan melalui kegiatan kemandirian produktif ini, warga binaan dibekali dengan berbagai keterampilan hingga menghasilkan produk-produk yang memilki nilai jual. “Disini kita mendorong warga binaan yang mungkin sebelum mereka masuk ke lapas merupakan jobless hingga mereka terlibat tindak pidana, disini kita berharap dengan bekal yang mereka punya dapat menjadikan mereka sebagai pegiata usaha nantinya saat mereka kembali ke masyarakat,” jelas Kalapas.

Dalam kegiatan pembukaan MIC juga dilakukan penyerahan sertifikat KI, penyerahan piagam Peduli KI dan penandatangan perjanjian dengan beberapa stakeholder di wilayah Sumatera Barat. MIC akan digelar selama tiga hari pada tanggal 13 s.d 15 September 2022 di Hotel HZM Padang dan Universitas Andalas. (Rel/Ism)

Diiming-imingi Air Dari PDAM Solok Akan Lancar

Arosuka.SUMBARTODAY -Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) yang memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan di bidang air minum.

Namun Sengkarut PDAM dengan Masyarakat tigo Nagari di Guguk, Nagari Koto Gaek, Nagari Koto Gadang dan Nagari Jawi-jawi Kec.Gunung Talang Kab.Solok masalah pengaliran air ke rumah-rumah Nagari tidak kunjung lancar alias sering mati dari pada hidup.

Tetapi, bagi Masyarakat Guguk, sumber Mata Air yang berlimpah tidak membuat masyarakatnya sejahtera.

Alih -alih janji yang didengungkan pihak PDAM, yang akan memberikan pengaliran air merata setiap rumah penduduk tak kunjung terealisasi, bagi masyarakat tigo nagari masih juga berharap dengan aliran air tersebut.

Masyarakat Guguak tigo Nagari masih percaya untuk pemulihan sistim yang akan diberlakukan oleh pihak PDAM,wejangan harapan dari pihak PDAM yang memberikan janji manis melalui Pemerintahan Nagari,melalui Surat edaran yang baru di posting di sosial media beserta lengkap nomor hp sang pejanji manis.

Tetapi apa hendak dikata, saat air hidup yang dijanjikan di tunggu masyarakat tak kunjung keluar dari Pipanya, namun nomor hanphone yang tertera disurat pengumaman tersebut mendadak tak bisa dihubungi,apakah semudah itu masyarakat di bohongi.

Padahal sumbangan PAD bagi Pemda Kabupaten Solok, PDAM termasuk paling besar, namun karena tidak becusan kepengurusan sang
Direktur, maka kegaduhan di tengah masyarakat Nagari Guguk tak kujung selesai pengelolaan sumber mata air kacau balau. sehingga masyarakat di tigo Nagari merasa di zholimi.

Ke iklasan Masyarakat Guguk patut di acungi jempol jika perlu angkat topi namun bukan serta merta kepercayaan masyarakat di kebiri untuk terealisasinya bisnis PDAM keluar dari Nagari Guguk.

Saat media mengkonfirmasi ke salah satu tokoh Masyarakat Jawi-jawi “Ujang”beliau mengatakan “Lah lame awak jo PDAM go,nyo adu samo janji se masyarakat go. nan aie idak juo iduk do.(Sudah jenuh rasanya berurusan dengan PDAM tapi masyarakat masih di beri janji namun airpun tak kunjung hidup’Ucap ujang ketus.

Namun sedari berita ini diturunkan kami dari pihak media masih berusaha mengkonfirmasi kepihak PDAM Kab.Solok akan permasalahan yang tak ada usainya.(Oj)

Rasa Haru Campur Bahagia saat dr.Bahkrizal Vonis Bebas Putusan Majelis Hakim Sidang Tipidkor Padang

PADANG || SUMBAR TODAY

Setelah sekian lama menjalani Persidangan di Pengadilan Tindak pidana Korupsi Klas IA Padang, Akhirnya menjelis Hakim memutuskan untuk memvonis bebas Terdakwa dr.Bakhrizal, MKM dalam Dakwaan dugaan APD fiktif Covid-19 tahun 2020 di Dinas Kesehatan Payakumbuh.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Terdakwa dr.Bahkrizal satu tahun penjara tentang perkara dugaan Korupsi pembelian alat pelindung diri (APD) fiktif Covid19.

Akan tetapi sesuai Pertimbang Majelis Hakim, maka tuntutan JPU Kejari Payakumbuh tersebut tidak dapat dibuktikan sehingga majelis Hakim berkeyakinan dr.Bakhlrizal tidak bersalah, sehingga dituntut bebas pada Senin 1 Agustus 2022 sekitar jam 21:20 WIB.

Majelis Hakim menimbang bahwasanya dr.Bakhrizal tidak terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi sesuai dengan yang di Dakwakan Jaksa Penuntut Umum.

” Sdra. dr. Bakhrizal dinyatakan tidak ada terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana korupsi. Dengan itu dibebaskan dari dakwaan penuntut umum baik Primer maupun subsider. Dan dinyatakan dr. Bakhrizal bebas dari semua tuntutan,” jelas Majelis Hakim dalam pembacaan Vonis Bebas tersebut.

Atas Kuputusan Majelis Hakim tersebut membuat suasana dalam persidangan menjadi haru dengan diiringi Isak tangis bahagia para pengikut persidangan.

” Alhamdulillah keadilan itu nyata, kami melihat wakil Tuhan di atas dunia ini ada pada Majelis Hakim dengan memberikan Vonis Bebas terhadap dr.Bakhrizal yang selama ini kami rasa telah di zolimi oleh orang-orang yang berkepentingan,” ujar mereka.

Lain hal disampaikan, dari hasil pantauan Tim LSM-BPKP Sumatera Barat terlihat pengunjung sidang saat berada diruang sidang merasa was-was dan cemas kalau hakim tetap menpedomani tuntutan JPU.

Namun karena memang dr. Bahkrizal tidak bersalah, Akhirnya Majelis memutus perkara dugaan korupsi APD fiktif Covid19 Dinas Kesehatan Payakumbuh yang di tuduhkan kepada dr. Bahkrizal dengan keputusan yang seadil-adilnya yaitu vonis bebas.

LSM-BPKP Sumbar beharap pada penegak hukum di NKRI ini khusus di Ranah minang ini, tidak ada lagi kasus yang diduga sengaja dipaksakan oleh oknum-oknum yang menggunakan kekuasaan yang berujung di Pengadilan.

” Minang Kabau mempunyai Filosofi Adat bersandi syara’, syara’ basandi kitabullah yang masih di pahami oleh masyarakatnya.
Sehingga hal-hal yang bersifat akan mencelakai sesama masyarakatnya masih bisa membedakan hak dan yang bathil. ” ungkap Dirwaster LSM-BPKP Provinsi Sumatera Barat Rahmatsyah didampingi Wadir Zamzami Edward pasca putusan bebas.

Menurutnya, dengan putusan vonis bebas  yang diberikan kepada Terdakwa dr. Bahkrizal dapat menjadikan pembelajaran bagi JPU Kejaksaan Negeri Payakumbuah.

” Jadikan ini suatu pelajaran untuk lebih konsisten dalam menjalankan tugas sebagai penuntut yang berlogo timbangan (Neraca) agar dapat mengamanahi tugas sesuai dengan perundang-udangan yang berlaku di NKRI ini,” tegasnya mengakhiri. ***

Editor : Robbi Engles Yunisco, BNP

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Refresh