Diduga Akibat Data Palsu, Diperkirakan Bank Nagari Rugi Rp. 35 Milyar

oleh -687 views

Edisi 1 (satu)

PADANG,SUMBARTODAY-Selama ini Bank Nagari sering disebut berguna untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Sumatera Barat. Seperti visi-nya, Menjadi Bank Pembangunan Daerah Terkemuka dan Terpercaya di Indonesia, seakan stagnan. Sesuai dengan misi-nya, memberikan kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dan turut membangun kegiatan ekonomi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tentunya hal ini sangat diharapkan sekali untuk tidak bertolak belakang dengan realita dan pelaksanaanya.

Front Komunitas Indonesia Satu Prov. Sumatera Barat (FKI-1 Sumbar) mengemukakan analisanya terkait kasus perdata yang terjadi pada Bank Nagari belakangan ini. Sebagai asset kebanggan masyarakat Sumatera Barat, perusahaan keuangan ini kembali tidak konsekwen. Sebelumnya, saat diperdatakan PT. ALSINTAN MAKMUR JAYA , bank pembangunan daerah Sumbar telah disanksi wajib bayar Rp. 12 milyar. Sementara, pokok hutang penggugat Rp. 9 milyar ditambah estimasi bunga kredit 12% dan provisi 1,5% per tahun berjumlah sekitar Rp. 14 milyar. Sehingga, kerugian yang didera asset Sumatera Barat ini berkisar Rp 35 milyar. Diduga ada skenario sengaja mengalahkan bank yang disanjungi selama ini membangun nagari saat di persidangannya, ungkap Sekretaris FKI–1 Sumbar, Indrawan dikantornya, petang lalu.

Jika Bank Nagari sempurna dalam menanggung kekalahan, maka Sumatera Barat mengalami rugi besar dalam persoalan tersebut.

Jika berlarut, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumbar berkesempatan jauh dalam mencari keuntungan bagi ranah minang. Soalnya, kata Indrawan, rasa tanggung jawab dari oknum Pimpinan BUMD ini sangat perlu menjauhkan Sumbar dari kerugian telak. Pasalnya, dengan kondisi demikian maka akan mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita, lanjut Indra.

Selanjutnya, jika Bank Nagari terus mengalami persoalan hukum yang berlarut-larut kedepan, maka Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumbar menjadi taruhanya. Karena sejauh ini, permintaan tambahan modal kepada pemegang saham (pemerintah daerah) masih berlangsung setiap tahun, dengan alasan pengembangan bisnis, terangnya.

Lalu, di dalam hal ini dicurigai ada yang mengatur skenario kekalahan tersebut. Lucunya, oknum itu malah naik jabatan. Diduga, oknum Bank Nagari cabang Painan telah merugikan negara. “Anehnya, para penghianat yang membuat kalah bank daerah kita malah naik jabatan”, ujar Indrawan kesal.

Sepintas dikatakan Indrawan(sekertaris FKI-1 Sumbar), ” dari hasil keputusan pengadilan terkait kasus perdata tersebut dinilai janggal. Karena, terdapat sejumlah data yang diduga kuat palsu, hal ini akan kami ulas lebih lanjut pada Episode 2 (dua), pungkasnya. (Chairur rahman)