Efrizal (can) Kabid Pengawas OJK “Saya Sudah Sering Ingatkan Direksi Bank Nagari”

oleh -545 views

PADANG,SUMBARTODAY–Angin tidak sedap kembali terhembus dari Bank Nagari. Bank kebanggaan Sumatera Barat ini mendapat sanksi wajib membayar sebanyak Rp. 12 Miliar, atas kekalahannya pada kasus perdata melawan PT. Alsintan Makmur Jaya.

Sementara itu, menurut Indrawan, Sekretaris Front Komunitas Indonesia (FKI-1) Sumatera Barat, mensinyalir hal tersebut bukan semata hanya kekalahan Bank Nagari belaka, tetapi Sumatera Barat dan masyarakatnya. Seharusnya pokok hutang si penggugat yang menang (PT. Alsintan Makmur Jaya.Red) adalah sebanyak Rp. 9 Miliar, ditambah estimasi bunga kredit 12%, provisi 1,5% pertahun, dengan jumlah mencapai Rp. 14 Miiar. Namun secara keseluruhan  kerugian yang didera diperkirakan mencapai Rp. 35 Miliar.

“Sepertinya kondisi ini diduga sudah diskenario sedemikian rupa dan sengaja mengalahkan Bank Nagari, tanpa disadari Sumatera Barat telah dirugikan, hingga Rp. 35 Miliar,” ungkap Indrawan, Sekretaris DPP FKI-1 Sumatera Barat, beberapa waktu yang lalu, dikantornya.

“Hal Ini akan mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Barat. Bank Nagari seharusnya menjahukan Sumatera Barat dari kerugian, tapi dengan kejadian ini malah sebaliknya,” imbuh Indrawan.

“Apabila Bank Nagari tidak mampu mempertahankan keadaan seperti itu, maka akan mempengaruhi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat. Sejauh ini menurut pantauan kami, Bank Nagari selalu meminta tambahan modal dari para pemegang saham yang sebenarnya adalah Pemerintah Daerah se Sumatera Barat itu,” pungkas Indrawan.

“Sudah jelas demikian, tetapi para oknum yang kita curigai merugikan Sumatera Barat selama ini, malah menikmati jabatan empuk pada Bank daerah kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini. Apalagi hasil putusan Pengadilan terkait kasus perdata Alsintan, dinilai janggal. Karena terdapat sejumlah data yang diduga kuat palsu,” ulasnya lagi.

Dilain pihak, saat dikonfirmasi oleh sumbartoday, Efrizal, selaku Kepala Bidang Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumatera Barat, menyikapi terkait Kasus Perdata PT. Alsintan Makmur Jaya, menyebutkan, “Sebenarnya, setiap bertemu dan rapat resmi dengan para Direksi Bank Nagari, saya sudah minta Bank Nagari untuk menyelesaikan masalah toko yang kini menjadi capem Bank Nagari Bandar Buat, itu masalah pokoknya di Bank Nagari itu. Kalau terkait pemberitaan, harusnya dikurangi berita negatif tentang Bank Nagari, termasuk Alsintan ini. Kalau berita bernada miring ini tidak bisa diminimalisir, akan berdampak terhadap reputasi dan integritas Bank Nagari sebagai penyedia jasa keuangan,” papar Chan, panggilan akrab Efrizal, Senin (13/3).

“Jadi menyikapi Alsintan, bukan itu saja perseolaan Bank Nagari. Saya minta Bank Nagari harus selesaikan Bandar Buat, itu masalah intinya,” tegas Chan, lagi. (Chairur Rahman)