Tagih Janji KPK soal Gratifikasi Rp 100 Juta Tewasnya Siyono

oleh -478 views

JAKARTA, SUMBARTODAY.net,- Ketua Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Dahnil Anzar Simanjuntak‎,  menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan diterima oleh Wakil Ketua KPKBasaria Panjaitan. Jumat (24/3/2017).

Dahnil mengaku ‎ada tiga point yang disampaikan pihaknya ke Basaria. Ditemui usai pertemuannya.Pertama soal kasus gratifikasi yang melibatkan Densus 88, mendukung KPK menuntaskan korupsi e-KTP dan menolak Revisi UU KPK.”Pertama kami menagih hutang, tanda kutip ya, hutang KPK terkait dengan pengusutan dugaan gratifikasi ‎ yang melibatkan Densus 88.

Terkait dengan kasus Siyono. Uang Rp 100 juta itu diberikan kepada Suratmi (istri Siyono) kemudian Suratmi diminta untuk tidak melakukan upaya hukum berikutnya. Uang tersebut sudah kami berikan beberapa bulan lalu, kami menagih dugaan gratifikasi itu,” kata Dahnil.

Untuk diketahui soal kasus Siyono‎, terduga teroris yang tewas saat dibawa pengembangan oleh Densus 88. Saat pengembangan, di dalam mobil Siyono tidak diborgol dan terjadi perkelahian antara anggota Densus 88 dengan Siyono yang berupaya melarikan diri.

Atas kasus ini, beberapa anggota Polri ada yang diproses sidang etik dan dinyatakan bersalah karena lalai tidak memborgol Siyono.Keputusannya mereka dimutasi dari anggota Densus 88.

Selanjutnya sebagai ucapan bela sungkawa, Kepala Densus 88 saat itu, Brigjen Eddy Hartono memberikan uang pribadinya Rp 100 juta untuk keluarga Siyono yang diterima oleh sang istri.Uang tersebutlah yang disebut Dahnil sebagai gratifikasi. Karena ia menduga ‎uang itu bukan pribadi milik Kadensus melainkan sejumlah pihak.

Menjawab hal tersebut, Basaria mengaku sudah melakukan langkah-langkah diantaranya dengan mengirim surat ke PPATK, namun hingga kini belum ada jawaban. “Masalah untuk Siyono sudah dilakukan langkah-langkah. Sudah dibuatkan surat secara formal ke PPATK tapi sampai sekarang ini belum ada jawaban. Kita tunggu itu,” ujar Basaria.

‎Selanjutnya mengenai korupsi e-KTP, Dahnil mendesak KPK untuk menuntaskan sejumlah nama dalam dakwaan yang disebut menerima aliran dana, utamanya seluruh anggota komisi II saat itu.

“Kami minta KPK berani, ‎makanya tema aksi kami hari ini : Kawal KPK Berani, KPK Jangan Takut. Ini momentum untuk membuktikan bahwasanya KPK tidak takut dengan para bandit politik,” ujar Dahnil.

Atas dukungan dari KOKAM, Basaria mengucapkan terimakasih.Dia juga mengajak seluruh pihak bersatu memberantas korupsi, dan menyimak persidangan e-KTP serta penyidikan baru di KPK, dengan adanya penetapan Andi Narogong sebagai tersangka.Sumber (Tribunnews.com)