Andi Narogong Di Tahan KPK Terkait E-KTP

oleh -479 views

JAKARTA, SUMBARTODAY.net, -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun. Komisi anti korupsi ini bahkan langsung menahan Narogong, pada Jumat (24/3/2017) setelah sehari sebelumnya ditangkap dan menjalani pemeriksaan.

Penetapan Narogong sebagai tersangka dalam kasus ini diharapkan bisa membuka kotak pandora skandal korupsi yang menyeret sejumlah nama pejabat, dari legislatif hingga eksekutif. Apalagi dalam berkas dakwaan Irman dan Sugiharto yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang perdana menyebutkan, peran Narogong cukup dominan, mulai dari proses penganggaran hingga pengadaan e-KTP.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seorang lagi sebagai tersangka yaitu AA (Andi Agustinus), ini dari kalangan swasta,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di gedung KPK Jakarta, Kamis (23/3/2017).

KPK menilai, Narogong bersama dua pegawai Kemendagri, yaitu Irman dan Sugiharto yang telah berstatus terdakwa dalam kasus ini, diduga melakukan perbuatan secara melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau korporasi atau orang lain yang dapat merugikan keuangan negara dalam pengadaan paket e-KTP.

Karena itu, Narogong disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Menurut Alexander, penetapan Narogong sebagai tersangka tidak lepas dari perannya dalam proyek yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun itu. Ia diduga terlihat dalam proses penganggaran, di mana ia melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat Kemendagri dan anggota DPR, termasuk Irman dan Sugiharto yang saat ini sudah berstatus terdakwa.

Narogong juga diduga terlibat dalam pemberian dana kepada sejumlah anggota Banggar dan anggota Komisi II DPR, serta pejabat Kemendagri. Selain itu, lanjut Alexander, dalam proses pengadaan, Narogong juga diduga berhubungan dengan para terdakwa dan pejabat di Kemendagri.“Yang bersangkutan mengkoordinir tim Fatmawati yang diduga dibentuk untuk pemenangan tender kemudian terkait aliran dana kepada sejumlah panita pengadaan,” kata Alexander.

Nama Narogong mulai mencuat setelah JPU KPK membacakan berkas dakwaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/3/2017) lalu. Dalam proyek e-KTP yang menyeret 70-an nama itu, Narogong diduga terlibat dalam kasus e-KTP sejak dalam rencana penganggaran sampai dengan pelaksanaan proyek.Sumber (tirto.id)