Ditreskrimum Polda Sumbar Kerepotan Usut Kasus Pasar Banda Buek.

oleh -355 views

PADANG,SUMBARTODAY-Hampir empat tahun Polda Sumbar belum bisa tuntaskan kasus Penggelapan toko Pasar Banda Buek, Barang bukti yang disita sudah mencukupi untuk menaikan kasus ini ke tahap selanjutnya, terlebih lagi saksi yang dipanggil sudah lebih dari cukup.

Terakhir Polda Sumbar menyita satu buah akta perjanjian kredit serta dua buah addendum perjanjian kredit di Bank Nagari cabang pembantu Kramadjati Jakarta.

Kasus yang dilaporkan adalah Penggelapan. Sedangkan barang bukti yang disita oleh Ditreskrim Polda Sumbar, berupa satu buah akta perjanjian kredit serta dua buah Addendum Perjanjian Kredit,” kurang pas dan tidak relevan”, ujar Riko Ketua FKI-1 Sumbar.

“Akan lebih bernilai jika yang disita adalah kwitansi sebagai bukti pembayaran toko tersebut. Sebelumnya pihak Reskrimum Polda Sumbar juga telah melakukan penyitaan surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang dibuat oleh Notaris Hendri Final serta Kartu Kuning yang diterbitkan oleh Kepala Dinas Pasar kota Padang pada tahun 2008”,jelas riko lagi

Menurut Kompol Dasrial SH Kanit 3 Ditreskrimum Polda Sumbar melalui diskusi dengan Sumbartoday mengatakan, “kami telah mengirim surat ke pengadilan negeri, guna melakukan penggeledahan terhadap barang bukti lain di kantor H.Syafruddin Arifin selaku Kuasa Direktur PT Syafindo Mutiara Andalas, namun sampai hari ini surat balasan masih belum kami terima”, tutur Das Panggilan akrab Kompol Dasrial

“Penggeledahan akan kami lakukan untuk lakukan Penyitaan barang bukti tambahan di kantor PT Syafindo Mutiara Andalas merupakan tindak lanjut dari Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tertanggal 29 Agustus 2016″, tambah Kompol Dasrial.

Walaupun kasus ini sudah cukup lama dilaporkan, ” kami dari pihak kepolisian tentunya tidak mau dianggap tidak mampu dalam melakukan proses penyidikan”, tukuk Dasrial.

“Dengan dilakukan penggeledahan serta penyitaan, tentunya akan semakin jelas bahwa, kasus Pidana pada Proyek Banda Buek bukan masalah kecil, diduga tindak pidana yang terjadi sangat massif,  sehingga tidak bisa dianggap remeh”, jelas Dasrial mengakhiri.

” Sebelumnya H.Syafruddin komisaris PT. Syafindo sebagai satu pemilik toko yang berada di Pasar Banda Buek juga sudah melayangkan beberapa kali surat somasi kepada Direktur Bank Nagari. Namun surat tersebut tidak pernah ditanggapi oleh pihak Bank Nagari, terakhir tanggal 15 Septermber 2016 lalu, direktur utama PT. Syafindo kembali mensomasi Bank Nagari, yang ditujukan langsung kepada Dedi Ihsan “, tambah Indrawan. (Red)