Ketum FKI-1: Supervisi Kasus Bank Nagari, Sudah Diajukan Ke KPK

oleh -302 views

JAKARTA,SUMBARTODAY–Banyak pihak yang mengatakan Bank Nagari memiliki imunitas/ kekebalan terhadap penegakan hukum. Team khusus advokasi Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) tidak henti – hentinya bertindak melawan perbuatan oknum – oknum koruptor yang merugikan  Sumatera Barat dan negara .

Setelah laporan dugaan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) di Bank Nagari oleh Dewan Pimpinan Provinsi Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1), pada tanggal 14 November 2016 ke Kejati Sumatera Barat, kemudian KEJATI Sumbar menyurati DPP FKI-1 Sumbar pada tanggal 28 Desember 2016 dan laporan dugaan Tipikor tersebut dianggap daluarsa oleh pihaknya.

Kemudian FKI-1 Sumatera Barat, meneruskan laporan itu kepada Dewan Pimpinan Pusat FKI-1 di Jakarta. Setelah dikonfirmasi, Ketua Umum DPP FKI-1, M. Julian Manurung, menyebutkan bahwa laporan terkait sudah diteruskan kepada KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) dan saat ini sedang diproses.

Rico Adi Utama Ketua FKI-1 Provinsi Sumatera Barat menegaskan, bahwa saat ini pihaknya tidak lagi berlemah lembut dengan pihak Bank Nagari yang keras kepala dan terkesan sombong, ketika dikonfirmasi dan tidak mau diajak audiensi itu.

“Kami, FKI-1 Sumatera Barat sudah sering mengajak Bank Nagari untuk diskusi secara resmi, malah juga dilakukan kontak seluler. Namun entah merasa lebih baik atau lebih benar, ajakan secara resmi tersebut, walaupun sudah dilayangkan surat, tidak ditanggapi secara baik. Karena banyak hal yang harus dikonfirmasi kepada Direksi Bank Nagari dan alasan – alasan yang mungkin bisa pula dikemukan oleh Bank Nagari,” ungkapnya.

Sampai berita ini diturunkan, FKI-1 Sumbar masih melakukan investigasi terhadap dugaan-dugaan pelanggar hukum dan terindikasi merugikan masyarakat Sumatera Barat. terutama yang terjadi di Bank Nagari.

Menurut Riko, keadaan Bank Nagari harus diketahui oleh masyarakat Sumatera Barat, jangan setelah meledak baru kita terkaget-kaget, pada akhirnya masyarakat Sumatera Barat ‘takicuah di nan tarang’ (baca; tertipu di terang benderang) dan Sumatera Barat merugi, sebab saham Bank Nagari adalah berasal dari APBD Sumbar. (sumber Jurnal.news)