Jusuf Kalla “Ketimpangan Ekonomi RI Melebar Karena Kesalahan Pemerintah Sebelumnya”

oleh -213 views

JAKARTA, SUMBARTODAY.net, -Akhirnya,Jusuf Kalla menyadari ketimpangan ekonomi masih menjadi masalah besar dipemerintahan saat ini.Melebarnya ketimpangan antara sikaya dan simiskin ini diwariskan dari kebijakan pemerintahan sebelumnya.Pemerintah tidak berpihak pada rakyat kecil,ini terlihat pada bunga penyaluran bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terlalu tinggi.

“Pemerintah punya kesalahan besar lima tahun lalu buat KUR, waktu saya 10 sampai 11 persen. Tiba-tiba kebijakan kabinet kedua SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) naik 23 persen. Pengusaha besar makin besar, yang kecil makin kecil,” ujar wakil Presiden itu di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (24/4).

Pemerintah Jokowi kini tengah berusaha memperkecil ketimpangan itu dengan menurunkan bunga KUR menjadi 9 persen sampai 7 persen kata Jusuf Kalla. “Kita buat kebijakan lagi menekan kezaliman yang terjadi. Memang banyak bank BPR mati tidak bisa kerja, tapi lebih baik dari pada rakyat enggak bisa kerja,” tukuknya.

Jusuf Kalla juga mengatakan ekonomi Indonesia memang tumbuh namun hal ini justru memperlebar ketimpangan di masyarakat. Jika dibiarkan terlalu lama hal ini akan membahayakan bagi pelaku UMKM dan perusahaan besar di Indonesia.

“Ekonomi kita tumbuh, tapi timbulkan ketidakseimbangan penguasaan ekonomi. Ini bahaya untuk kedua belah pihak kepada yang besar dan yang tidak punya,” ungkapnya lagi.

JK menegaskan pemerintah akan terus berusaha mendorong keseimbangan antara pelaku usaha kecil dan pelaku usaha besar. Untuk mendorong hal tersebut dibutuhkan sinergi dari semua pihak. “Maka kita harus berusaha semua pihak berbuat baik ekonomi tumbuh dan kita nikmati bersama,” pungkasnya. Sumber (merdeka.com)