Diduga Mantan Bupati Solok Lakukan Penggelapan Dana Asuransi

oleh -141 views

Padang, Sumbartoday.net, – Mantan anggota DPRD Kota Sawahlunto periode 1999 – 2004 Darwin Kasimi (67 th)  yang akrab dipanggil Mak frend. Hari ini Selasa (09/05) mendatangi Mapolres Kota Padang  guna melaporkan tindak pindana penggelapan yang dilakukan oleh mantan ketuanya pada masa itu.

Darwin bersama kuasa hukumnya  Indra Leri wahyuli  SH Cs dari kantor hukum Analisator   menghadap Kanit II SPKT AIPTU Budi Utama selaku penerima laporan.Yang  terlapor adalah Syamsu Rahim mantan Ketua DPRD Kota Sawahlunto pada  periode. Terlihat dengan adanya  Surat Tanda Terima Laporan dengan NO  STTL/934/K/V/2017-SPKT Unit II dengan tuduhan penggelapan.

Sebagai warga negara yang baik kita harus mengikuti aturan hukum yang berlaku dinegara ini kata indra. Diduga,  Syamsu Rahim  telah melakukan tindak pidana penggelapan dana asuransi kolektif  beberapa anggota dewan pada periode itu tambahnya lagi. Sebab, dari informasi yang media terima dari sumber ada sektar 20 orang yang berhak mendapat dana asuransi tersebut. Disinyalir dana itu tidak dibagikan oleh Syamsu Rahim  yang juga mantan Bupati Solok periode 2010-2015 ini. Karena,yang berhak mengklaim pencairan dana tersebut Syamsu Rahim yang sekarang ini menjabat Ketua DPW Nasdem Sumatera Barat.

Untuk langkah awal kita baru melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib kata Darwin didampingi kuasa hukumnya. Dalam daftar  yang berhak menerima dana asuransi ini termasuk namanya. Dia juga menambahkan “siapa berbuat pasti akan mendapat ganjarannya” rungutya sambil melihatkan daftar nama yang berhak menerima asuransi tersebut .

Dilain pihak,saat awak media konfirmasi kepada Syamsu Rahim via selulernya pada hari yang sama dia membantah semua tuduhan tersebut. Samsu menjelaskan bahwa tidak pernah menerima  klaim pencairan dana asuransi kolektif dari PT Asuransi Bumi Putra 1912  tersebut.

Samsu menambahkan tidak pernah ada yang namanya asuransi untuk anggota dewan pada masa itu. Silahkan buktikan kalau memang ada asuransi kolektif anggota dewan tersebut pungkasnya.

Dari pihak Darwin bersama kuasa hukumnya akan terus melanjutkan kasus ini keranah hukum. (CR)