Akhirnya Syamsu Rahim Membenarkan Tentang Adanya Dana Asuransi Itu

oleh -503 views

Melanjutkan pemberitaan kasus penggelapan  yang  dilaporkan oleh Darwin Kasimin kepada Polres Kota Padang kemaren. Yang terlapor  mantan ketua DPRD Kota Sawahlunto  DRS. Syamsu Rahim.Sepertinya kasus ini akan berbutut panjang.

Padang, Sumbartoday.net,-Pada saat dikonfirmasi kepada Syamsu  Selasa 09/05/2017 kemaren via selulernya dengan tegasnya penuh percaya diri membantah tuduhan tersebut.”saya tidak pernah menerima klaim pencairan dana asuransi itu, dan tidak ada asuransi  untuk anggota dewan pada masa itu”jawabnya.

Saat awak media sumbartoday.net  mengkonfirmasikan kepada pihak Asuransi Bumiputra 1912 Rabu (10/05) siang tentang kasus ini. Pihak asuransi membenarkan kalau memang sudah terjadi pencairan dana Asuransi Kumpulan (Askum) oleh pihak DPRD kota sawahlunto. Kwintansi ini bukti pembayaran klaim,dengan no polis:32833  sebanyak 20 orang memang benar kata Wurdatul Uska Ssi sebagai bagian pengklaiman dana asuransi .

Tapi dia tidak tahu siapa yang menerima dana tersebut,karena dia berhubungan kontrak dengan DPRD Kota Sawahlunto saja bukan perorangan tambahnya Uska. Yang jelas pencairan dana asuransi ini harus ada tanda tangan pemilik polisnya tambahnya lagi. Semantara itu dilihat dari no polisnya atas nama  DPRD Kota Sawahlunto  pada masa itu dan ditanda tangani oleh Syamsu  walau tanpa tertera namanya.

Pada saat awak media selesai mengkonfirmasi kepada pihak asuransi.Tanpa  disengaja bertemu dengan Syamsu Rahim yang keluar dari ruangan salah satu karyawan yang mengaku sebagai familinya. Media pun langsung mengklarifikasi pemberitaan tentang  kasus yang menjerat nama besar Syamsu Rahim yang sekarang menjabat sebagai Ketua DPW Nasdem Sumbar itu.

Mantan ketua dewan kota sawalunto ini mengatakan bahwa dia hanya ingin memastikan tentang adanya pencairan dana asuransi tersebut. Ternyata memang benar,tapi itu sudah lama sekali dan semua nama yang ada didaftar itu sudah saya bagikan termasuk Darwin Kasimin terangnya. Mungkin karena sudah lama waktu pembagiannya,jadi orang yang ada didaftar itu sudah lupa tambahnya lagi.

Syamsu juga memberitahu bahwa pembagian dana itu dilakukan oleh bendahara pada masa itu namanya Zal. Ironisnya, saat media minta no seluler yang bisa menghubungkan media dengan zul kepada Ketua DPW Nasdem Sumatera Barat ini dia bilang tidak tahu.

Dilain pihak, Zal selaku bendahara pada masa itu saat dikonfirmasi via selulernya 081266713xx menjawab tidak pernah membagikan dana asuransi itu kepada anggota dewan dan tidak mengetahui adanya dana itu. “Saya hanya membagikan gaji anggota dewan,dan tidak pernah membagikan dana asuransi itu” jawaba Zul.

Membingungkan juga,awalnya Syamsu membantah dengan penuh percaya diri tentang adanya pencairan  dana asuransi tersebut.Berselang satu hari Mantan Bupati Solok ini kembali mengklarifikasi dengan membenarkan adanya pencairan dana asuransi itu dengan no polis dan tanda tangan atas dirinya.

Walaupun begitu Syamsu tetap bersekukuh bahwa dana asuransi yang menggunakan APBD ini sudah dia bagikan kepada anggota dewan yang tertera didaftar itu. Sangat bertolak belakang dengan keterang  diberikan Darwin kasimin. Sampai saat ini saya belum pernah menerima dana tersebut sepersen pun terang  Darwin.

Kalau memang benar terbukti mantan ketua dewan ini telah melakukan tindak pidana penggelapan dana asuransi yang menggunakan APBD.Ini jelas  telah mengangkangi Undang-undang tentang penyalah gunaan wewenang  atau jabatan kata Indrawan selaku sekretaris Front Komunitas Satu (FKI-1) Sumatera Barat.

Biarlah hukum yang ada dinegara kita ini yang akan membuktikan siapa yang benar dalam kasus ini pungkas Darwin. (CR)