Terkait Kasus Perampasan Kios F2/8, Polda Sumbar Panggil Yondrival

oleh -496 views

PADANG,SUMBARTODAY-Terkait laporan Perampasan hak dan Pengrusakan Kios F2/8 di Pasar Bandabuek yang dilakukan oleh Bank Nagari akhirnya setelah hampir 2 tahun, Ditreskrimum Polda Sumbar baru sanggup memanggil Yondrival(kadiv umum Bank Nagari saat terjadi transaksi) sedangkan yang dilaporkan Direktur Bank Nagari masih tidak tersentuh hukum.

Walau terseok-seok rupanya kasus ini tetap menjadi perhatian Ditreskrimum Polda sumbar. Pejabat Kapolda sudah silih berganti namun tentu saja Polda Sumbar tidak mau dikatakan tidak mampu mengusut kasus ini sampai disidangkan’, ujar Indra sekretaris FKI-1 Sumbar.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Mardi Wahid (pembantu penyidik) kepada sumbartoday.Net 9/5/17.

Prihal keberadaan toko tersebut diceritakan oleh Indrawan kepada redaksi bahwa jika tidak ada penghalang maka duduk persoalannya adalah masalah kepemilikan atau siapa yang memilki hak atas toko tersebut.

Lebih lanjut Indrawan menerangkan,” yang jelas Bank Nagari menguasai toko toko yang berjumlah 16 petak kios seluas 355 m2 diduga tidak sah, alasannya adalah karena bank nagari belum melakukan jual beli secara sah menurut hukum yang berlaku. sekarang Bank Nagari ternyata telah memiliki kartu kuning yang dikeluarkan oleh Dinas Pasar kota Padang.

“Dari fakta diatas jelas sudah bahwa Bank Nagari menguasai dan merubah bentuk/Merusak toko tersebut adalah pelanggaran hukum baik Pidana maupun Perdata,” kata Indrawan menerangkan.

“Saya yakin Polda Sumbar mengetahui akan hal itu, namun saya heran, Kapolda sudah dua kali berganti mungkinkah Kapolda tidak memiliki Sumberdaya yang memadai untuk mengusut yang sudah jelas Pidananya.

Saya rasa tidak demikian, hanya saja jika kita mau untuk jujur bahwa penyebab lambatnya proses hukum ini adalah karena Bank Nagari lumbungnya keuangan Sumatera Barat, semua orang berharap punya hubungan baik dengan Bank Nagari.

Walaupun demikian Ditreskrimum Polda Sumbar harus tetap profesional dalam mengungkap setiap kasus, Laporan ini adalah laporan resmi ke SPKT Polda Sumbar, kreditbilitas seorang penyidik diukur dari kasus yang diselesaikannya dengan tidak menimbulkan masalah, jika suatu saat kasus ini diakali-akali untuk di SP3 kan tentu saja saya tidak akan tinggal diam, “, tambah Indrawan lagi.

Setelah awak media melakukan konfirmasi kepada AKBP Syamsi Kabid Humas Polda Sumbar, beliau mengatakan bahwa,dia belum dapat informasi.(Red)