Diduga Akibat Data Palsu, Diperkirakan Bank Nagari Rugi Rp. 35 Milyar (Eds 6)

oleh -223 views

Edisi 6.

Padang, Sumbartoday.Net – Dari hasil Investigasi Tim Khusus FKI-1 Sumatera Barat didapatkan data-data berikut ini yang di berikan kepada Sumbartoday.net:

HASIL AUDIT INTERNAL BPD PUSAT DAN BANK INDONESIA:

Setelah Tim Audit Internal BPD Pusat melakukan pemeriksaan pada BPD Cabang Painan, Syahrial Hakim, SE merobah cara pencairan kredit dengan memerintahkan saksi Aguspria dan saksi Heri Fitrianto untuk memindahbukukan kredit yang cair melalui rekening tabungan 7 (tujuh) orang debitur kemudian ditransfer ke rekening BPD Cabang Jakarta atas nama PT. Gemari Kreasi Indonesia Nomor Rekening 2400.0103.79-0, sebagai berikut:

NAMA NASABAH, NO REK, REALISASI KREDIT, DI TRANSFER KE NO DEBITUR REK. PT.GEMARI KREASI INDONESIA, NO DAN TGL TRANSFER SBB:

1. Syafruddin Inrahim 0400.0207.02985-1 240.000000 26-3-04 236.700.000 29-3-04
2. Nitchan 0400.0210.00964-7 235.000.000 30-3-04 231.500.000 30-3-04-400.0103.0
3. Erpen 0400.0207.03202-2 230.000.000 15-4-04 226.800.000 15-4-04-00.79-0.
4. Tarmizi 0400.0210.01002-9 240.000.000 16-4-04 236.700.000 16-4-04
5. Sugino 0400.0210.01011-1 235.000.000 15-4-04 231.500.000 20-4-04
6. Syafrianto 0400.0207.03233-2 240.000.000 19-4-04 236.700.000 20-4-04
7. Elferizen 0400.0210.01020-1 240.000.000 21-4-04 236.700.000 22-4-04
Jumlah ketujuh rekening tersebut adalah Rp.1.636.600.000,-

Bahwa dalam pemeriksaan tim Audit Internal BPD Pusat pada bulan Februari 2004 di BPD Cabang Painan yang dilakukan oleh Auditor Internal Syofian Sara, saksi Syamsul Bahry, dan Syukri Zarkovic dengan kesimpulan pemeriksaan sebagai berikut:

Bahwa Debitur bukan pengusaha dan tidak mempunyai tempat usaha.

Para debitur tidak mempunyai dana pembiayaan sendiri (Self Financing)dimana tidak ada dana debitur yang disetorkan ke Bank Nagari untuk pengadaan alsintan.

Kredit diberikan kepada banyak orang akan tetapi fisik dan keuangan dikelola sendiri oleh satu orang/badan yaitu PT. AMJ dengan direktur utamanya adalah K. Boentoro, yang juga dalam hal ini juga bertindak sebagai penjamin / avalis

Bahwa nilai objek yang dibiayai tidak mempunyai objek pembanding.

Ada realisasi kredit yang dieliminasi dimana persyaratan kredit belum dipenuhi tetapi kredit telah direalisasi yaitu atas nama debitur Sudirman BH dan Dodi.

Bahwa dalam proses pencairan kredit ini telah terjadi pelanggaran terhadap:

1. Keputusan Direksi BPD Sumbar No.989/DIR/IN/1197 tanggal 18 November 1997 tentang Peraturan Pelaksanaan Kredit Infestasi multi Guna antara lain debitur tidak memiliki usaha sendiri yang dapat diyakini/layak dibiayai, debitur tidak memiliki dana sendiri, dan tidak ada agunan tambahan.

2. Surat Direksi BPD Sumbar No. SK/170/DIR/ICB/09-2001 tentang batasan wewenang pemberian kredit.

3. Surat Keputusan Direksi BPD Sumbar No. SK/035/DIR/08-2001 tanggal 16 Agustus 2001 tentang Kebijaksanaan Perkreditan Bank Pembangunan daerah Sumatera Barat dimana terjadi konsep hubungan  total pemohon kredit karena debitur dan usaha debitur serta penjamin masing-masing merupakan usaha sejenis dalam satu kesatuan dan dalam pengelolaan PT. Alsintan Makmur Jaya. Penilaian, analisa kredit tidak mencerminkan keadaan debitur dan usaha debitur yang sebenarnya. Perjanjian dan pencairan kredit adanya prosedur yang dieleminasi.

Selanjutnya pada bulan Mei 2004 BANK INDONESIA Padang melalui pengawas Bank, saksi Yiyok Tri Herlambang telah melakukan pemeriksaan khusus ke BPD Cabang Painan dengan kesimpulan pemeriksaan sbb:

1. Kredit tidak dinikmati oleh debitur karena dana kredit yang cair masuk ke PT. AMJ.

2. Alsintan yang dibiayai juga dikuasai oleh PT. AMJ.

3. Ada pengikatan oleh BPD Cabang Painan untuk menyetorkan angsuran kredit dilakukan oleh debitur tetapi kenyataannya dilakukan oleh PT.AMJ.

4. Kredit ini adalah Rekayasa, artinya debitur yang jumlahnya 37 dijadikan alat oleh PT. AMJ untuk mencairkan kredit pada BPD Cabang painan,setelah kredit cair fasilitas kredit dinikmati oleh terdakwa selaku Direktur PT AMJ secara faktanya kredit itu adalah kredit PT. AMJ.

MENURUT DATA HASIL INVESTIGASI TEAM KHUSUS FKI-1 SUMATERA BARAT.

SYAMSUDARMAN, KREATIKTO BUNTORO dan SYAHRIAL HAKIM secara bersama-sama dalam melakukan penyalahgunaan kewenangan melaului kesempatan atau sarana yang ada pada mereka karena JABATAN atau kedudukan sebagaimana diuraikan di atas telah menguntungkan Syamsudarman,Kreatikto Boentoro serta Syahrial Hakim,

Karena realisasi kredit yang telah diterima oleh Kreatikto Boentoro tidak dipergunakan untuk pemberlian alat mesin pertanian sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian kredit tetapi dipergunakan oleh Syamsudarman dan Kreatikto Boentoro untuk kepentingan pribadi, diantaranya telah dipergunakan untuk keperluan berikut:

A.Pembelian Ruko di Jalan by Pas Padang dari Elida sebesar Rp.400.000.000,- (empat ratus juta rupiah), B.Pembayaran untuk cicilan kredit Mitsubishi kuda Granida . an. Ir.Syamsudarman, MBA sebesar Rp. 124.511.000,- (seratus dua puluh empat juta lima ratus sebelas ribu rupiah) pada PT. Dipo Start Finance,C. Diberikan kepada Syamsudarman, MBA sebesar Rp.73.690.000,- (tujuh puluh tiga juta enam ratus sembilan puluh ribu rupiah), D. Pembayaran cicilan ruko di terima Sago Kabupaten Pesisir Selatan sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah),E. Ditarik tunai oleh Kreatikto Boentoro sekitar Rp. 8.401.380.225,- (delapan milyar empat ratus satu juta tiga ratus delapan puluh ribu dua ratus dua puluh lima rupiah).

Dan sisa dana yang ada pada saat itu pada rekening perusahaan Kreatikto Boentoro di rekening PT. AMJ pada BPD Cabang Painan Nomor : 0400.0103.00044-3 sebanyak Rp. 23.187.826,- (dua puluh tiga juta seratus delapan puluh tujuh ribu delapan ratus dua puluh empat rupiah).

Rekening PT. AMJ pada BPD Cabang Jakarta Nomor :2400.0103.00064-1 sebanyak Rp. 1.384.419,- (satu juta tiga ratus delapan puluh empat ribu empat ratus sembilan belas rupiah).

Rekening PT. Gemari Kreasi Indonesia pada BPD Cabang Jakarta Nomor : 2400.0103.00079-9 sebanyak Rp. 1.196.530,- (satu juta seratus sembilan puluh enam ribu lima ratus tiga puluh rupiah).(Chairur Rahman)

Bersambung …..Edisi 7