Tim Sulawesi Selatan Kecewa, Panitia Festival Internasional Dragon Boat Padang Tidak Tepati Janji.

oleh -11 views

PADANG,SUMBARTODAY – Kota Padang terkenal bukan hanya masakannya yang lezat seperti randang atau sotonya yang khas. Tempat wisata yang keindahan alamnya mempesona seperti Ngarai Sianok, Puncak Lawang, Pantai Air Manis, dan ragam wisata lainnya juga layak dinikmati.

Daerah yang masuk provinsi Sumatera Barat itu juga punya event sport tourism yang berlevel internasional, yaitu Festival Internasional Dragon Boat (FIDB) 2017. Even tahunan ini akan diselenggarakan pada 3-6 Agustus mendatang di Banjir Kanal Gor H Agus Salim Padang.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah Emzalmi mengatakan FIDB 2017 ini optimis ajang ini akan membuat pariwisata Padang berkembang dengan memanfaatkan potensi sungai yang ada dan dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi Kota Padang dan Sumatera Barat.

“Event olah raga sekaligus wisata Dragon Boat Padang digelar rutin setiap tahun, sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan sektor wisata di Sumatera Barat. Kompetisi ini dilakukan untuk memperingati lahir Kota Padang yang jatuh pada tanggal 7 Agustus,” kata Mahyeldi.

Even ini, sudah dimulai sejak pemerintah kolonial Belanda menduduki Indonesia lalu di tahun 1995, orang China membawa Dragon Boat dan kebudayaannya ke seluruh dunia termasuk Indonesia, ujar Mahyeldi,

“Tapi dragon boat disini mengalami sejumlah penyesuaian, sesuai dengan kaidah budaya dan kearifan lokal tapi yang mengejutkan adalah perkembangannya yang cukup pesat dibandingkan pengaruhnya di daerah lain, atau bahkan di negara lain dan Padang pernah mendapat penghargaan tertinggi dari Badan Dayung Dunia, atau IDF, atas penyelenggaraan event internasional ini,” tuturnya.

Kejuaraan ini akan berlangsung sangat seru karena bukan hanya peserta dalam negeri, bahkan dari mancanegara. “Sudah ada lima negara yang memiliki tradisi hebat di perahu naga seperti Malaysia, China, Makkau dan Filipina dan tuan rumah Indonesia,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi.

“Dan masih ada dua peserta dari luar negeri lainnya, dalam penjajakan yaitu Vietnam dan Australia. Kita masih menunggu hingga penutupan pendaftaran, kita berharap kedua negara ikut serta,” harapnya.

Total hadiahnya juga menggiurkan, lebih Rp 190 juta dan juga akan diikuti oleh tim Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI). Kemudian, peserta juga berasal dari tim kesatuan. “Target kita peserta sebanyak 30 tim,” ujarnya.

Akan ada tiga nomor yang diperlombakan, yaitu 22 pendayung kategori putera dan puteri, 12 pendayung kategori putra dan putri, serta 22 pendayung mix.

Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaran ini.”Kita ambil dari sisi tourism nya, karena even ini merupakan kegiatan pariwisata yang menarik,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti.

Esthy berharap Dragon Boat yang saat ini menjadi salah satu kegiatan Kota Padang bisa dikemas dengan lebih baik sehingga bisa mendatangkan lebih banyak peserta mancangera dan dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

“Di Padang sendiri, Kompetisi Dragon Boat ini memang cocok diselenggarakan karena sungainya memiliki sisi yang lebar serta air yang konstan dan tenang. Itulah mengapa Padang merupakan tempat yang cocok untuk kompetisi ini karena menawarkan kenyamanan namun juga terdapat tantangan untuk para pemain agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Ini daya tarik wisatawan untuk datang,” tandasnya.

FIDB yang memasuki tahun ke-15 ini juga diapresiasi Menpar Arief Yahya. ”Melalui penyelenggaraan even sport tourism merupakan cara yang efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata SUMBAR ke mancanegara sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan karena even seperti ini memberikan direct impact dan media value yang tinggi,” kata Menpar Arief Yahya.

Namun Demikian, Disela kesuksesan Internasional Dargon Boat kota Padang, ketua tim Sulawesi selatan mengungkapkan kekecewaannya kepada kami, akan Janji transportasi dan akomodasi yang menjadi tanggung jawab Panita tidak ditepati.

Panglima Kumbang memaparkan lebih lanjut kepada tim wartawan kami bahwa undangan yang diberikan kepada tim Sulawesi Selatan dijanjikan transpor dan akomodasi di tanggung oleh Panitia, namun sesampainya di padang kami disuguhi kebohongan, jangankan transportasi, penginapan, makan akhirnya kami harus urus sendiri.ujar nya

Panglima kumbang yang yang ternyata adalah anak minang, menyatakan sangat kecewa dengan kejadian ini, Panitia sulit dihubungi, seakan disengaja, lari dari tanggung jawab, bahkan tim kami hampir ketinggalan pesawat saat maukembali ke makasar ” kami di oper seperti bola” ujarnya lagi.

“Untung saja kami dibantu oleh Persatuan Jeep Sumbar yang diwakili oleh Jondralisman.SH dan teman-teman dari Angkatan Laut yang meminjamkan kami kendaraan untuk jemput antar tim kami, kami bersyukur Tim kami dari Sulsel berhasil meraih Juara pungkas Panglima Kumbang sapaan akrab Asril Sikumbang.

Sementara saat Panglima kumbang melakukan hubungan telphone dengan salah seorang Panitia, sepertinya mereka tidak bertanggung jawab serta tidak ada penyesalan atas kejadian ini, sampai tanggal 9/8 Asril Sikumbang masih menunggu ungkapan permintaan maaf dari ketua Panitia. (Charur Rahman)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *