Kebodohan Membuat Indonesia Mudah Dijajah, ini 5 Alasannya

oleh -3.627 views

PADANG,SUMBARTODAY-Indonesia memiliki banyak kelebihan dari negara manapun yang ada di dunia ini. namun hal itu bukannya menjadi alasan rakyat menjadi sejahtera dan bumi indonesia menjadi makmur. justru hal itu menjadikan rakyat terlena dengan kekayaan yang di siapkan oleh yang maha kuasa.

Dalam sejarah, Indonesia telah dijajah oleh bangsa asing selama 3 abad lebih. Bayangkan, selama ratusan tahun bangsa ini telah menjadi budak hingga tak bisa menikmati hidup yang penuh kebebasan. Jika Soekarno dan para pahlawan di masa lalu tak berperang untuk kemerdekaan, maka saat ini Indonesia masih menjadi negara yang terjajah.

5 alasan ini akan membuktikan kenapa Indonesia mudah sekali dijajah hingga susah keluar untuk merdeka. Bahkan saat kemerdaan itu didapat, penjajah sepertinya masih ada dan membuat banyak Indonesia jadi sengsara. Mari kita simak bersama-sama!

Kompetensi: Faktanya memang di masa lalu banyak dari warga Indonesia yang kurang kompeten. Pendidikan bukanlah sesuatu yang penting. Hal inilah yang menyebabkan penjajah masuk dan membuat semuanya jadi kacau. Mereka mengeruk semua keuntungan dari negeri ini lalu membawanya kembali ke negeri aslinya.

Zaman dahulu masyarakat kurang kompeten, Jika saja di masa lalu orang Indonesia lebih kompeten, memiliki teknologi yang tinggi, maka penjajah tak akan bisa masuk. Kalau pun masuk mereka tak akan bertahan lama. Kerajaan-kerajaan besar di Indonesia pasti menumpasnya dengan segara. Namun sayang beribu sayang negeri ini kalah segalanya.

Mudah Dipengaruhi: Orang-orang Indonesia di masa lalu mudah sekali dipengaruhi oleh kepentingan asing melalui kepentingan meteril. Bahkan budaya itu masih bertahan hingga sekarang. Saat Indonesia telah mendapatkan kemerdekaan selama 72 tahun lebih, nyatanya penjajah masih saja menyusup dalam bentuk lain. Bahkan bisa dibilang sangat mengerikan.

Seperti Demo Freeport , Indonesia mudah sekali dipengaruhi oleh pihak asing. Sebut saja kasus Freeport, pemerintah tidak tegas. Mereka sengaja mengulur waktu dan membuat banyak orang jadi bingung. Pihak asing menyusup dan menjajah Indonesia dengan menguasai semua set penting seperti tambang yang menjadi komoditas utama Indonesia.

Sifat Tamak dan Rakus: Sedikit menengok ke belakang di zaman kerajaan Nusantara, ternyata kala itu banyak sekali orang yang rakus. Dalam artian penjajah menawarkan sejumlah uang dan mereka mau melakukan apa saja. Asal ada uang maka semua orang bisa jadi teman. Tak peduli dengan sebenarnya ia lawan yang sengaja menjatuhkan.

Komisi Pemberantasan Korupsi. Di era modern, kerakusan semacam ini semakin membabi buta. Kasus korupsi besar tak bisa dihindarkan lagi dari Indonesia. Pejabat-pejabat kelas kakap akhirnya ditangkap karena terbukti melakukan tindakan mengerikan yang merugikan negara.  sampai kapan negeri ini akan terjajah? kitalah yang harus menetukan.

Pemalas: Anda tidak perlu sakit hati jika kenyataannya anda adalah orang yang rajin. Namun, secara garis besar, bangsa ini adalah bangsa yang pemalas. Kita semua malas belajar sesuatu, tak ingin maju dengan proses dan ingin segala hal dilakukan dengan instan. Dampaknya, negeri ini akan selalu stuck, dan jalan di tempat tanpa ada kemajuan yang berlaku.

Penjajahan dalam bentuk apa pun akan menyukai Indonesia yang rakyatnya pemalas. Mereka akan menawarkan banyak sekali kemudahan hingga akhirnya kita terbuai dengan banyak hal yang manis dan mudah. Di akhir cerita, bangsa ini akan terus terpuruk karena tak mampu mengembangkan apa-apa. Bangsa yang pemalas selalu suka menggantungkan diri kepada orang lain.

Sulit di Persatukan: Negeri ini memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan ini diambil dari Kitap Sutasoma yang diciptakan pada era Majapahit. Tahukah anda kenapa semboyan ini diciptakan di masa lalu? Well, jawabannya karena perpecahan sering sekali terjadi di masa lalu. Antar suku justru selalu berperang dan ingin menguasai banyak wilayah.

sebuah contoh yang baru-baru ini terjadi adalah pembakaran Masjid di Tolikara. Sifat inilah yang disukai oleh Belanda di masa lalu. Mereka akhirnya melakukan politik adu domba dan membuat semua kubu jadi hancur karena saling berperang. Di era modern seperti sekarang, kekacauan juga terjadi akibat perbedaan suku. Semboyan yang dijunjung tinggi tinggallah sebuah semboyan. Pada praktiknya konflik suku, ras, dan agama terus terjadi dan membuat Indonesia semakin hancur.

Lima alasan di atas membuktikan jika bangsa kita ini memang mudah dijajah. Bahkan bisa dibilang penjajahan ini terus berjalan tanpa akhirnya setelah Indonesia menyatakan diri untuk merdeka di tahun 1945. Bagaimana menurut anda?

Sekarang tinggal kita sebagai anak bangsa yang harus bangkit dari keterpurukan akhlaq, berikut ini saya kutip dari kitab Alqur’an yang berarti: “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya sendiri”. Kita hanya dituntut untuk berlaku amanah, jangan menjadi manusia yang lebih mengutamakan sifat-sifat jahat yang menjadikan kita lebih rendah dari hewan, berlaku adil adalah tuntutan yang tdk bisa ditawar, sehingga kita dilarang lupa akan janji kita untuk tunduk kepada aturan yang maha kuasa jadilah manusia sempurna sebagai kodrat yang telah diberikan kepada manusia. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *