PPK “Bungkam” saat dikonfirmasi Terkait Dugaan Kecurangan di Proyek Batang Arau

oleh -591 views

Padang,SUMBARTODAY,-Mega proyek Peningkatan Kualitas Kawasan Pemukiman Kumuh milik Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumbar, ketara tercium aroma KKN yang terjadi didalamnya.

Karena, proyek yang menelan anggaran APBN dengan nilai Rp 25.463.890.000, dikerjakan PT. Mari Bangun Nusantara Jo PT. Bangun Persada Spesialis dan diawasi CV. Parades Karya Consultant, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan lari dari aturan yang berlaku.

Bukan itu saja, semua pihak yang terkait dengan proyek tersebut seakan sepakat untuk tidak banyak bicara terhadap media, yang sejatinya media bertindak sebagai penyampai informasi kepada publik.

Seperti yang dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek tersebut Bayu, yang didampingi Eri (pengawas dari Satker) dan Syahrial (staf PPK), saat itu, Kamis (16/08) tadi dilokasi pekerjaan.Bayu berikut 2 orang lainya itu seakan mengelak dari media saat mau dikonfirmasi terkait dugaan kecurangan seperti yang ada di pembaritaan media sebelumnya.

Baca juga berita sebelumnya: Dinas Terkait Intruksikan Pemakaian Material Bekas di Proyek Batang Arau

Bayu saat dikonfirmasi tidak menjawab, hanya mengatakan “saya lagi sibuk”, begitu juga Eri saat didekati awak media, hanya “tertunduk dan diam saja”. Lain lagi Syahrial, saat dikonfrotir mengatakan,” semua hal yang terjadi disini yang bertanggung jawab Zulherman, menjabat sebagai Kepala Satker, jadi kami disini tidak bisa berkomentar apa-apa” terang Syahrial seraya pergi meninggalkan awak media.

Sikap tidak kooperatif yang ditunjukan oleh Bayu cs tersebut, mendapat kritikan dari salah seorang tokoh masyarakat setempat berinisial AW pada hari yang sama.

AW mengatakan, ” ada apa sebenarnya yang terjadi didalam proyek milik negara ini, kenapa pihak yang terkait dengan mega proyek ini seakan mengelak saat dikonfirmasi media, kalau memang pekerjaannya bersih, kenapa para pelaku mesti mengelak dan terkesan menutupi untuk informasinya” kata AW.

” sedari awal pekerjaan ini dikerjakan, AW memang telah menduga, kalau ada kecurangan yang terjadi di proyek tersebut, selain penggunaan material kanstin lama, juga sampai saat ini dimana direksikeet proyek ini juga tidak tahu” tutur AW lagi.

Menyangkut teknis pekerjaan, AW melanjutkan,” untuk pesangan batu pondasi terlihat tidak lurus, dan material yang digunakan juga tidak sesuai spesifikasinya, contoh, batu dan pasir yang dipakai banyak mengandung lumpur dan tanah, begitu juga untuk adukan pasangannya, apakah sesuai” pungkasnya.

Sejatinya, setiap penawaran atau pelelangan pada proyek yang memakai dana APBN, dalam dokumen yang ditawarkan oleh panitia, sudah lengkap, baik harga material, jumlah volume material yang digunakan, teknis dan lain sebagainya menyangkut pembangunan infrastruktur yang ditawarkan oleh pihak owner atau Dinas terkait.

Sampai berita ini diturunkan, media masih berupaya konfirmasi pihak terkait lainnya. Tunggu Berita Selanjutnya.

(CR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *