Polda dan Polresta Padang Pingpong Kaharudin, Seakan Tolak Laporan

oleh -142 views

PADANG,SUMBARTODAY-Kasus tanah H.Kaharuddin salah seorang warga kota Padang yang terombang ambing di meja aparat hukum hingga saat ini belum ada penyelesaian, kabarnya kasus ini melibatkan beberapa Notaris kondang dan para mavia tanah serta anak kandung Kaharudin.

Dari keterangan korban H.Kaharuddin, sebelumnya dia sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Padang.

Namun dia terlihat kecewa, kasus yang dilaporkan itu seakan jalan ditempat, diduga laporan tersebut tidak ditangani serius, sehingga progresnya tidak ada, sampai akhirnya H.Kaharuddin membuat laporan baru di Polda Sumbar.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Sumbar, dengan Nomor laporan  LP/211/V/2018/SPKT Sbr, ujar Kaharudin

“Pihak Polda menyarankan untuk mencabut laporan dari Polresta, baru kemudian dilaporkan lagi di Polda Sumbar, saya berharap penanganan oleh Aparat penegak hukum bisa lebih cepat sehingga tidak terjadi oper sana oper sini”,tutur Hengky Cobra kepada tim media ini.

“Namun nyatanya Polda dan Polresta Padang saling lempar tanggungjawab. Kaharudin dibuat seperti bola pingpong, kasus ini jelas duduk pidananya, apalagi sebelumnya Kaharudin telah sempat ditahan karena dilaporkan oleh Aziz dan anak kandung Kaharudin sendiri, dengan mengamati kejadian demi kejadian, nilai uang yang diperebutkan, kuat dugaan, ini adalah sebuah konspirasi yang melibatkan banyak pihak”, ujar Hengky lagi

Dengan dengan surat kuasa khusus, Kaharuddin sebagai pemilik Sertipikat sah meminta bantuan hukum kepada Hengky Cobra untuk mendampingi korban, dalam penanganan perkara penipuan dan penggelapan sertifikat tanah dengan nominal penjualan mencapai 15 M lebih.

Menurut Hengky Cobra,” Korban adalah pemilik sah atas tanah tersebut melalui putusan Mahkamah Agung.

Apapun yang terjadi di atas tanah tersebut, harus dengan izin pemilik sah tanah tersebut, hal itu jelas dilindungi oleh Undang Undang negara, Hengky menduga telah terjadi pemalsuan tanda-tangan, pemalsuan surat, penggelapan serta pemecahan sertipikat dan jika diteliti lebih jauh, ini adalah sebuah konspirasi dari para mafia tanah Kota Padang”, jelas Hengky meyakinkan.

“Siapa saja yang mengangkangi putusan Mahkamah Agung, akan berhadapan dengan Hukum, hal itu merupakan kejahatan serius terhadap negara, karena sudah mencederai aturan hukum di Negara ini dan saya yakin dengan Penegak Hukum di bawah Instruksi Kapolri, bisa selesaikan perkara ini secara tuntas, karena kasus tersebut sudah menjadi Attention Kabareskrim,” tutur Hengky.

Sementa itu, Kasat Reskrim AKP Edriyan Wiguna, saat disambangi langsung di ruangan Reskrim Polresta Padang, Sabtu 27 Oktober 2018 pada pukul: 10:50 WIB, tidak ada ditempat, karena baru saja pulang tugas dari muko-muko. Mirna Loida, Yuliwarti, Kaminar, yang saat itu ada ditempat, selaku staf sipil menjelaskan,” Kasat sedang tugas luar, ada kasus apa, dan kalau bisa dengan penyidiknya saja langsung (Riri Oktavianus), karena biasanya penyidik yang lebih tahu, bila kasat belum tentu tahu,” ucapnya.

Kapolres AKBP Yulmar Try Himawan S.I.K M.Si, saat dijumpai sehabis olah raga bersepeda menerangkan,” Bila kasus tersebut benar sudah dilimpahkan ke Polresta Padang, harus jelas Aministrasinya, saya belum lihat surat pelimpahannya, jelas tidak bisa melimpahkan kasus tersebut begitu saja, harus ada gelar perkara dahulu, jarak Polresta dengan Polda berdekatan, masalahnya juga ada didaerah Padang, kecuali jauh. makanya wajar saja dilimpahkan”, tegasnya.

Ini tanggapan Indrawan Ketua LSM Komunitas Anak Daerah(KOAD),

“Jawaban Kapolres Padang menunjukkan bahwa Kapolres belum tau persis duduk permasalahan kasus ini, jelas-jelas laporan awal di Polresta Padang bukan di Polda Sumbar, jawaban Kapolres sepertinya hanya berdalih, jika Kapolres mengetahui bahwa Kaharudin pernah ditahan berdasarkan laporan terkait masalah yang sama, selanjutnya, kita bisa perhatikan kejadian kejadian yang mengikuti.

Siapa pemain dalam kasus ini? diantaranya ada beberapa yang berprofesi sebagai Notaris Kondang di kota Padang, mafia tanah, serta anak kandung Kaharudin sendiri, menurut saya, ini masalah gampang, hanya saja menjadi sulit ketika uang yang diperebutkan sekitar 15 Milyar”, tutur Indrawan menanggapi.

Selanjutnya Kapolres menambahkan,” Saat laporan di Polda dengan siapa?, bila dengan Kasubdit I Drs.H.Alidison,SH,MH, jangan kejarnya ke kami, kan Polda yang menangani, sekarang Pak Alidison sudah bukan Kasubdit lagi, sudah digeser, banyak kasus yang mengendap”, imbuh Kapolres……….woooowww mantap (Tim )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *