Diduga, Ulah Rekanan Nakal, Negara Tanggung Rugi Miliaran Rupiah

oleh -913 views

Padang,SUMBARTODAY,-Saat hujan lebat mengguyur Kota Padang kemarin, sebagian Kelurahan yang ada dikota bingkuang ini dilanda banjir bandang.Diantaranya, Kelurahan Lubuk Kilangan (Luki), Akibatnya, jembatan yang nyaris bisa dimanfaatkan masyarakat yang ada di Baringin,Kel. Luki tersebut, hanyut terbawa arus sungai, Jumat (02/11) waktu lalu.

Miris memang, pembangunan jembatan yang hampir selesai, hancur gara-gara terpaan arus besar sungai. Sementara, untuk pembangunan jembatan tersebut, pemerintah telah gelontorkan uang miliaran rupiah, kata JN warga Luki Sabtu (03/11) tadi dirumahnya.

Baca berita sebelumnya : DPUPR Kota Padang,Diduga Restui Rekanan Pakai Material Ilegal dan Langgar Spesifikasi

Ada sedikit kejanggalan, JN melanjutkan,”kontruksi jembatan lama kenapa tidak ikut ambruk, padahal dengan arus sungai yang sama dan posisi yang berdampingan, mestinya juga ikut ambruk,” tanya JN.

JN menduga,” saat pelaksanaan rekanan berikut pengawas dalam mengerjakannya tidak sesuai teknis, sebab, kekokohan kontruksi sudah terbukti tidak berkualitas bila dibandingkan dengan jembatan lama yang hanya menggunakan tali sling saja, tutur JN.

Ambruknya jembatan yang baru dibangun itu, menurutnya, karena kekuatan pondasi jembatan tidak kuat menahan hantaman derasnya air sungai, jadi tiang-tiang jembatan goyah secara terus menerus dan mengakibatkan jembatan miliaran rupiah itu jadi hanyut dan gagal digunakan, tukas JN.

Menurutnya, saat perencanaan, dugaan akan meluap dan derasnya air sungai ini sudah diperkirakan oleh konsultan perencana, kemudian konsultan perencana mendisain gambar kontruksi dengan sebaik dan sematang mungkin untuk kekokohan jembatan tersebut, tuturnya lagi.

“Kemudian, untuk banjir seperti ini, bukan kali pertama terjadi disungai itu,”tukuknya.

Bila dibandingkan, tambah JN,” perbedaan mutu dan kualitas kontruksi lama dengan yang baru sangat jauh berbeda, sebab, dengan usia yang terbilang tua, jembatan lama masih terlihat kokoh, dan layak digunakan dari pada kontruksi yang baru”, tukas JN.

Apabila memang ada kecurangan terjadi diproyek tersebut yang mengakibatakan kerugian besar terhadap negara, ulah kontraktor CS nakal, JN berharap kepada pihak berwenang untuk segera mengusutnya, dan itu jelas suatu kerugian yang nyata bagi negara,pungkas JN.

Sebelumnya, waktu pekerjaan masih tahap pembuatan pondasi, tim investigasi dari beberapa media pernah menanyakan kepada Edwar terkait pekerjaan teknisnya, kemudian PPTK tersebut mengatakan, “semua kegiatan yang dilaksanakan oleh rekanan sudah sesuai spesifikasi” terang Edwar pada hari Minggu (18-09-2018) bulan lalu.

Nyatanya, jembatan yang dibangun dengan uang negara dan dikerjakan “katanya” sudah sesuai spesifiaksi ini gagal produk, siapakah yang harus bertanggung jawab..?

Sampai berita ini diterbitkan, media masih berupaya konfirmasi pihak terkait lainnya.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *