Disinyalir, Ada Konspirasi di DPUPR Padang Untuk Rugikan Negara

oleh -920 views

Padang,SUMBARTODAY,-Banjir bandang yang mengakibatkan jembatan diBaringin, Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) hanyut dan rugikan negara miliar rupiah. Disinyalir kegagalan jembatan tersebut akibat kelalaian sang kontraktor, dan terindikasi sarat KKN.

Karena, proyek yang menelan dana sebesar Rp8.807.800.000 dari APBD kota Padang TA.2018 yang dikerjakan PT.Satria Lestari Multi (SLM) itu ,sejak awal sudah tercium aroma konspirasi atau persekongkolan untuk rugikan negara, kata Ramon warga Luki, Minggu (04/11) waktu lalu.

Baca berita sebelumnya: Diduga, Ulah Rekanan Nakal,Negara Tanggung Rugi Miliaran Rupiah

Sebelumnya, lanjut Ramon,” dalam penggunaan material batu, kontraktor memakai batu dari galian C ilegal, anehnya, Idwar (PPTK) kegiatan malah restui kontraktor nakal tersebut” terang Ramon.

Kali ini, parahnya Dinas PUPR Padang seakan izinkan kontraktor dalam penggunaan material yang diduga SNI caplokan (palsu). Sebab seyogyanya, material yang akan digunakan harus melalui persetujuan dari owner (Dinas PUPR Padang) terlebih dahulu, tutur Ramon.

Sementara itu, lanjutnya,” Kementrian PUPR RI mengharuskan, dalam spesifikasi teknis interm seksi 7.4, pengadaan jembatan baja, mesti menggunakan baja pabrikasi (Skh 1-7-4) SNI tanggal 10 januari 2011.

Apabila baja yang dipakai tidak demikian, ini jelas bertentangan dengan UU No.20 tahun 2014 tentang standar nasional indonesia (SNI) yang mengatur Ketentuan material pabrikasi, tukasnya.

Namun nyatanya, merk baja profil yang digunakan untuk struktur Jembatan paket-1 itu, kuat dugaan belum terdaftar di Badan Standar Nasional (BSN), pungkasanya.

Aroma persekongkolan kian ketara tercium, setelah pihak-pihak terkait pada proyek tersebut bungkam serta berupaya mengelak saat ingin dikonfirmasi media.

Seperti halnya, Kadis PUPR Padang, Fatriarman Noer, yang merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) saat dikonfirmasi teridikasi selalu mengelak, tidak pernah menjawab ataupun membalas telpon dan SMS awak media.

Apabila, akan ditemui keruangannya, Fatriaman Noer terkias selalu gunakan jasa anggotanya untuk menghambat awak media menemuinya.

Begitu juga Direktur PT. SML, Salmi, saat dikonfirmasi via telpon ke nomor 081364934xxx tidak mau berkomentar jauh, lalu seakan lempar tanggungjawab. Dikatakannya, Kejadian tersebut sudah ditetapkan sebagai bencana alam (kahar). Dan kini pihaknya tengah mempersiapkan laporan, kata Salmi Selasa (06/11) kemari.

Dan untuk konfirmasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan jembatan beringin, silahkan hubungi Mindo karena dia yang lebih tau, elaknya.

Sampai berita ini ditebitkan, pihak media masih dalam upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.

*Tim*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *