Diduga, DPUPR Padang Digrogroti Pecandu KKN

oleh -939 views

Padang,-SUMBARTODAY,-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) Padang,kuat dugaan digrogoti para pecandu KKN. Pasalnya, dalam palaksanaaan kegiatan APBD yang dimotori dinas basah tersebut, banyak kecurangan yang dilakukan kontraktor seakan direstui dinas.

Diantaranya, proyek bernomor kontrak 72/KONT-SDA/APBD/PUPR/2018, dengan nilai Rp 3.070.347.000, dilaksanakan PT.Nabil Surya Persada (NSP) dan Cv.Dirga Jaya Indo selaku pengawas, kuat dugaan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan KAK yang ada dikontrak.

Seperti pekerjaan pemasangan Kerb(beton) diduga tidak sesuai spek, yang mana, dalam dokumen jelas dituliskan untuk Kerb type L yang dipakai harus K-300 dengan volume 655,24.

Fakta dilapangan, kerb yang dipakai kontraktor ada ubin yang sengaja diisi sebelum dicetak. Apakah kerb yang berisi ubin ini sesuai spek dengan K-300. Juga, ada beberapa kerb sengaja dibuat dilokasi, itu juga disangsikan kwalitasnya.

Namun, saat dikonfirmasi kepada Juprianto selaku kontraktor pada Senin(29 Oktober 2018) via selulernya dengan nomor 082287505xxx, sampai saat berita diterbikan belum beri jawaban.

Dilain pihak, Kasmaizal sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada proyek tersebut mengatakan bahwa Kerb yang dipakai direhab trotoar itu dengan kwalitas K-250, kata Kazmaizal,Jumat (09/11) tadi via selulernnya 081374891xxx.

“Kerb yang dipakai sesuai spek K-250, nanti saya cek lagi” tutur Kasmaizal.

Namun, saat diminta tanggapannya, apabila ada temuan dalam pengujian itu, konsekuensinya apa bagi kontraktor. Kasmaizal menjawab,”kita pastikan dulu, sebab, kita tidak bisa bicara seandainya, tanpa ada pengujian” tambahnya lagi.

Terakhir Kasmaizal mengatakan, “silahkan tanyakan kepada Konsultan pengawas, dan apabila memang terbukti, kita akan hitung pekerjaan nya”, pungkas PPTK tersebut.

Ironis, pekerjaan yang berlokasi tepat dikantor DPUPR Padang, bisa luput atau sengaja dibiarkan dalam pengawasannya oleh pihak terkait.

Sampai berita ini diturunkan, awak media masih berupaya konfirmasi pihak terkait lainnya.

“Tim”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *