Bangunan Rumah Kadis PUPR Sumbar Disinyalir Gunakan Besi Non SNI

oleh -934 views

Padang,SUMBARTODAY,-Indikasi ada Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) terjadi di proyek rehab rumah dinas Kepala dinas PUPR Sumbar semakin kentara tercium.

Sebelumnya, PPTK kegiatan tersebut pernah akui kalau kegiatan itu memang tidak menggunakan SMK3 dan K3 kepada media. Namun, pernyataan PPTK tersebut dibantah oleh KPA kegiatan merangkup Sekretaris di DPUPR Sumbar, akrab dipanggil Dina Rabu (31/10/2018)beberapa waktu lalu.

Dina menjelaskan,” memang untuk SMK3 pada proyek ini tidak diadakan, tapi untuk K3 nya memang harus ada, sebab, untuk K3 memang harus,karena ini sudah aturan pada proyek yang memakai uang negara” terang Dina.

Baca berita sebelumnya: Visi” Resiko Kecelakaan Kecil,K3 tidak dipakai”

Jadi, mungkin ada komunikasi yang tidak jelas antara PPTK dengan Media, lanjut Dina,” makanya, harus diklarifikasi lagi”tukasnya.

Tapi terpantau dilapangan, apa yang dikatakan Dina tidak ditemui.Umumnya, para pekerja tidak menggunakan alat pengaman atau pelindung saat bekerja.

Penggunaan material Besi tidak sesuai spek

Selanjutnya, disinyalir pada kegiatan tersebut dalam penggunaan material Besi tidak sesuai spek.

Karena, proyek bernomor kontrak 152/SP-KPA-SEKR/2018 Tanggal 16 Juli 2018, dengan nilai Rp 803.225.000,- dikerjakan CV.Faura Abadi dan diawasi PT.Reka Cipta Abadi, material besi yang digunakan tidak sesuai dengan seharusnya (Besi Banci).

Saat diukur menggunakan alat ukur diameter besi(skatmet), besi yang dipakai dalam proyek tersebut melebihi toleransi yang semestinya. Seperti, besi 12mm, ditemukan hanya 11mm, begitu juga besi 10mm didapati hanya 9mm.

Sementara, Badan Standar Nasionak (BSN) telah merumuskan Standarisasi Besi Tulangan Beton yang biasa dipakai pada Pelaksanaan Pembangunan Proyek Sipil, misalnya, Gedung, Rumah, Jembatan, dan sebagainya.Diameter Tulangan masih dalam batas Toleransi sesuai berikut:Diameter,6mm,Batas Toleransi = 0,3mm
Diameter = 8 s/d 14mm,Batas Toleransi = 0,4mm
Diameter = 16 s/d 25mm,Batas Toleransi = 0,5mm
Diameter = 28 s/d 34mm,Batas Toleransi = 0,6mm
Diameter = diatas 34mm,Batas Toleransi = 0,8mm

Begitu juga menurut tim penguji material besi dengan dana APBD, toleransi besi tidak boleh lebih dari 0,04, apabila ditemukan lebih dari itu,maka saat uji tarik dilakukan, tetap tidak didapati Mpa 24000 ultimite, terang pelaksana uji material proyek, dilabor salah satu Kampus dikota ini.

Namun, saat dikonfirmasi kepada PPTK, dan KPA kegiatan tersebut, menyatakan akan memeriksa nya lagi.Akan tetapi, sampai saat berita diterbitkan, belum ada klarifikasi dari PPTK juga KPA kegiatan.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya konfirmasi pihak terkait lainnya.

“Tim”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *