Kasus Century Jadi Bahan Mainan Petinggi Negeri Dongeng

oleh -830 views

PADANG,SUMBARTODAY– Apasih susahnya mengungkap suatu kasus, apalagi century merugikan keuangan negara sangat besar. wajar kita sebagai rakyat sangat berharap kasus ini segera terungkap.namun inilah yang terjadi di negeri ini, semua diperdagangkan. termasuk kasus besar yang merugikan rakyat.

Berikut kami kutip dari RMOL.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipraperadilankan karena tidak kunjung mengusut kasus Bank Century. Bahkan, hingga kini proses penyidikan megaskandal itu tidak terjadi di lembaga anti rasuah.

Hal itu disampaikan koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Menurut dia, pihaknya tetap melakukan gugatan karena KPK dianggap tidak berani maju ke tahap penyidikan.

“Kami tetap menggugat berupa praperadilan KPK dalam kasus Century, karena belum berani maju tahap penyidikan,” ujar Boyamin dalam keterangannya, Jumat (16/11).

Dalam beberapa hari ini KPK telah memanggil beberapa orang terkait penyelidikan Century di antaranya mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono, mantan Deputi Bank Indonesia Miranda Gultom dan Wimboh Santoso.

Boyamin mengatakan, ada dua hal yang perlu segera dikuak dari kasus Century. Pertama, bahwa penyelidikan baru kasus Century oleh KPK telah dimulai dengan diterbitkannya Surat Perintah Penyelidikan tanggal 5 Juni 2018.

Kedua, pada Rabu (13/11) lalu, KPK juga telah meminta keterangan Budi Mulya di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Dia menekankan, berdasar putusan praperadilan nomor 24/Pid.Prap/2018 Pengadilan Jakarta Selatan, Hakim Effendi Muchtar memerintahkan KPK untuk melakukan penyidikan dan bukan penyelidikan. Sebab sejak tahun 2012, KPK telah melakukan penyelidikan kasus Century.

“Semestinya sekarang langsung tahap penyidikan,” ujar Boyamin.

Makanya itu menurut dia, KPK sudah melawan keputusan Praperadilan, bahkan terkesan sengaja mengulur-ulur pengusutan kasus itu.

“KPK yang hanya berkutat tahap penyelidikan sejak Juni 2018 hingga hari ini, dan belum berani tahap penyidikan, maka haruslah dipahami sebagai bentuk KPK melawan putusan praperadilan,” ujarnya.

Sepertinya kejadian ini sudah lumrah terjadi di negara dongeng ini yang katanya berada diatas awan, mereka semua mencari uang, sangat naif bagi negara yang begitu besar, akan di-hancur-kan bersama-sama oleh para Pejabat Negara yang Korups yang hanya mempertimbangkan hal hal duniawi saja.(Red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *