Kembalikan Discount Asuransi Kredit Ke Nasabah Sebelum Jadi Issue Yang Merugikan Bank

oleh -937 views

PADANG,SUMBARTODAY-Terkait Asuransi Kredit serta Penjamin asuransi Kredit, pada edisi ini kami sebagai salah satu media lokal yang diharapkan oleh masyarakat guna mengungkap tentang kebenaran dari sejumlah fakta yang terjadi, kami merasakan akibat dari kecurangan demi kecurangan yang harus ditanggung oleh masyarakat, oleh sebab itu dari hasil investigasi dan konfirmasi kami menyimpulkan bahwa masyarakat perlu mengetahui akan haknya sebagai nasabah sebuah bank dan asuransi, Apa sajakah yang menjadi hak nasabah dan apa kewajiban asuransi terhadap nasabah serta sejauh mana keterlibatan pihak bank dalam permasalahan ini.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Premi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaannya pada suatu asuransi. Besarnya premi atas keikutsertaan tersebut, harus dibayarkan sebesar yang telah ditetapkan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung.

Dari sisi finansial, Assuransi adalah sebagai suatu alat untuk mengurangi risiko, dengan cara manggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena risiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah yang cukup besar, agar probabilitas kerugiannya dapat diramalkan. jika kerugian yang diramalkan terjadi akan dibagi secara proposional oleh semua pihak dalam gabungan unit resiko itu.

Sedangakan dari sisi hukum asuransi merupakan suatu perjanjian pertanggungan risiko antara tertanggung dengan penanggung. Dalam hal ini penanggung berjanji akan membayar kerugian yang disebabkan risiko yang dipertanggungkan kepada tertanggung. Sedangkan kewajiban tertanggung adalah membayar premi secara periodik kepada penanggung. Jadi, tertanggung mempertukarkan kerugian besar yang mungkin terjadi dengan pembayaran sejumlah tertentu yang relatif kecil.

Jika kita analisa lebih teliti bahwa Premi asuransi dalam sebuah transaksi kredit pada bisnis perbankkan adalah menjadi kewajiban dari tertanggung, sekaligus merupakan seorang nasabah di perbankkan.

Seorang nasabah sebelum diberikan sejumlah kredit oleh perbankkan, dibebankan sejumlah nominal tertentu yang sudah termasuk kedalam pokok hutang yang dijamin oleh sejumlah agunan dengan nilai tertentu juga.

Jumlah dari nilai premi tersebut tentunya sudah disepakati oleh nasabah dengan perusahaan asuransi yang dihitung berdasarkan waktu tertentu, biasanya durasi dihitung pertahun.

Discount merupakan sejumlah uang dikembalikan oleh Penanggung atau perusahaan asuransi kepada nasabah atau tertanggung dalam sebuah transaksi.

Setelah awak media ini melakukan konfirmasi kepada sejumlah orang yang berkepentingan didunia perbankkan sebutlah Efrizal(Can) salah seorang pejabat OJK Sumbar, ” Pengembalian sejumlah nilai uang dari asuransi merupakan pemasukan atau pendapatan pihak perbankkan, namun sekarang sudah dilarang karena itu merupakan temuan ojk”, ungkap Efrizal(Can) menjelaskan.

Sementara Dedy Patria salah seorang petinggi OJK yang sekarang bertugas di Jawa Tengah yang pernah bertugas di Sumatera Barat menjelaskan,”Selama ini kejadiannya memang demikian, tetapi kita harus melihat klausul perjanjiannya terlebih dahulu”, ucap Dedy Patria yang merupakan petinggi OJK di Jawa tengah.

Sedangkan salah seorang karyawan bank terkemuka di daerah ini mengatakan,” sejumlah uang pengembalian dari asuransi kami tempatkan dalam sebuah rekening khusus, nama rekening tersebut adalah rekening titipan nasabah, dan selama ini uang itu merupakan pendapatan bank yang sudah tersystem”, jelas salah seorang pejabat perbankkan tersebut yang tidak mau disebut namanya.

Ketika kami melakukan konfirmasi kepada Mardyah kepala divisi sekretariat Bank Nagari, seperti menghindar beliau terkesan sibuk, dengan alasan sedang rapat, beliau menjanjikan untuk bertemu dengan awak media ini.

Sama seperti jawaban dari Efrizal(Can) salah seorang petinggi OJK Sumbar, Dedy Cardi sebagai seorang petinggi bank Nagari yang menempati posisi sebagai kepala divisi umum mengatakan bahwa “Sekarang colection fee tersebut sudah dilarang karena ada temuan OJK” ucap Dedi meyakinkan.

Saat kami melakukan hubungan via telephone sekitar jam 13.55 Wib dengan Syafrizal salah satu direksi di bank nagari, sampai berita ini di posting, belum dapat dihubungi dan kami akan berusaha untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut.

Sementara Surya Sutan Sari Alam salah seorang aktivis anti korupsi Sumbar yang tergabung didalam LSM Komunitas Anak Daerah(KOAD) mempertanyakan pengembalian dana tersebut, merupakan hak siapa? dan kalau dugaan itu benar, maka apa nama pelanggaran yang cocok untuk sejumlah uang yang dikumpulkan oleh cabang dari bank tersebut, kata Surya Sutan Sari Alam seakan bertanya.

Diskusi yang dilakukan dilingkungan LSM KOAD menyimpulkan bahwa itu tidak dibenarkan, jika benar telah terjadi pengumpulan sejumlah dana yang bersumber dari pengembalian asuransi nasabah kredit. hal itu dikuatkan oleh sebuah informasi dari salah seorang mantan karyawan pada Bank Nagari yang telah berhenti, Informasi yang beredar di salah satu perbankkan di daerah Sumatra Barat bahwa salah satu cabang bisa mendapatkan dana tersebut 100 juta sampai 200 juta yang masuk ke rekening titipan nasabah tersebut dalam setiap bulannya.

“Woww Dahsyat…. kalau itu benar terjadi, kita akan investigasi secara mendalam, yang jelas, jika benar sudah dilarang tentunya terjadi selama ini adalah pelanggaran”, ucap Surya Sutan Sari Alam sinis.

Pak De panggilan akrap dari ketua LSM Tipikor Sumbar mengatakan, “kalau kita telisik lebih jauh tentang praktek-praktek busuk di dunia perbankkan maka kita akan mendapatkan berbagai penyimpangan yang terjadi di sebagian bank terutama tentang kesalahan prosedur yang berakibat kerugian masyarakat dan negara, namun khusus hal ini dapat diduga bahwa telah terjadi penggelapan uang yang menjadi hak nasabah”, tukuk Pak De menambahklan.

Sementara Indrawan sebagai ketua LSM Komunitas Anak Daerah(KOAD) mengatakan, “tidak heran jika informasi tersebut beredar, bahkan saya mendengar dari berbagai sumber yang telah berpengalaman sebagai kepala di berbagai cabang Bank Nagari, kutipan yang dinamakan kolektive Fee yang merupakan discount dari premi asuransi yang dibayarkan oleh perusahaan Assuransi kepada Bank, hal ini diduga telah berjalan dalam waktu yang lama, sehingga akan lebih baik jika hal ini kita lakukan investigasi secara berkelanjutan, sehingga permasalahan penyalahgunaan dana pengembalian assuransi kredit tersebut dapat di terima oleh yang berhak menerimanya”.

Lebih lanjut Indrawan mengatakan,”Untuk itu kita berharap aparat penegak hukum pro aktif dalam menindaklanjuti temuan ini, petinggi Bank Nagari sebaiknya melakukan revisi jika hal ini memang merupakan pendapatan Bank, toh sekarang kan sudah dilarang, jika tetap memelihara dan menutupi kesalahan yang terjadi, Bank Nagari semakin lama makin diragukan oleh masyarakat, kami dari LSM KOAD sebagai perwakilan dari masyarakat tentunya tidak menginginkan Bank Nagari bangkrut”, katanya menjelaskan.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *