Korupsi IPDN Agam, KPK Panggil Ulang Dua Direksi Hutama Karya

oleh -406 views

PADNG,SUMBARTODAY-Mangkir dari panggilan KPK, seyoganya hari ini diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pelaksanaan pembangunan gedung kampus IPDN di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Tahun Anggaran 2011., KPK pastikan akan memanggil ulang Direktur Utama PT Hutama Karya Bintang Perbowo dan Direktur Keuangan PT Hutama Karya Anis Anjayani,

Hal itu dikatakan oleh Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi, Kamis (8/1). Menurutnya penyidik memastikan akan melakukan pemanggilan ulang terhadap keduanya. “Dua saksi BRK (Budi Rahmat Kurniawan) tak hadir hari ini. Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang namun belum ditentukan waktunya,” kata Febri.

Diketahui sebelumnya, dalam kasus dugaan suap pembangunan kampus IPDN di Kabupaten Agam, KPK menjerat Dudy Jocom selaku eks pejabat Kemendagri dan Budi Rachmat Kurniawan yang merupakan mantan General Manager PT Hutama Karya sebagai tersangka.

Selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPA) dalam proyek, Dudy tersebut dinyatakan terbukti menerima keuntungan sebesar Rp 4,2 miliar dan telah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 1 bulan kurungan dalam kasus ini. Ia juga diharuskan membayar uang pengganti senilai uang yang dikorupsinya. Sementara berkas perkara Budi masih dalam proses penyidikan.

Dari perbuatannya tersebut, Dudy dianggap telah memperkaya orang lain, yaitu Budi Rachmat Kurniawan sebesar Rp 571 juta, GM Pemasaran Divisi Gedung PT Hutama Karya Bambang Mustaqim  sebesar Rp 500 juta, Sekretaris Panitia Pengadaan Barang/Jasa Sri Kandiyati sebesar Rp 100 juta dan Hendra sebesar Rp 2 miliar, serta Mohamad Rizal sebesar Rp 500 juta.

Selain itu , Dudy juga dianggap sudah menguntungkan korporasi, yaitu PT HK sebesar Rp 31,24 miliar. Uang berasal dari pengalihan pekerjaan utama kepada pihak ketiga sebesar Rp 13,81 miliar, pencairan subkontrak fiktif sebesar Rp 8,27 miliar dan kekurangan volume pekerjaan Rp 9,16 miliar.

Dudy juga  dianggap telah menguntungkan PT Yulian Berkah Abadi sebesar Rp 167,8 juta, CV Restu Kreasi Mandiri sebesar Rp 40 juta dan CV Prima Karya sebesar Rp 130 juta.(Red)

LSM KOAD : “Menilik berbagai kasus yang terjadi di seluruh wilaya NKRI, yang menjadi PR kita sebagai Aktivis anti korupsi adalah semakin maraknya korupsi, tanpa rasa takut mereka tetap konsisten melakukan perampasan/maling uang milik negara. Apa penyebab utama terjadinya korupsi yang seakan tanpa henti henti. yang jelas kami sebagai LSM ingat sebuah kata sindiran yang ditujukan kepada NKRI, Di Cina koruptor ditembak mati, di Arab koruptor di potong tangan, di Indonesia koruptor di potong masa tahanannya.(Red)

(sumber:Newstime.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *