Kejati Sumbar Usut Kasus Dana Hibah Rajawali, Kita Tunggu Siapa Yang Terlibat

oleh -927 views

PADANG,SUMBARTODAY-LSM Komunitas Anak Daerah tidak kaget, jika Kejati Sumbar melakukan penyelidikan terkait dugaan penyelewenangan Dana hibah Rajawali dengan nilai mencapai Rp 86Miliar yang saat ini masih mengendap di kas daerah Provinsi Sumbar.

“Kami dari LSM KOAD mendapatkan Informasi bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar memiliki beberapa nomor rekening pada bank nagari. kami sebagai LSM yang mewakili kepentingan masyarakat, mempertanyakan keadaan tersebut, karena diluar rekening resmi adalagi rekening lain tempat menyimpan uang atas nama XXX. hal ini telah kami konfirmasi kepada salah seorang direksi melalui melalui WA namun sampai berita ini diturunkan kami belum mendapat balasan, yang jelas rekening resmi pemerintah daerah sumbar, ada tiga rekening, umum, penerimaan dan pengeluaran, sesuai dengan lapiran keputusan gubernur nomor 903-34-2016 yang ditetapkan 25 Januari 2016, diluar itu perlu dipertanyakan,” ungkap Indra

Meski pihak bank tempat penyimpanan dana tersebut menyatakan bahwa uang yang berasal dari dana hibah tersebut masih dalam keadaan utuh, kejati Sumbar tetap akan melanjutkan meminta keterangan kepada Bank Indonesia.

Lebih jauh keterangan Aspidsus, “Kami memang tengah melakukan pendalaman tehadap laporan terkait Dana Hibah Rajawali itu.

“Kami juga terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi yang dibutuhkan. Setidaknya sudah sepuluh saksi yang kami mintai keterangan.

“Dari keterangan itu kami merasa ada yang perlu didalami,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sumbar, Prima Idwan Mariza, kepada awak media, Senin (21/1).

Prima menjelaskan bahwa dugaan penyelewengan dana Rajawali tersebut diterima oleh kejati melalui laporan masyarakat.

Dana itu sendiri merupakan dana hibah dari PT Rajawali, Dana tersebut diperuntukkan bagi dunia pendidikan propinsi Sumatera Barat.

Namun, uang itu masih mengendap di rekening salah satu bank sumbar yang selama ini banyak terjadi Kasus-kasus kredit macet.

“Sekarang kasus tersebut masih tahap penyelidikan, jika ditemukan minimal 2 alat bukti yang cukup, barulah status laporan tersebut akan ditingkatkan ketahap penyidikan.

Kami telah mendatangi pihak bank tempat uang itu disimpan. Berdasarkan informasi dari mereka, memang uang itu masih utuh, termasuk bunganya. Belum dilakukan penarikan sama sekali,” katanya.

LSM Komunitas Anah Daerah meminta Kejati Sumbar serius dalam melakukan penanganan kasus tersebut, jika kita lihat kebelakang terlalu banyak kasus yang terjadi namun tidak sampai ketahap peradilan.

Masyarakat melalui LSM yang berada didaerah Sumbar sangat berkepentingan dalam hal ini, “Andai saja pemerintah Sumbar menjaga Amanah yang dititipkan kepada mereka, tentunya banyak anak yang akan terbantu, sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi, tugas pemerintah menyalurkan, jadi jangan ditahan, jika aturannya belum ada, kan ada DPRD yang akan membuat aturannya ” ungkap Indrawan Ketua LSM KOAD tersebut. (Red)

(sebagian informasi bersumber dari HarianHaluan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *