Polisi Lidik Dugaan Korupsi Hotel Balairung, Kejati Gali Info Dana Rajawali dari Bank Indonesia

oleh -898 views

PADANG-SUMBARTODAY-Selain dugaan penyelewengan Dana Rajawali, Aparat Penegak Hukum (APH) juga tengah menangani laporan masyarakat terkait dugaan korupsi yang terjadi dalam pengelolaan Hotel Balairung di Jakarta. Hotel tersebut milik Pemprov Sumbar yang sejak diresmikan beroperasi pada 2013 lalu belum kunjung memberikan deviden terhadap kas daerah provinsi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Margiyanta melalui Kasubdit 3 Dirkrimsus Polda Sumbar, AKBP Sugeng Hariyadi mengatakan, saat ini kepolisian masih mempersiapkan administrasi pendukung penanganan kasus tersebut.

“Sementara kami masih mempersiapkan administrasi pendukung dan pihak-pihak yang akan dimintai keterangan atas dugaan tindak pidana korrupsi Hotel Balairung tersebut.

Sebelumnya kami sudah periksa beberapa orang. Kami menargetkan secepatnya kasus ini diselesaikan, dan kalau cukup bukti, dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Sugeng Hariyadi, Selasa (22/1).

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Margiyanta mengatakan, penyelidikan yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat, yang menduga telah terjadi praktik korupsi dalam usaha pelaksanaan operasional hotel tersebut. “Ini diawali laporan yang datang dari masyarakat. Diduga ada unsur korupsi dalam operasional Hotel Balirung itu. Kami sudah cek keberadaan hotel itu di Jakarta,” kata Margiyanta beberapa waktu lalu.

Terkait pengusutan laporan tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno sebelumnya menyangkal korupsi dalam pengelolaan Hotel Balairung.

Ia menilai, minimnya kontribusi hotel yang dikelola dalam bentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu terhadap pemasukan daerah, tidak dapat menjadi pijakan untuk memberi cap bahwa hotel tersebut memiliki manajemen yang buruk.

“Terkait dugaan itu, saya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Saya tidak akan mengintervensi. Namun harus ditelaah dulu, inti persoalannya itu di mana. Memang, selama ini Hotel Balairung hampir tidak memberikan deviden untuk kas daerah.

Akan tetapi, bukan berarti bisa dibilang kalau hotel itu merugi,” ujarnya, usai menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, Kamis (3/1) lalu.

kata Irwan, dari sisi management keuangan,Hotel Balairung memang tampak merugi. Namun secara bisnis, Hotel Balairung justru dalam keadaan untung.

Hal itu dapat terlihat dari tingkat okupansinya yang terbilang tinggi, yakni selalu di atas 60 persen dari total kamar yang tersedia.

“Nah, jadi kenapa secara keuangan kelihatannya merugi? Pertama, gedung Balairung yang sekarang menjadi hotel itu, saat awal dibangun tahun 2007 dimaksudkan untuk menjadi gedung kantor dengan investasi besar. Seperti halnya kalau kita bangun rumah sendiri, dibangun sebagus mungkin. Dindingnya tinggi, temboknya tebal, lantainya tebal dan sebagainya. Ternyata pada 2009, lewat Perda, diubah menjadi hotel,” kata Irwan.

Logikanya, sambung Irwan Prayitno lagi, untuk hotel dengan tarif per malam Rp500.000, investasi paling tinggi yang ditanamkan adalah senilai Rp500 juta. Sedangkan Hotel balairung memiliki nilai investasi Rp1 miliar per kamar, karena sejak awal memang tidak direncanakan untuk menjadi hotel. Hal itu kemudian membuat Hotel Balairung menjadi tidak ekonomis untuk bangunan berorientasi bisnis.

LSM KOAD bereaksi terhadap dugaan korupsi di hotel balairung tersebut,” jika kita telisik lebih mendalam, maka kita akan mendapatkan banyak kejadian yang aneh-aneh, biasanya berkaitan  dengan kasus yang lain. hal ini bisa saja disebabkan karena para pelaku tergolong orang yang berpendidikan tinggi. oelh karenanya sebagian besar BUMN/BUMD sering menjadi sapi perah orang-orang yang rakus, kami dari LSM KOAD juga sedang melakukan investigasi terhadap dugaan korupsi yang terjadi di Hotel ini, kami sudah dengar 3 tahun lalu, hanya saja ketika kami melakukan konfirmasi kepada pihak terkait dan managemen Hotel Balairung, sepertinya mereka kurang terbuka menjawab pertanyaan kami.(Red)

(sumber : HarianHaluan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *