Masyarakat Harus Tahu Biaya dan Tarif Listrik Per KWh

oleh -1.424 views

Menghitung Konsumsi Listrik PLN

Listrik hingga kini merupakan salah satu biaya bulanan yang harus dikeluarkan bagi orang-orang yang sudah memiliki rumahnya sendiri. Nah mungkin kamu generasi milenial yang baru bekerja salah satunya.

Sebelum kamu benar-benar memiliki rumah baru, ada baiknya jika kamu belajar tentang biaya dan tarif listrik per KWh di tahun 2018 ini. Dengan mengetahui berapa besaran tarif listrik per KWh 2018 kamu bisa mengatur pengeluaranmu nanti.

Pahami Golongan Listrikmu

Sebelum membahas biaya dan tarif listrik per KWh pada tahun 2018, kamu tentunya harus mengetahui golongan listrikmu. Karena nanti untuk menghitung biaya dan tarif listrik per KWh nya, kamu akan berpatokan pada golongan ini.

penyesuaian tarif tenaga listrik

Saat ini golongan listrik untuk rumah terbagi menjadi 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, 4.400 VA, 5.500 VA, hingga golongan 6.600 VA ke atas. Kalau kamu bingung, biasanya rumah dengan 1-2 AC cukup menggunakan listrik 1.300 VA. Cobalah berpatokan dari sana.

Berapa Tarif Listrik per KWh Sekarang?

Kamu mungkin sudah membaca-baca sebelumnya, bahwa per 2018 bapak presiden dan jajarannya sudah menetapkan bahwa tariff dasar listrik tidak akan dinaikkan. Tapi akan dilakukan penyederhanaan.

Untuk golongan 900 VA, kamu termasuk golongan yang mendapatkan listrik bersubsidi sehingga harganya menjadi relatif murah dibandingkan golongan-golongan listrik di atasnya, yakni seharga Rp 1.352,- per KWh nya.

Sementara bagi kamu yang menggunakan listrik dengan daya 1.300 VA hingga 6.600 VA akan dikenakan biaya listrik seharga Rp 1.467,28 per KWh nya. Untuk tahun 2018 ini setidaknya belum ada wacana kenaikan biaya listrik, tapi sulit rasanya memprediksikan ini untuk tahun 2019.

Tarif Listrik Prabayar

Bagi kamu yang menggunakan token listrik, ada sedikit penambahan biaya yang harus dikeluarkan apabila kamu ingin membeli token listrik ini. Meski demikian secara umum tarif dasar listrik per KWh nya tetaplah sama dengan pascabayar.

Listrik prabayar

Biaya pertama adalah biaya admin dimana biaya ini merupakan biaya yang dibebankan kepada kamu sebagai pembeli token listrik. Besaran biaya admin berbeda-beda tergantung dimana kamu membeli token listrik mu. Intinya biaya admin ditentukan oleh si provider token listrik.

Biaya kedua yakni biaya material yang merupakan biaya tambahan apabila kamu membeli token listrik. Biaya material akan dibebankan kepada konsumen hanya jika konsumen membeli token listrik dengan nilai lebih dari Rp 200.000,-

Selanjutnya kamu pun harus membayar biaya pajak ketika membeli token listrik ini. Biaya pajak yang harus kamu bayarkan adalah Pajak Penerangan Jalan dan Pajak Pertambahan Nilai. Biaya PPJ besarnya bergantung dengan daerah kamu tinggal. Sementara PPN baru akan dikenakan apabila kamu termasuk golongan listrik R2 (lebih dari 3.500 VA).

Untuk menghitung biaya pembelian token, tentunya kamu cukup mengurangkan biaya Tarif Dasar Listrik per KWh dengan biaya-biaya tambahan tadi. Nah untuk lebih jelasnya yuk simak simulasi di bawah ini.

Anggap saja kamu tinggal di DKI Jakarta dengan batas daya listrik di kost/rumah mu sebesar 1.300 VA (artinya golongan R1). Kamu ingin membeli listrik dengan uang sejumlah Rp 100.000,-

Pertama-tama uang kamu akan dikurangi dengan biaya administrasi. Dalam kasus ini kamu tinggal di DKI Jakarta sehingga biaya administrasinya adalah Rp 4.000,-. Kemudian setelah dikurangi, kamu akan dikenai biaya PPJ DKI Jakarta sebesar 3%.

Kesimpulannya uang yang akan kamu belikan daya listrik adalah Rp 96.000 – (Rp 96.000,- x 3%) = Rp 93.120.-. Uang sejumlah itu apabila dibagi dengan Rp 1.467,28 (TDL R1) adalah sekitar 64,464 KWh.

Untuk mudahnya kami telah merangkum biaya token dengan jumlah listrik yang akan kamu dapatkan. Namun biaya yang kami tuliskan di bawah ini adalah biaya yang berlaku bagi kamu yang tinggal di wilayah DKI Jakarta.

Dengan harga Rp 20.000,- kamu akan mendapatkan listrik13,2 KWh. Sementara dengan Rp 50.000,- kamu akan mendapatkan 33,1 KWh.Dengan Rp 100.000,- dan Rp 250.000,- kamu akan mendapatkan 66,2 KWh dan 132,3 KWh. Terakhir dengan Rp 500.000,- dan Rp 1.000.000,- kamu akan mendapatkan listrik sebesar 328,9 KWh dan 659,7 KWh.

Khusus untuk PPJ, kamu memang harus mencarinya sendiri di website sesuai dengan tempat tinggalmu. Namun secara umum DKI Jakarta, Bogor, Depok, dan Kabupaten Serang memiliki PPJ terendah yakni 3%. Sementara daerah Sulawesi, Jawa Timur, dan beberapa wilayah di Sumatera memiliki PPJ tertinggi yakni sebesar 10%.

Bagaimana Menghitung Konsumsi Listrik Saya?

Untuk menghitung konsumsi listrikmu, kamu pertama-tama perlu melakukan pendataan perabotan yang menggunakan listrik. Khusus untuk hal ini besarannya tentu akan sangat bervariasi mengingat saat ini banyak produk perabot listrik yang memakai teknologi-teknologi tertentu yang membuat konsumsi daya menjadi lebih hemat.

Kemudian kamupun harus mendata seluruh perabotan yang menggunakan listrik, termasuk seluruh lampu rumah yang sering kamu nyalakan. Walaupun kamu menggunakan lampu LED yang hanya memakan daya sebesar 8 Watt saja.

Nah kita asumsikan yuk, kamu menggunakan 10 lampu dengan daya 10 Watt, 1 AC (1PK) dengan daya 750 Watt, 1 TV LED 32 inch dengan daya 62 Watt, 1 kulkas dengan daya 300 Watt, serta 1 mesin cuci dengan daya 300 Watt.

Kemudian asumsikan lamanya waktu masing-masing perabotan itu menyala, dan kalikan dengan jumlah daya listrik yang dikonsumsikan, sebagai berikut:

  1. Lampu 10 buah x 10 Watt x 12 jam = 1.200 Watt
  2. AC 1PK 1 buah x 750 Watt x 9 jam = 6.750 Watt
  3. LED TV 32 inch 1 buah x 62 Watt x 5 jam = 310 Watt
  4. Kulkas 1 buah x 300 Watt x 24 jam = 7.200 Watt
  5. Mesin cuci 1 buah x 300 Watt x 1 jam = 300 Watt

Dari sini kamu bisa menjumlahkan seluruh pemakaian daya dari perabot rumah tangga yang kamu miliki. Kamu juga perlu ingat, hitungan ini merupakan hitungan kasar bagi rumah tangga golongan R1 (daya 1.300 VA).

Dari seluruh perabot tadi, jika kamu jumlahkan, totalnya adalah 15.760 Watt dalam satu hari atau sekitar 15,76 kiloWatt. Nah kamu tinggal kalikan dengan tarif dasar listrik per KWh nya yakni Rp 1.467,26 x 15,76 = Rp 23.124,01.

Dari sini kamu tinggal perkirakan biaya bulanan listrik kamu dengan mengalikan Rp 23.124,01 dengan 30 hari. Perkiraannya dalam satu bulan kamu harus membayar tagihan listrikmu sebesar 700 ribu rupiah.

Nah sebenarnya perhitungan listrik ini amat bergantung dengan penggunaan mu sehari-hari. Meski demikian dalam pemakaian yang normal seharusnya biaya pengeluaran listrikmu tidak akan lebih dari 1 juta rupiah.

Tips dari kami, kamu harus selalu mencatat pengeluaran listrikmu setiap bulannya. Seharusnya kamu bisa mengatur pengeluaranmu selanjutnya karena kamu bisa memperkirakan hal tersebut jika memang di bulan-bulan sebelumnya kamu melakukan pencatatan dengan baik.(Red)

(sumber: sepulsa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tema Majalahpro Desain oleh Gian MR
Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Refresh