Survey Membuktikan, Yang Tidak Memilih Jokowi Lebih Banyak

oleh -18 views

PADANG,SUMBARTOADY-Direktur Eksekutif Kedai Kopi, Hendri Satrio mengungkapkan berdasarkan hasil survey terbaru tingkat elektabilitas Jokowi hanya 44,9 persen. Yang tidak memilih Jokowi justru lebih banyak.

“Kami menanyakan tentang pilihan Presiden bila pemilu dilakukan di hari, saat pertanyaan diajukan. Responden yang memilih Jokowi 44,9% sementara yang memilih opsi jawaban selain Jokowi ada 48,9% dan sisanya tidak menjawab,” ungkap Hendri kepada wartawan.

Pada opsi jawaban selain Jokowi, responden menyebut nama Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Tri Rismaharini, Agus Harimurti Yudhoyono dan beberapa nama lainnya.

Hal ini nampaknya juga berpengaruh terhadap pilihan partai politik di 2019. Hanya 41,3% responden yang mengaku akan memilih partai politik pengusung Jokowi pada 2019 nanti, 53,5% menjawab tidak akan memilih sementara sisanya memilih untuk tidak menjawab atau tidak memilih.

Sedangkan tingkat kepuasan atas janji Jokowi-JK sebesar 55,7 responden puas dengan pemerintahan Jokowi-JK, ada 43,3 persen menjawab tidak puas dan sisanya tidak menjawab. “Pembangunan infrastruktur (32,7 persen) dan bantuan kesehatan serta pendidikan (16,3 persen) adalah dua alasan teratas puas terhadap pemerintahan Jokowi-JK.”

Sementara harga kebutuhan pokok yang naik atau mahal (22,7 persen) dan janji yang belum ditepati (8,5 persen) merupakan alasan ketidakpuasan terhadap pemerintahan.

Rakyat menilai pembangunan infrastruktur (24,9 persen), pelaksanaan KIP, KIS, KKS (15 persen), memberantas korupsi dan narkoba (2,6 persen) dan blusukan (1,3 persen) adalah janji Jokowi-JK yang sudah terpenuhi (pertanyaan terbuka). Ada 31,5 persen responden yang menjawab tidak tahu sementara lainnya menjawab hal lain yang tidak disebutkan di atas.

Seperti diketahui, Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) meluncurkan survei nasional di 8 Kota (Medan, Padang, Palembang, Jakarta (kecuali Kep. Seribu), Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar).

Pengambilan data dilakukan wawancara tatap muka, melibatkan 800 responden. Adapun waktu survey dari 8 hingga 27 September 2017 dengan margin of error (MoE) +/-3,5%.l red-4 l

(sumber : Telusur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *