CIA dan KGB Pernah Mencoba Menggulingkan Soekarno Melalui Rekaman Sex

oleh -10 views

PADANG,SUMBARTODAY– Pada era Perang Dingin, Indonesia mendapat perhatian penuh dari Uni Soviet dan Amerika Serikat. Indonesia memainkan peran penting dalam persaingan kedua blok tersebut.

Sukarno, meskipun bukan seorang komunis tetapi memiliki sekutu komunis, dengan alasan ini,  tak diragukan lagi, Moskow dan Washington bermain tarik-menarik terhadap Indonesia selama beberapa dekade.

Pada saat mereka putus asa, mata-mata untuk kedua pemerintah mencoba menggunakan perempuan untuk menjebak Soekarno. Mereka menerima informasi bahwa Soekarno dikenal sebagai sosok yang sangat suka dengan wanita, tetapi rencana kedua tersebut tidak berjalan dengan mulus.

Sikap Soekarno yang dinilai dekat dengan komunisme, Indikasi tersebut terlihat ketika Indonesia menjalin hubungan dengan Uni Soviet dan China akhirnya meyakinkan pemerintah Amerika bahwa dia harus digulingkan dari kekuasaan.

Sebuah memorandum CIA tahun 1962 yang ditukutip Paul Lashmar dan James Oliver di The Independent mencatat  pada tahun 1962, Perdana Menteri Inggris Macmillan dan Presiden [John F.] Kennedy setuju untuk ‘melikuidasi Presiden Sukarno, tergantung pada situasi dan kesempatan yang ada.

CIA menggunakan beberapa metode  menggulingkan presiden pertama Indonesia ini.  Salah satunya dengan mencoba mempengaruhi hasil Pemilu 1955. Namun menurut Evan Thomas dalam bukunya ‘The Very Best Men: The Daring Early Years of the CIA, Amerika seakan telah menyia-nyiakan uang US$1 juta dolar untuk upaya ini, terbukti partai komunis Indonesia justru mencapai suara besar yakni 6 juta suara. Selama dua tahun ke depan, Sukarno semakin memperkuat hubungan dengan Moskow dan Beijing.

CIA kemudian mengangkat ide untuk menggelar “sebuah operasi paramiliter skala penuh”. Namun menurut Thomas, rencana itu tidak dijalankan setelah Frank Wisner, Direktur Perencanaan CIA, mengatakan operasi semacam itu bisa gagal atau menjadi bumerang.

“Kontrol absolut (pada pemberontakan) tidak dapat dijamin bahwa hasil eksplosif selalu mungkin terjadi hingga pejabat Amerika harus bersiap untuk menerima tuduhan kegiatan rahasia Amerika,” Wisner memperingatkan.

Dengan harapan CIA bisa mempengaruhi kelompok pemberontak Indonesia agar menggulingkan Sukarno, maka agen tersebut mencari metode alternatif.  Kemudian muncul laporan bahwa Sukarno terlibat perselingkuhan dengan pramugari,  yang diduga kuat adalah mata-mata KGB.

Kabar ini digunakan CIA sebagai kesempatan untuk mengeksploitasi dugaan perselingkuhgan tersebut untuk menjatuhkan nama besar Soekarno.

Awalnya, CIA mengandalkan penyebaran rumor dan mendorong laporan dugaan perselingkuhan itu terus muncul.

“Idenya adalah bahwa wanita yang menjebak Soekarno adalah agen wanita Soviet,” tulis William Blum dalam tulisannya berjudul Killing Hope: U.S. Military and CIA Interventions Since World War II.

“Laporan CIA mensiratkan bahwa Soekarno telah menyerah Indonesia dibawah kontrol Soviet, sebagai akibat dari skandal yang terjadi sehingga Sukarno seakan tersandara, Hal itu terlihat pada setiap kebijakan yang diambil selalu menguntungkan partai komunis Indonesia, komunis seakan menjadi anak emas Sukarno.”

Menurut Blum, saat berkunjung ke Uni Soviet, dilaporankan bahwa Sukarno berselingkuh dengan pramugari Rusia, dikuatkan dengan beberapa hal. Soekarno dikabarkan telah melakukan perjalanan dengan perusahaan pramugari berambut pirang, pramugari tersebut juga berkunjung ke Indonesia bersama pejabat Soviet Kliment Voroshilov dan terlihat bertemu dengan Soekarno beberapa kali.

CIA kemudian menyebarkan propaganda bahwa Soviet telah melakukan satu percobaan memeras Soekarno dengan memfilmkan dia saat berhubungan seks dengan sekelompok pramugari.

Apakah benar,? Soekarno memang berselingkuh bahkan difilmkan? Tim Lister dalam laporannya berjudul Sex and espionage: A long and sordid history di CNN menyebutkan: “Ketika Sukarno mengunjungi Moskow pada tahun 1960-an, KGB berusaha memanfaatkan gairah seksualnya yang terkenal, mengirim sekelompok wanita muda yang glamor ke hotelnya.”

Namun Lister mengatakan KGB tetap gagal membuat Soekarno takut. Dalam laporannya, Lister menulis bahwa ketika Rusia kemudian menunjukkan film tersebut di depan Soekarno, dia malah terlihat tenang. Bahkan konon Soekarno dengan santai meminta salinan film tersebut. Ketenangan Soekarno bisa jadi karena film tersebut palsu.

CIA tidak menyadari apa yang terjadi di Soviet itu hingga terus menyebarkan desas-desus tentang Soviet yang memeras Sukarno melalui kasus perselingkuhan. Tetapi pada saat itu CIA juga maju dengan operasi paramiliter dengan tidak memperdulikan peringatan Wisner.

Menurut Blum, CIA mempersenjatai dan melatih puluhan ribu pemberontak dan “tentara bayaran ” dari Filipina, Taiwan dan Amerika Serikat di pangkalan di Okinawa, Filipina dan Singapura.

Kapal selam Angkatan Laut Amerika  mendarat di “pantai pantai”  Indonesia, dan pesawat Angkatan Udara menjatuhkan senjata ke benteng pemberontak di dalam wilayah Indonesia. Operasi tersebut menggunakan B-26 yang tidak beridentitas.

Pemberontakan terjadi pada awal 1958, dan CIA terus memasok senjata, dan dukungan logistik, di samping melakukan pengeboman dan memberondong pasukan pemerintah. Meski begitu, pemberontak tidak bisa bergerak secara efektif.

Ketika pilot CIA Allen Lawrence Pope tertembak dan ditangkap, dengan dokumen-dokumen yang melibatkan CIA dan pemerintah Amerika, agen tersebut menarik dukungannya untuk operasi militer dan pemberontakan tersebut gagal.

Frustrasi dan putus asa, CIA kembali ke gagasan lama untuk menggunakan isu sexs. “Kami memiliki kenyataan, cukup sukses dengan tema ini,” tulis Joseph Burkholder Smith, yang memimpin operasi CIA di Indonesia dari tahun 1956-1958,  dalam memoarnya.

“(Kesamaan dugaan Sukarno dengan pramugari) muncul dalam media massa diseluruh dunia, dan ketika ada pembicaraan untuk menganalisis pemberontakan Indonesia Maret 1958,  Inggris mencatat bahwa Soekarno sedang diperas oleh Soviet mata-mata perempuan sebagai salah satu alasan yang menyebabkan pemberontakan. ”

Berdasarkan cerita tersbut CIA menyimpulkan mereka membutuhkan cerita yang lebih besar dan lebih seksi untuk memulai sebuah revolusi yang sukses, mereka membutuhkan sebuah visual tentang isu tersebut.

Akhirnya mereka juga memutuskan untuk membuat rekaman seks sendiri, yang dibintangi oleh Soekarno yang diperankan oleh orang lain.

“Upaya substansial dilakukan untuk menghasilkan film porno atau setidaknya beberapa foto yang bisa membuktikan Soekarno dan wanita Rusia terlibat dalam ‘aktivitas favoritnya,” tulis Blum.

“Ketika dilakukan pemeriksaan beberapa film porno yang tersedia (dipasok oleh Kepala Polisi Los Angeles), mereka gagal untuk menemukan pasangan yang bisa memerankan sebagai Soekarno dan wanita cantik berambut pirang, akhirnya CIA berusaha memproduksi filmnya sendiri. ”

CIA memutuskan untuk membuat “topeng wajah penuh pemimpin Indonesia,” tulis Blum. Topeng itu kemudian dikirim ke Los Angeles “di mana polisi harus membayar beberapa aktor porno-film untuk memakainya saat melalukan adegan seks.”

Kemungkinan tidak ada close up dalam film ini. Namun, secara keseluruhan, sebuah film diproduksi. Hanya saja detailnya masih diperdebatkan.

Dalam buku The CIA’s Black Ops: Covert Action, Foreign Policy and Democracy,  John Jacob Nutter berpendapat bahwa film yang berjudul Happy Days ini diproduksi dengan aktor yang mengenakan topeng. Tetapi tidak pernah ada bukti video tersebut pernah didistribusikan. Bisa jadi karena CIA berhadapan langsung dengan realitas distribusi film orang dewasa di hari-hari sebelum Internet atau bahkan VHS yang sangat langka, apalagi di Indonesia.

Akhirnya upaya KGB dan CIA untuk menjatuhkan Soekarno dengan cerita perselingkuhan dan wanita pun gagal total.

Sumber: War is Boring

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *