Jangan Mau Diadu-Domba, TNI dan Polri,ASN Harus Netral

oleh -935 views

PADANG,SUMBARTODAY-Kebersamaan TNI dan Polri adalah kekuatan yang tidak bisa terkalahkan dimanapun juga dan sebagai Panglima TNI apapun akan dilakukan untuk membantu tugas Polri. Demikian Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada Apel Komando Korps Brimob Polri dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan soliditas TNI-Polri di Lapangan Apel Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Dalam kesempatan tersebut Gatot Nurmantyo juga menegaskan, jangan mau diadu domba, jangan mau diobok-obok. “Orientasi kita adalah tugas untuk rakyat Indonesia, untuk bangsa Indonesia dan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,”ujarnya.

Menurutnya, rakyat Indonesia sangat bergantung kepada Korps Brimob, sebagai tempat berlindung dari berbagai permasalahan baik permasalahan menghadapi manusia maupun permasalahan mengahadapi bencana alam dan sebagainya.

“Prajurit Brimob adalah prajurit terlatih dan sejati yang dapat mengatasi segala permasalahan dan tiap hari bertugas tidak mengenal tempat dan tidak mengenal waktu baik di Ibukota, pelosok, dan hutan di Poso dan ini sangat memerlukan mental baja yang luar biasa,” ujar Panglima TNI.

“Sejak kepemimpinan saya sebagai Panglima TNI semuanya terlihat harmonis, dan terbukti dalam melaksanakan tugas di Poso, semoga dalam waktu dekat dapat kita selesaikan bersama-sama. Dalam hal ini tidak ada yang paling hebat, semuanya hebat, semuanya saling mengisi, hanya satu tujuannya melindungi rakyat Indonesia, melindungi bangsa dan segenap tumpah darah,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
“Mari sama-sama kita fokus kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena salah satu cara untuk menghancurkan bangsa ini dengan melemahkan TNI dan Polri dan cara paling efektif adalah mengadu domba,” ajak Panglima TNI.
Hadir pada Apel tersebut Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Danjen Kopassus Mayjen TNI Herindra, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, Wadan Korps Paskhasau Marsma TNI Seto Purnomo dan Dankor Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail. (B)

Panglima ajak TNI-Polri bersatu, jangan sampai diadu domba

“Inti kekuatan bangsa Indonesia adalah TNI dan Polri, apabila salah satu dilemahkan maka bangsa Indonesia akan terganggu Stabilitas Nasionalnya dan itu sudah diserang terus-menerus oleh tangan-tangan yang tidak terlihat untuk menghancurkan bangsa kita,” kata Gatot saat memberi pembekalan di Rakernis Korps Brimob Polri Tahun 2016 di Aula Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta, Rabu (16/3).

Lebih lanjut, Gatot menyampaikan agar TNI dan Polri jangan mau di adu domba, apalagi sampai ada merusak hubungan kedua aparat keamanan. Jika itu terjadi, maka tidak ada penyangga keamanan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panglima TNI mengingatkan kepada peserta Rakernis Brimob mengenai ancaman yang sedang dan akan dihadapi bangsa Indonesia, melalui Proxy War. Ancaman tersebut telah melanda setiap lini kehidupan berbangsa, bernegara bahkan di tengah kehidupan keluarga.

“Konkrit ancaman tersebut seperti demo anarkis buruh perusahaan, tawuran pelajar dan mahasiswa, penyalahgunaan narkoba, memecah belah TNI-Polri, memecah belah Parpol, rekayasa sosial yang memanfaatkan media,” jelas mantan Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) ini.

Diakhir pembekalannya, bertajuk ‘Memahami ancaman, menyadari Jati diri Sebagai Modal Membangun Menuju Indonesia Emas’. Panglima TNI menyampaikan 5 (lima) pesan peserta Rakernis Brimob, antara lain: dalam menjalankan amanah diharuskan menebarkan salam, jalin silaturahmi, saling menasehati, perbanyak kebajikan, dan cegah segala bentuk kemungkaran.

“Semua kejadian itu dirancang dan dikendalikan oleh pihak yang tidak kelihatan dengan memanfaatkan orang dalam, sehingga tanpa disadari bangsa Indonesia sedang menuju kehancuran,” ungkapnya.

Rakernis Korps Brimob diikuti 200 peserta antara lain Dansat Brimobda, Danmen, dan Danyon Brimob dari seluruh Indonesia dilaksanakan dari 14 sampai 16 Maret 2016 di Mako Brimob Kelapa Dua. Hadir pada Apel tersebut antara lain, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Danjen Kopassus Mayjen TNI Herindra, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, Wadan Korps Paskhasau Marsma TNI Seto Purnomo dan Dankor Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail. [tyo]

Mayjen (purn) Kivlan Zen/ist

Mayjen (purn) Kivlan Zen meminta agar bangsa ini tidak mau diadu-domba oleh asing, aseng, dan orang yang diduga jadi antek PT Freeport, yang selama mendominasi perusahaan dari AS itu.

Hal itu disampaikan Kivlan saat bertemu dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, di DPR, Senin (14/12). Saat itu ia menghadap bersama ormas Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Dewan Dakwah Indonesia (DDI), Serikat Islam (SI) dan lainnya.

“Kami telah bertemu dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Kami menemukan kesepakatan untuk menghentikan perpanjangan kontrak Freeport dan mendukung dibentuknya Pansus Freeport, agar kisruh Freeport ini tuntas, serta jangan sampai bangsa ini mau diadu-domba Freeport untuk memecah-belah Indonesia,” tegas Kivlan Zen pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (14/12/2015).

Menurutnya, Freeport mau mengadu-domba melalui konflik antara DPR dan pemerintah. Yang muncurl, pemerintah telah mencurigai DPR dan sebaliknya dalam permainan asing, aseng, dan dan orang di balik Freeport sendiri. “Kami sampaikan, Indonesia sadarlah untuk tidak mau diadu-domba asing,” ujarnya.

Ketika ditanya siapa yang menjadi anktek asing, dia menyatakan hal itu sudah diakui oleh Teten Masduki bahwa Presiden Jokowi tidak pernah akan memperpanjang kontrak Freeport sebelum tahun 2019.

Tapi, kenyataannya oleh Menteri ESDM Sudirman Said, sudah ada jaminan perpanjangan, berarti ini ada pelanggaran UU. “Dan, hanya melalui Pansus Freeport semuanya bisa diungkap,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *