Prabowo bukan Antek Amerika,Bukan Pula Antek China

oleh -354 views

PADANG,SUMBARTODAY-Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan pandangan politiknya saat menghadiri gala dinner bersama pengusaha etnis Tionghoa. Saat menyampaikan pandangannya ini Prabowo sempat mengutip teks deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat.

“Saya sering harus suka mengutip kata-kata dari United States Declaration of Independence, Pursuit of Happines,” kata Prabowo di Sun City, Jakarta Barat, Jumat 7 Desember 2018.

Dalam pidatonua di acara makan malam bersama keturunan etnis Tionghoa, dengan tema Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto, capres nomor urut 02 ini menyebut bahwa keinginan semua manusia dari berbagai ras, etnis, dan agama sama, yakni mengejar kehidupan yang layak. Ketika menyampaikan hal ini, Prabowo lantas mengutip bagian akhir dari teks deklarasi kemerdekaan Amerika.

Titiek Soeharto bernyanyi di panggung atas permintaan Prabowo Subianto, dalam acara Tionghoa & Bisnis, Sun City, Jakarta Barat. Jumat, 7 Desember 2018. TEMPO/Fikri Arigi.

Setelah mengucapkan itu, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini buru-buru memberikan keterangan tambahan dirinya bukan antek Amerika meski menyebut hal itu. Menurut dia, Amerika perlu dihormati bila ada hal baik dari mereka. Ia pun mengatakan hormat pada keluhuran budaya Republik Rakyat Tiongkok, namun bukan berarti ia antek Tiongkok.

Dia mengungkapkan dirinya selalu menghormati segala hal-hal baik dari negara-negara lain yang dapat dicontoh, termasuk Belanda yang merupakan negara yang pernah menjajah Indonesia, sekalipun. “Dari Amerika, Australia, Prancis, bahkan dari Belanda pun yang pernah menjajah kita ada yang baik,” ucap dia.

Pada acara ini, Prabowo menegaskan dirinya tidak anti-Tionghoa. Ia mengatakan keturunan Tionghoa di Indonesia adalah sama dengan etnis lainnya, maka mereka juga punya hak dan tanggung jawab yang sama.

Ia menambahkan, setiap orang, dari ras, etnis, dan agama apa pun, punya kekhawatiran yang sama, yakni soal keamanan. Menurut dia, keamanan itu adalah keamanan fisik dari ancaman dan keamanan sosial, seperti kemampuan finansial agar terbebas dari kelaparan dan penyakit. “Itulah nilai-nilai yang saya pegang teguh,” ucap dia.

(sumber Tempo))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *