LSM KOAD : Bukan masalah tak patut,tapi terkait masalah yang lebih penting

oleh -849 views

PADANG,SUMBARTODAY-Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Agum Gumelar menyayangkan pernyataan Kivlan Zen yang menyerang Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Agum menilai tak sepatutnya Kivlan Zen mencaci maki SBY di depan publik.

“Saya juga sangat mohon maaf ya, itu juga kawan-kawan saya juga di 02 itu, seperti Kivlan Zen. Saya rasa tidak sepatutnya lah berkata seperti kasar terhadap Pak SBY,” kata Agum di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/5).

Agum mengatakan SBY dan Kivlan sama-sama purnawirawan TNI. Terlebih, SBY merupakan Presiden ke-6 RI dua periode sehingga tak seharusnya Kivlan berkata kasar padanya.

“Menurut saya etika keprajuritan tidak mengizinkan. Apalagi sama-sama tentara. Dan SBY adalah jenderal bintang 4, dia adalah presiden,” ucapnya.

Mantan Danjen Kopassus itu meminta para pihak yang tak puas dengan keadaan usai Pemilu 2019, jangan melampiaskannya dengan cara-cara yang di luar etika.

“Jangan kemudian pelampiasannya dengan cara-cara yang di luar etika,” ujar Agum.

Sebelumnya, Kivlan Zen angkat bicara terkait ucapan Politikus Partai Demokrat Andi Arief. Dalam cuitan di Twitter, Andi Arief menyebut ada setan gundul yang memberi informasi sesat Prabowo menang pemilu presiden 62 persen.

Menurut mantan jenderal loyalis Prabowo itu, yang merupakan setan gundul adalah Andi Arief sendiri. “Yang setan gundul itu dia, Andi Arief setan gundul,” kata Kivlan usai aksi di Kantor Bawaslu,Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Kivlan mempertanyakan sikap Demokrat dalam koalisi Prabowo. Dia menuding Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tak ingin Prabowo jadi presiden. Pilpres 2014 pun, Kivlan menyebut SBY lebih memilih Jokowi daripada Prabowo.

Purnawirawan jenderal bintang dua ini juga menyebut ada persaingan antara SBY dan Prabowo sejak dulu. “Dia junior saya. Saya yang mendidik dia. Saya tahu dia,” kata Kivlan.

Imdrawan Ketua LSM KOAD menilai, ” perkataan Letjend Kivlan tentu ada penyebab, saya menilai wajar jika kata kata tersebut keluar dari mulut seorang kivlan, yang lebih tidak baik adalah sifat khianat, serta menggunting dalam lipatan,”ujarnya

Reporter: Lizsa Egeham

(Sumber: Liputan6.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *