14 Bidan PTT terima SK CPNS Saat Apel Gabungan

oleh -35 views
PASBAR,SUMBARTODAY – Sebanyak empat belas orang bidan  PTT di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat menerima SK CPNS di halaman kantor bupati setempat setelah pelaksanaan apel gabungan pagi Senin (13/5)
Yang menerima CPNS yakni Defi Widarti di Puskesmas Simpang Empat, Desrayan Melvo Purba di Puskesmas Ophir, Devi Idris di Puskesmas Parit, Eli Yarni di Puskesmas VI Koto Selatan, Harlini Puskesmas Sukomanati,

Neng Fitrawati Puskesmas Simpang Empat, Sri Hidayati Puskesmas Ranah Salido, Sunarti Puskesmas Ujung Gading, Supriyanti Puskesmas Ophir, Tetria Nova di Puskesmas Kinali, Titik Gusnimar di Puskesmas Kinali, Yanti Suyas Fitri di Puskesmas Ophir, Zulfia Puskesmas Simpang Empat, dan Zurianis Mayeni Puskesmas Lembah Melintang.

Bupati Pasbar H. Syahiran berharap, dengan bertambahnya tenaga kesehatan di lingkungan kerja Pemkab Pasbar bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya, salah satu indikator daerah tertinggal adalah kesehatan masyarakat yang belum terjamin.

“Dengan adanya tambahan 14 orang PTT Bidan tersebut kita harapkan bisa menambah semangat kita dalam melayani masyarakat, terutama di bidang kesehatan.”tandas Syahiran.

Selain itu kepada bidan yang sudah diangkat menjadi CPNS tersebut agar bisa meningkatkan pengabdian diri kepada masyarakat dengan semangat memberikan pelayanan terbaiknya.

“Bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat, karena mereka langsung berhubungan dengan para wanita hamil, cikal bakal manusia/bayi, balita dengan berbagai program. Untuk itu, bidan harus bisa menyesuaikan diri di tengah masyarakat. Jangan sombong, layani masyarakat dengan sepenuh hati. Jika ada masyarakat yang butuh pertolongan kapan pun bidan harus siap,”pesan Syahiran.

Selain itu, peran bidan bisa menekan angka kematian ibu dan anak. Karena, bidan tahu betul dengan kesehatan ibu hamil dan balita. Jika ada kondisi ibu hamil dan anak yang kurang baik, segera laporkan kepada dinas kesehatan.

“Bidan harus jadi penyambung kondisi ibu hamil dan anak dengan dinas kesehatan. Karena bidan tahu betul seluk beluk kesehatan ibu hamil dan anak. “Jelas Syahiran. (ulum/dd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *