NKRI Harga Mati Menurut berbagai Pendapat.

oleh -489 views

PADANG,SUMBARTOADAY-NKRI menurut Dewi Kartika Sari merupakan singkatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang tidak dapat dipisahkan dari sejarahnya, yaitu pada saat peristiwa proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 karena peristiwa itu menjadi asal-muasal didirikannya Negara Indonesia serta pengumuman kemerdekaan kepada Negara-negara lain. bentuk negara yang dipakai oleh Indonesia ialah Negara Kesatuan dengan bentuk Republik. Bentuk tersebut tercantum dalam UUD 1945 Pasal 1 Ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut: “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”. Ketentuan ini juga dijelaskan dalam pasal 18 UUD 1945 ayat (1) yang menyatakan bahwa “Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kota dan kabupaten, yang tiap-tiap kota, kabupaten dan provinsi itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang”.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah suatu bentuk negara yang terdiri atas wilayah yang luas dan tersebar dengan bermacam adat, suku, keyakinan serta budaya yang memiliki tujuan dasar menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah Negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebiksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dari kedua pengertian diatas sudah jelas bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki tujuan dasar untuk menjadikan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, serta berpegang teguh kepada Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen.

Indonesia mempunyai ribuan pulau dan budaya, dengan banyaknya keberagaman budaya, bahasa, ras, suku dan agama, dan dengan banyaknya berbagai macam perbedaan diharapkan Indonesia akan tetap berpegang teguh kepada UUD 1945 dan Pancasila, dengan berpedoman maka nantinya Indonesia akan tetap menjaga kerukunan dan menambah sikap bertoleransi kepada semua warga Indonesia.

Sekitar tahun 1999-2000 pada saat itu Indonesia pernah melepas provinsi termudanya yaitu Timor-Timur karena pada waktu itu warga Timor Timur menuntut untuk memisahkan diri dari Indonesia yang sekarang menjadi Negara Timor Leste. Selain masalah kedaulatan, warisan budaya Indonesia juga diakui oleh Negara tetangga yaitu Malaysia pada saat itu mengaku bahwa reog ponorogo, batik dan angklung merupakan warisan budaya milik Malaysia, dengan adanya perdebatan warisan budaya akhirnya UNESCO mengumumkan bahwa warisan budaya yang diakui Malaysia adalah warisan budaya milik Indonesia.

Jika ada organisasi masyarakat atau oknum yang ingin keluar atau mengganggu ideologi pancasila serta pilar Negara yang lainnya yaitu UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dianggap bertentangan dengan hal yang sangat fundamental bagi bangsa Indonesia.  Jika suatu organisasi bersikeras mengganti Pancasila maka akan ditindak secara hukum karena Indonesia merupakan Negara Hukum dan Organisasinya akan dibubarkan.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah suatu bentuk negara yang terdiri atas wilayah yang luas dan tersebar dengan bermacam adat, suku, keyakinan serta budaya yang memiliki tujuan dasar menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.  Dalam menjaga NKRI kita harus tetap bersatu dan tidak terpengaruh dengan adanya isu-isu yang mulai berkembang pada akhir-akhir ini misalnya perbedaan agama, etnis dan ras.

Dengan adanya berbagai isu yang ada di Indonesia bisa diselesaikan secara baik-baik dan beberapa konflik tersebut dikarenakan kesalapahaman saja. Atau bisa juga ada orang yang sengaja mengadu domba demi kepentingan diri sendiri maupun kelompok. Jika ingin menjalankan NKRI kita harus berpedoman dengan Undang-Undang Dasar 1945, karena NKRI sudah diatur dalam UUD.  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bertujuan untuk Memajukan kesejahteraan umum; Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial; Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan Mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan adanya NKRI diharapkan nantinya Indonesia tidak ada yang konflik-konflik tentang agama, ras dan etnis serta konflik-konflik yang lain yang bertujuan untuk menghancurkan Indonesia, jika kita terpengaruh tentang konflik tersebut maka kedepannya Indonesia akan hancur, kehancuran tersebut ditandai dengan hilangnya moral anak didik kita serta sikap toleransi yang sangat lekat dimata Negara-negara tetangga, karena Indonesia dimata dunia memiliki nilai toleransi yang tinggi. Semua upaya-upaya yang bertujuan untuk mengganggu kedaulatan NKRI dapat kita cegah dan kedaulatan NKRI juga dapat kita jaga. (dikutip dari tulisan Dewi Kartika Sari)

Ustad Abdul Somad bicara tentang bagaimana NKRI bisa bertahan di tengah banyaknya negara muslim yang hancur. Hancurnya beberapa negara muslim akibat perpecahan dan saling curiga. Hal itu beliau utarakan ketika berjumpa dengan Kapolri Tito Karnavian dalam ceramah di Masjid Az-Zikra Sentul, Bogor, Minggu (4/3).

Dalam kesempatan itu, Kapolri pun bertanya kepada Ustad Somad, apakah Indonesia akan jatuh dalam konflik seperti halnya negara-negara muslim lainnya di dunia? Dan bagaimana cara supaya Indonesia tidak jatuh pada konflik dan perpecahan seperti negara-negara muslim lainnya di dunia?

“Apakah kemungkinan konflik seperti di Suriah, Afghanistan itu terjadi di Indonesia, seperti dilansir dari Antara. Kapolri pun bertanya lebih lanjut, bagaimana Indonesia sebagai sebuah negara bisa mencegah hal itu tidak terjadi di Indonesia, Bagaimana kira-kira khususnya pihak kepolisian bisa mencegah hal tersebut?” tanya Tito lebih lanjut.

Ustad Somad pun berkata bahwa segala sesuatu bisa terjadi, termasuk peperangan (akibat informasi salah) yang mungkin terjadi seperti hal-hal negara-negara muslim yang disebutkan Kapolri tadi. Sebagai negara majemuk,

Ustad Somad pun menambahkan, untuk  menghindari perpecahan bangsa supaya menghindari segala bentuk berita bohong dan informasi yang menyesatkan. Untuk itulah, dalam segala hal, tambah beliau, dalam islam dikenal istilah tabayun. Tabayun adalah proses klarifikasi yang penting untuk dilakukan supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan hal tersebut bisa sangat berbahaya.

“Kalau datang suatu berita, klarifikasi, oleh sebab itu yang selalu membuat kita tidak baik adalah komunikasi yang tidak baik?” Jawabnya, singkat.

Lebih lanjut, terkait disintegrasi bangsa dan keretakan akibat radikalisme maupun perpecahan karena berbeda pendapat, harusnya menurut dia, petugas senantiasa tanggap memadamkan jangan sampai menjadi bom waktu dan bom itu akan meledak, jangan menjadi pula seperti api dalam sekam.

“Alhamdulillah, seperti saat ini kita bisa duduk bersama. Jika ada percikan, maka cepat diseleesakian. Salah satu yang kita lakukan adalah tabayun,” tutur ustad alumnus Al Azhar tersebut. Beliau pun menambahkan bahwa Indonesia memiliki modal yang tidak dimiliki negara Muslim lainnya di dunia, termasuk di negara Arab. Modal itu adalah Islam, budaya timur dan perbedaan suku dan bangsa yang melebur jadi satu kesatuan bernama NKRI.

Kang Masrukhan seorang Spritual memberikan pendapatnya, melihat kritisnya keadaan negara ini, Berpotensi membuat NKRI bubar. kasus korupsi yang dibiarkan merajalela, aktor pilitik bertebaran memainkan perannya tanpa mementingkan kepentingan rakyat, negarawan antikorupsi dipenjarakan, Presiden anti korupsi dilecehkan, ulama penyatu NKRI justru dihina dan banyak sekali kasus-kasus yang mengancam utuhnya negara ini diatas semboyan Bhineka Tunggal Ika. Seakan tidak lagi menjadi Indonesia yang berbhineka, kini SARA menjadi hal utama yang disoroti dalam pemerintahan.

Kondisi kritis NKRI ini membuat seorang Paranormal Kondang asal Kudus Jawa Tengah, Kang Masrukhan menyatakan kesedihannya melihat keadaan negeri ini. Bahkan beliau sampai meramal, untuk melihat bagaimana Prediksi NKRI ke Depan. Berdasarkan mata batin yang dia milikinya, diceritakannya pada kami,  berikut komentar Kang Masrukhan kami rangkum khusus untuk anda.

“Bila aparat keamanan lamban mengatasi masalah aksi, masalah isu SARA ini maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Terus terang saya merasa ada yang beda dengan aura negara ini. Hal ini itu karena banyak orang melupakan ilmu Spiritual. Lihat saja jaman dulu, orang masih suka belajar ilmu hikmah, ilmu spiritual, belajar ilmu batin. Orang akan memiliki keimanan yang tinggi,  tenggang rasa yang tinggi pada sesamanya. Gak ada konflik kepentingan, tidak ada orang serakah seperti sekarang ini. Apalagi pejabat. Wah kalau pejabat tidak punya pegangan ilmu yang baik ya tidak mungkin dia bisa kuat iman. Uang itu menggiurkan kok. Kalau birokrat di dalam pemerintahan punya konflik kepentingan masing-masing ya bubar sudah Indonesia. Jawa jadi negara sendiri saja, seperti dulu jaman AJISAKA itu kan Nusantara diawali dari Pulau Jawa.” Jawab Kang Masrukhan tentang prediksi NKRI ke depan.

“Negaranya sih tidak hancur, tapi semboyan, dasar negara dan sistem ketatanegaraannya yang hancur. Lha wong manusia di dalamnya hancur tidak sesuai yang diatur dalam UUD kita kok. Orang jadi mementingkan dirinya, tidak tahu bernegara yang benar itu seperti apa. Kita hidup di negara ini ya harusnya patuh pada aturan negara ini, kalau mau mengubah itu namanya penjajah, bukan warga negara. Usir saja itu orang-orang yang mau mengubah bangsa ini menjadi sesuai dengan kepentingan mereka”, tambah Kang Masrukhan.

Menurut Indrawan Ketua LSM KOAD tentang NKRI Harga Mati”Menyinggung apa yang dikatakan oleh Dewi Kartika Sari dalam tulisan diatas, seakan-akan Dewi Kartika Sari mengarakan tuduhan pada suatu kelompok dan agama tertentu. Menurut ketua LSM KOAD hal itu sangat tidak benar dan tidak perlu sama sekali. mungkin dewi tidak sadar bahwa negara ini ini berdiri atas kesepakatan pendiri bangsa dan merekas sebahagian besar beragama islam. jadi tulisan dewi tersebut perlu diluruskan.

Konflik antar agama adalah sesuatu yang dibuat buat oleh orang yang akan terganggu oleh aturan Islam dan itu jelas-jelas adalah Neokolonialisme dan Kapitalisme, kita sebagai anak bangsa seharusnya mengerti akan keadaan tersebut. kita jangan sampai terpancing oleh keadaan yang di Dramatisir oleh kekuatan pemodal aseng dan asing.

Indonesia hari ini sangat memprihatinkan, Para pemimpin hanya mementingkan kekuasaan, sedangkan kepentingan rakyat di abaikan, janji yang diucapkan tidak pernah di tepati, kebohongan, kecurangan merajalela, kekerasan terhadap Rakyat terus terjadi, rakyat yang kecewa dengan keadaan ini suatu saat akan melakukan perlawanan. Belum lagi pelanggaran lain yang dilakukan oleh penguasa negeri ini. Dana Haji dipakai tanpa persetujuan pemiliknya, Hutang terus ditambah tanpa memikirkan kemampuan bayar. akhirnya rakyat akan dibebani dengan pajak tinggi “,kata Indrawan

“Yang sangat menyedihkan adalah UUD 1945 sudah dilakukan Amandemen sesuai pesanan penyandang dana, Hal ini bukan main-main, hal ini artinya kita telah menghianati para pejuang bangsa ini. jadi, saya melihat NKRI Harga mati hanya semboyan yang tidak berarti apa-apa.

Konflik agama sebenarnya tidak ada, tetapi diada-adakan oleh orang yang punya kepentingan terhadap kekayaan alam Nusantara ini, aparat kepolisian tidak menyadari bahwa mereka adalah aparat negara yang harus berbakti pada negara Indonesia, bahkan mereka seakan melakukan adu-domba, Rakyat dibuat terpecah melalui kekuasaan yang mereka miliki, mari kita perhatikan mulai dari zaman Soeharto sampai kepada pemerintahan Jiokowi hari ini, seluruh nya dimanfaatkan oleh asing untuk kepentingannya, sutradaranya tetap mereka, Siapakah mereka sebenarnya TNI dipecah dan dilemahkan, jika hal ini tetap dipelihara maka tidak mustahil negara akan hancur “, terang ketua LSM KOAD itu.

“Saya mengajak masyarakat Indonesia untuk memahami Politik yang dipraktekkan para pejabat negara saat ini, kita sebagai pemilik sah negeri ini, memberikan kuasa kepada Presiden untuk mengolah kekayaan alam yang terdapat di wilayah indonesia, tetapi karena mereka curang dan tidak amanah dan tidak cakap dalam memimpin, akhirnya melepas sebahagian besar pengelolaan kekayaan alam kepada asing dan aseng, sejak dari era presiden Suharto sampai Era Presiden Jokowi, Indonesia diposisikan dalam keadaan berhutang banyak, sampai suatu saat kita akan kesulitan untuk membayarnya, akhirnya negara akan tergadai bahkan akan dijual dengan sangat murah”,sebut indra menjelaskan.

“Rakyat seharusnya bersatu untuk melawan keadaan tersebut. karena pada akhirnya kita akan di usir dari negara ini dan digantikan oleh penduduk negara lain. Artinya Indonesia bisa saja menjadi negara maju tetapi rakyat Indonesia sebagai pemilik harus minggat dari negara ini, dengan demikian pemerintah dapat dikatakan gagal karena tujuan dari berdirinya NKRI tidak pernah tercapai. saya menilai seluruh Presiden mulai dari Suharto sampai Jokowi tidak menjalankan amanah yang diberikan Rakyat”,sambungnya

NKRI HARGA MATI dapat diartikan, “Kita harus berpegang teguh kepada PANCA SILA dan UUD 1945 YANG BELUM AMANDEMEN, dengan demikian, nantinya Indonesia akan tetap menjaga kerukunan serta sikap toleransi kepada semua warga negara Indonesia. Indonesia adalah negara hukum, Artinya Hukum jangan hanya sebagai wacana, Hukum harus ditegakkan terhadap seluruh warga negara tanpa pandang bulu. Hukum tidak boleh diskriminatif. Hukum adalah wadah untuk mendapatkan keadilan bagi warga negara”, pungkas Indrawan Ketua LSM KOAD

Kalau kita telisik lebih jauh maka Aturan Islam sesuai dengan Panca Sila, kita harus benar-benar menyadari justru sikap permusuhan yang akan membuat NKRI bukan HARGA MATI lagi”, pungkas Indarawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *