Pilgub 2020 di Depan Mata, Ini Nama Tokoh yang Di Gadang-Gadang jadi Balon Gubernur Sumbar

oleh -64 views

PADANG,SUMBARTODAY- Sebanyak 270 daerah akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2020 mendatang. Masing-masing terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Salah satunya adalah Sumatera Barat  yang akan menggelar pemilihan Gubernur (Pilgub) dan wakil gubernur.

Polling awalnya dibuka pada 21 Mei 2019 yang lalu dengan mengusung 10 nama, yaitu: Nasrul Abit (Wakil Gubernur Sumbar), Mahyeldi (Walikota Padang) Indra Catri (Bupati Agam), Riza Falevi, (Walikota Payakumbuh), Mulyadi (Anggota DPR RI), Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman), M. Shadig Pasadigoe, (Mantan Bupati Tanah Datar), Yuliandre Darwis (Ketua KPI Pusat), Emma Yohanna (Anggota DPD RI), dan Zul Elfian (Walikota Solok).

Namun beberapa tokoh di Sumatera Barat termasuk tokoh politik, dan kalangan akademisi, serta beberapa organisasi memberikan saran dan usulan untuk mencantumkan 5 nama lagi yang kini juga memiliki potensi untuk menjadi bakal calon Gubernur Sumatera Barat, yaitu: Fauzi Bahar (Mantan Walikota Padang), Desri Ayunda (Semen Padang), Fahkrizal (Kapolda Sumbar), Tifatul Sembiring (Politisi PKS), dan Arcandra Tahar (Wamen ESDM).

Kini ada 15 nama yang bisa anda jadikan pilihan pada Polling Bakal Calon Gubernur Sumatera Barat pada Pilkada 2020 mendatang versi Indeks News. Polling ini memang tidak menjamin kandidat anda akan ditetapkan sebagai Calon Gubernur maupun Wakil Gubernur Sumatera Barat, namun hasil polling ini setidak-tidaknya bisa menjadi pertimbangan bagi partai politik untuk mengusung Calon yang memiliki elektabilitas. Sekaligus juga menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk memberikan dukungan bagi calon perseorangan (dikutip dari independent).

Sejumlah nama sudah mulai mencuat ke dalam bursa bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Mulai dari Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Jubir BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade hingga Walikota Padang yang baru saja dilantik Mahyeldi. sumbartoday akan sajikan satu persatu secara khusus untuk pembaca yang menginginkan Informasi aktual.

Sebahagian dikutip dari dari Covesia,Indeknews.com dan kami ramu dengan keterangan Ketua LSM Komunitas Anak Daerah (LSM KOAD), berikut sejumlah nama yang  digadang-gadang bakal maju di Pilgub Sumbar yang kami ulas saat ini adalah:

Andre Rosiade: Andre Rosiade yang merupakan kader muda Gerindra digadang-gadang sebagai kandidat kuat bakal calon gubernur Sumbar. Pria kelahiran Padang di tahun 1978 ini merupakan anggota DPR RI yang terpilih pada pemilu 2019 ini.

Namun, Jubir BPN ini belum menanggapi serius soal ini, sejauh ini ia mengaku ingin fokus menuntaskan masalah Pilpres.

Nasrul Abit: Nasrul Abit yang kini tengah menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumbar ini hampir dipastikan maju di Pilgub 2020. Pria kelahiran Pesisir Selatan (Pessel) yang juga kader Gerindra ini dulu juga sempat menjabat sebagai Bupati Pessel. Santer beredar kabar bahwa Nasrul Abit akan berpasangan dengan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dengan koalisi Gerindra-PAN, namun bak bola panas segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Mahyeldi: Salah satu kandidat kuat balon Gubernur Sumbar adalah Mahyeldi yang baru saja dilantik menjadi Walikota Padang untuk yang kedua kalinya. Mahyeldi banyak diapresiasi masyarakat dengan keberhasilannya menata Kota Padang terutama fasilitas-fasilitas umum seperti pasar-pasar dan kawasan wisata pantai padang.

Terkait pasar, Jika ingin bertarung di Pilgub Mahyeldi harus menyelesaikan masalah yang terjadi di pasar Banda Buek, karena disaat pilkada walikota yang baru berlangsung Mahyeldi meraup suara cukup besar diwilayah Lubuk Kilangan sekitarnya, hal itu tidak terlepas dari keberhasilan pasar Banda Buek yang sangat venomenal, masalah ini akan menjadi batu sandungan buat bapak Mahyeldi kedepan.

“Jika Mahyeldi benar benar mau membenahi seluruh pasar, berikut menyelesaikan masalah yang terkait dengan proses pembangunan pasar Banda Buek, sebenarnya dalam hal ini masih banyak yang harus diselesaikan, tentu saja sangat mungkin untuk dilakukan, karena sekarang beliau menjabat sebagai walikota Padang, untuk itu kewenangan penuh ditangan walikota”,ungkap Indrawan ketua LSM KOAD

Banyak pihak yang meyakini kader PKS ini mampu mengemban tugas sebagai Gubernur Sumbar. Namun belakangan netizen Sumbar mulai menyoroti statmen Mahyeldi dalam debat ketiga Pilkada Kota padang lalu. Dalam debat itu, Mahyeldi menyebutkan akan menjabat hingga 2024. Mungkinkah itu sinyal Mahyeldi tidak akan maju di Pilgub Sumbar ?.

Dalam dunia politik apapun mungkin saja terjadi, termasuk ingkar terhadap janji, apalagi akhir-akhir ini, dalam demokrasi di Indonesia beredar paham bahwa kecurangan dalam demokrasi adalah hal lumrah.

Epyardi Asda: Mungkin warga Kota dan Kabupaten Solok sudah tidak asing dengan pria asli Singkarak ini. Ayah kandung dari politisi perempuan muda Athari Gautri ini pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI selama tiga periode yakni 2004-2009, 2009-2014, 2014 hingga 2019. namun kita tdk memungkiri beliau belum berkiprah di daerah sumbar ini, walaupun sebelum pernah menjadi anggota DPR-RI.

Fakhrizal: Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal disebut-sebut juga masuk dalam bursa balon gubernur Sumbar. Pria kelahiran Agam ini dianggap patut menjadi Gubernur Sumbar karena telah berhasil di kancah Nasional, namun masih perlu polesan dari berbagai pihak agar bisa bebas melenggang menjadi Gubernur Sumbar kedepan.

Indrawan sebagai Ketua LSM KOAD pernah diskusi panjang lebar dengan Kapolda Sumbar ini. ” Bapak Kapolda Fahrizal cukup ramah, namun untuk jadi Gubernur tentu saja tidak hanya ramah yang dibutuhkan, banyak faktor lain yang perlu disempurnakan. tetapi saat ini selama menjabat Kapolda Sumbar beliau harus tunjukkan kepada masyarakat bahwa selama duduk menjadi Kapolda Sumbar pastikan hukum dikepolisian tidak pandang bulu jangan sampai ada kasus yang mangkrak. dikhawatirkan saat bertarung nanti sebagai cagub akan menyeruak dengan bau tidak enak, hal ini sengaja saya ungkapkan, karena saya berharap beliau jadi Gubernur Sumbar”, pungkas Indrawan

Baca juga: Brigjend Pol.Drs.FAKHRIZAL, M.Hum, Kapolda Ideal di Ranah Minang

Selagi waktu yang tersisa masih memungkinkan, tentu saja bapak Kapolda Sumbar ini harus lebih gigih dan mau berjuang lebih giat lagi, berusaha memperkenalkan diri kepada sebahagian besar masyarakat Sumbar, karena beliau Kapolda tentu saja hal yang perlu ditonjolkan adalah dalam penegakan hukum di Sumatera Barat. demikian dikatakan Ketua LSM KOAD

PDIP pernah sukses mengantarkan Gamawan Fauzi menjadi Gubernur Sumbar pada tahun 2005, meskipun Gamawan bukan kader PDIP. Bisa jadi hal yang sama dilakukan untuk Ganefri yang pada tahun 2017 sebagai Rektor UNP menganugerahkan gelar doktor honoris causa di bidang politik pendidikan bagi Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP.

Atau bila melihat kedekatan Presiden Jokowi dengan Arcandra, tentu juga menjadi pilihan lain bagi PDIP.

Untuk Fakhrizal karena masih aktif di kepolisian tentu harus mengundurkan diri bila ada partai yang meminangnya untuk cagub.

Fakhrizal terkenal sebagai kapolda yang simpatik dan dan pers lokal menjulukinya sebagai kapolda ideal di Ranah Minang. Tapi julukan kapolda ideal itu bisa jadi karena jarang Kapolda Sumbar yang putra Minang seperti Fakhrizal.

“Yang akan mengganjal bapak Kapolda ini adalah terkait dukungan partai pengusung, namun jika bapak Fahrizal benar benar serius menginginkan duduk sebagai Sumbar-1, saya yakin banyak yang bisa dan mau membantu beliau”, ujar Indrawan

Fauzi Bahar: Mantan walikota Padang 2004-2014 ini digadang-gadang kembali maju di Pilgub Sumbar. namun menurut Indrawan ketua LSM KOAD, berat buat Fauzi Bahar untuk bersaing dengan calon lain, terlalu banyak yang harus dikenang oleh masyarakat Padang, dulu kita memiliki terminal, sekarang tranportasi di Padang seperti tidak terurus, sangat berantakan. ditambah peninggalan pak Fauzi terkait masalah pasar Banda Buek yang belum usai.

Kasus pidana terkait proyek tersebut terus bergulir, Indrawan sebagai ketua LSM KOAD pernah menemui bapak Fauzi Bahar agar beliau bisa membantu menyelesaikan masalah yang ditinggalkannya. jika hal itu dikabulkan, saya yakin saat ini beliau bisa melenggang bebas menuju kursi Gubernur Sumbar.

Pria berusia 56 tahun ini sempat kalah di Pilgub 2015 silam saat menjadi calon wakil gubernur berpasangan dengan Muslim Kasim (Alm) dan gagal dalam Pileg 2019 sebagai caleg DPR RI. untuk menjadi caleg perlu orang yang memiliki Integritas, Peduli kepada Masyarakat jika tidak hanya buang buang waktu.(Red)

(sumber Covesia,IndekNews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *