Irjen (Pol) Drs Fahkrizal SH, MH Berpotensi akan menjadi “Lawan Tangguh” Dalam Pilgub Sumbar 2020

oleh -100 views

PADANG,SUMBARTODAY Irjen. Pol. Drs. Fakhrizal, M.Hum. lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 26 April 1963, umur 56 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri. Ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Barat sejak 22 Desember 2016 berdasarkan Surat Telegram (ST) Kapolri No. ST/3072/XII/2016. Selanjutnya, ia resmi dilantik oleh Kapolri pada 4 Januari 2017. Ia dilantik menggantikan Brigjen. Pol. Drs. Basarudin, S.H., M.H.

Fakhrizal menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1986 ini berpengalaman dalam bidang intel. Sebelumnya, jenderal bintang dua ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah.

Riwayat Jabatan yang pernah di duduki Irjen Fafrizal

  • Wapamapta Res Metro Jaksel Polda Metro Jaya
  • Paur Minik Serse Res Jaksel Polda Metro Jaya
  • Kanit Resintel Res Metro Pasar Minggu Polda Metro Jaya
  • Kanit Res Intel Metro Kebayoran Baru Polda Metro Jaya
  • Kapolsek Khusus Buala Polres Badung Polda Nusra
  • Kapolsekta Denpasar Polres Badung Polda Nusra
  • Waka Polres Buleleng Polda Bali
  • Kabag Pammasbang Dit Intelpam Polda Bali
  • Pamen Sespim Polri
  • Kabag Serse Ek Dit Serse Polda Jateng
  • Kapolres Jepara Polwil Pati Polda Jateng
  • Wadir Intelkam Polda Metro Jaya
  • Kaden D.1 Dit D Baintelkam Polri
  • Dir Intelkam Polda Jambi
  • Pamen Sde Sdm Polri (dlm rangka dik sespati)
  • Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divpropam Polri
  • Kabagdumas Rorenmin Itwasum Polri
  • Sesropaminal Divpropam Polri
  • Karopaminal Divpropam Polri
  • Kapolda Kalteng
  • Kapolda Sumbar

Sebenarnya jiwa besar seorang pemimpin yang dimiliki oleh , Irjen Pol. Drs. Fahrizal, M.Hum, sudah mengalir sedari kecil. Kapolda Sumbar menceritakan, ia lahir di keluarga Tentara Nasional Indonesia (TNI), ayahnya seorang anggota TNI-AD. Sejak kecil sampai kelas 3 SMA, tidak ada niat untuk menjadi abdi negara. orang tuanyalah yang menekankan untuk serius dalam menyelesaikan sekolah. “Ayah saya mendidik seperti anak biasanya, hanya menekankan untuk sekolah pintar,”sebutnya.

Setelah tamat SMA, anak pertama dari enam bersaudara ini baru mempunyai keinginan untuk masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Salah satu alasannyaadalah untuk membantu meringankan beban orang tuanya dan bisa membantu pendidikan adik-adiknya nanti.

Saat mendaftar, polisi bukan menjadi target utamanya. TNI-Angkatan Darat dan Angkatan Udara justru menjadi incarannya sejak awal. Namun, hasil psikotes membawanya untuk menjadi polisi.

“Iya, niatnya masuk tentara, malah masuk polisi,”celetuknya.

Tidak sesuai pilihan bukan berarti harus patah semangat. Jendral yang pernah menjadi wakil dari Budi Waseso (BW) di Karo Paminal Mabes Polri itu mencoba menerima dan belajar tugas menjadi polisi.

 

Tantangan berikutnya saat berada di pulau Bali. Setelah menjalani Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK). Dua kali menjabat sebagai Kapolsek. Pertama Kapolsek Nusa Dua dan Kapolsek Denpasar kota. Ada kasus besar yang menjadi perhatian waktu itu, sekira tahun 1995-1996. Demikian halnya saat menjadi Wakapolres Singaraja.

Diungkapkannya, perjalanan menjadi jendral tidak mudah ada banyak tahapan-tahapan untuk meraihnya. Setelah menjadi wakapolres, melanjutkan untuk sekolah staf dan pimpinan (Sespim).

”Dari 12 peserta, hanya satu yang lulus. Itu saya,”katanya. Ia pun bersyukur untuk bisa tembus menapaki pendidikan di PTIK, Sespim, dan Sespati hanya dilalui dengan satu kali tes.

Pengalaman menantang lainnya saat menjabat sebagai Karo Paminal (Kepala biro pengamanan internal) Mabes Polri 2013 -2015. Jabatan sebelum menjadi Kapolda Kalteng. Yang tugasnya harus membenahi dan memberi shock terapi kepada oknum-oknum polisi nakal di kepolisian.

Yang tidak kalah penting adalah kedermawanan beliau, Fahkrizal memiliki sence of crisis dia sangat menjaga hubungan baik rakyat kecil termasuk dengan para Jurnalis khususnya yang berada di Sumbar. ungkap Indrawan ketua LSM Komunitas Anak Daerah (KOAD) menjelaskan.

Salah satunya, menangani kasus oknum perwira menengah penerima suap dari bandar narkoba beberapa waktu lalu dan oknum yang terlibat dalam judi online. (Red)

(sumber wikipedia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *