Bank Nagari Diminta Membayar sewa atau Kosongkan Lokasi Kios Yang Kini Jadi Capem Banda Buek.

oleh -136 views
Pasar Bandabuek Padang

PADANG,SUMBARTODAY-Bank Nagari diminta membayar sewa atau segera kosongkan petak kios yang selama ini menjadi  capem Bank Nagari Banda buek. Melalui surat resmi LSM Komunitas Anak Daerah (KOAD) tertanggal 22/7/19.

Sebagai kuasa dari KAN dan TPPBB Lubuk Kilangan ” kami minta Bank Nagari segera kosongkan Kios tersebut”, pungkasnya

Kami tetap akan usahakan, sebagai tindak lanjut permasalan penguasaan hak kami secara melawan hukum oleh Bank Nagari, walaupun mediasi yang yang kami lakukan ditolak Bank Nagari, tindakan yang akan kami lakukan adalah menyegel kantor Cabang Pembantu Bank Nagari Pasar Banda Buek bersama dengan dengan kaum pemilik tanah dan KAN Lubuk Kilangan.

Kami dari  LSM KOAD sebagai penerima kuasa sudah menyurati Pemko Padang tanggal 22/7/19 dan Direksi Bank Nagari, melalui surat tanggal 27/7/2019. kami yakin dan berharap masalah ini dapat selesai dengan adil, kami menginginkan bank nagari jangan lagi menutupi kesalahan yang telah terjadi”, tambahnya

Senada dengan Ketua KOAD, Jeck dari De Vacto (Law Firm) selaku juru bicara tim pengacara menjelaskan, bahwa “dua bulan yang lalu kami telah datang ke Bank Nagari untuk menemui Dirut. kedatangan kami adalah untuk menjelaskan bahwa keberadaan Bank Nagari di Pasar Banda Buek merupakan perbuatan melawan hukum, karena menempati lokasi yang sedang bermasalah, yang mana, semuanya tertuang dalam surat kesepakatan yang bernomor 17/KB-BMK/V/2006, tentang hak KAN Luki dalam pengelolaan pasa nagari Banda Buek, jadi kedatangan kami adalah untuk mencari solusi,” jelasnya kepada media Sumbartoday.

lebih lanjut dijelaskannya, “dengan adanya sengketa ini, tentunya pihak Bank yang telah menempati lokasi tersebut harus menjelaskan. Kami berharap jangan diabaikan lagi, kami sanksi akan ada demo dari kaum guna menuntut hak mereka. Kedatangan kami dua bulan yang lalu adalah untuk meberikan solusi”, kata jek lagi

“kenapa harus takut, kami datang hanya untuk meminta penjelasan kepada pihak Bank, atas dasar apa Bank Nagari menempati lokasi yang jelas-jelas sedang bermasalah tersebut. kami berharap pihak Bank beriktikad baik, kami menunggu lebih kurang satu jam, kami tidak menyangka Dirut Bank ini sepertinya enggan untuk bertemu dengan kami”.

Berikut mari kita lihat syarat sah atau tidaknya, penguasaan kios tersebut oleh Bank Nagari, “agar peralihan hak milik atas suatu benda itu sah haruslah dipenuhi syarat-syarat berikut,  Pertama harus ada perjanjian, kedua harus ada alas hak (titel), ketiga harus dilakukan oleh orang  yang  berwenang  menguasai  benda  tersebut, keempat harus ada penyerahan nyata. nah dari syarat yang ada bank nagari tidak memenuhi suatu apapun,”, kata jek menjelaskan

“Kami sebagai kuasa memberikan waktu kepada pihak Bank Nagari, kami harap jangan diabaikan !!, jika dalam waktu beberapa hari kedepan masih belum ada tanggapan, kami bisa meminta dengan cara yang dapat membuat malu Bank Nagari. sampai saat ini, kesepakatan KAN Luki dengan Pemko Padang belum ada kata sepakat, jika Pemko masih belum menanggapi surat kami tertanggal 16/7/19 dan 22/7/19, kami akan akhiri kesepakatan tersebut,” tegas Indrawan sebagai ketua LSM KOAD.

Sementara itu, selaku ketua LSM KOAD, Indrawan juga turut hadir bersama tim pengacara mengatakan, ” kami tidak merasa heran dengan apa yang dilakukan pihak bank nagari. sebaiknya Bank Nagari jujur, jangan semena-mena dan meremehkan, percuma jika akhirnya akan membuat malu Bank Nagari, dan nama baik bank jadi rusak dimata masyarakat, apalagi hanya untuk menutupi penyimpangan dan kesalahan yang dilakukan oknum pejabat sebelumnya, jika masih belum di tanggapi, kami akan akhiri kesepakatan dengan Pemko Padang, tentu bank nagari akan kehilangan pegangan”, Pungkas Indrawan sebagai ketua LSM KOAD mengakhiri.(Deff)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *