Unjuk Rasa Anak Nagari Lubuk Kilangan Tutup Air, PT Semen Padang Diharapkan Peduli.

oleh -65 views

PADANG,SUMBARTODAY-PT Semen Padang digoyang Aksi demo Kamis (1/8/2019) yang dilakukan oleh masyarakat  yang mengatasnamakan Anak Nagari Lubuk Kilangan Bersatu Bangkit (LBB), dengan menutup saluran air diperkirakan akan menyebabkan kebutuhan air  lingkungan pabrik dan masyarakat lingkungan terhenti.

Kelompok masyarakat yang menamakan diri Lubuk Kilangan Bersatu Bangkit (LBB) menutup saluran air PT Semen Padang tepatnya di kawasan Pintu Air Sikayan Padang sebagai buntut dualisme kepengurusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan.

“Penutupan ini dilakukan karena ketidakpuasan kami atas terpecah duanya lembaga Kerapatan Adat Nagari Lubuk Kilangan,” kata perwakilan kelompok masyarakat Lubuk Kilangan Bersatu Nisfan Jumadil di Padang, Kamis.

Penutupan saluran air tersebut berdampak pada operasional pabrik karena yang ditutup merupakan kanal utama sumber air untuk PT Semen Padang serta dua kelurahan yaitu Indarung dan Padang Besi serta sejumlah masjid dan Sekolah Polisi Negara Padang Besi.

Persoalan yang menerpa KAN Lubuk Kilangan bermula dari berakhirnya masa kepengurusan KAN yang dipimpin Basri Rajo Usali yang kemudian terpilih untuk ketiga kalinya. Setelah itu ada pihak yang melaksanakan pemilihan pengurus KAN tandingan yang dipimpin oleh Junaidi Usman. Oleh sebab itu menurut Nisfan pihaknya ingin mempersatukan semua pihak yang saat ini bertikai.

Saat ditanya apa alasan menutup saluran air ia menyampaikan hulu persoalan ini karena PT Semen Padang berpihak pada KAN lama. Ia menilai KAN lama tidak legal karena berdasarkan anggaran dasar hanya dua kali boleh menjabat tapi yang ada saat ini sudah tiga kali menjabat.

Salah satu tuntutan yang disampaikan kelompok Lubuk Kilangan Bersatu Bangkit adalah meminta PT Semen Padang menghentikan bantuan kepada KAN lama untuk sementara hingga kedua belah pihak bersatu.

Sementara Kapolresta Padang Kombes Yulmar Try Himawan saat meninjau lokasi menyarankan kedua pengurus KAN untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi dengan duduk bersama.

“Kami kepolisian tidak memiliki kewenangan dan ikut campur urusan internal lembaga masyarakat, tapi siap menyediakan tempat di polsek untuk melakukan mediasi diantara kedua belah pihak pengurus KAN,” kata dia.

Sedangkan ketua KAN Luki Basri Dt Rajo Usali dan sekretarisnya Armansyah Dt Gadang menilai penutupan saluran air oleh kelompok masyarakat tersebut sebaiknya tidak dilakukan. “Memang berdiri kanal air tersebut di tanah nagari namun ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jika ada persoalan akan lebih baik lewat negosiasi,” kata dia. dikutip dari Sumbar,AntaraNews

Ia menilai tujuan penutupan saluran air dalam rangka mempersatukan tokoh adat juga tidak relevan dan menilai apa yang terjadi lebih kepada kesalahpahaman semata. “Kalau ingin niniak mamak bersatu, semua sudah satu namun masih ada empat orang lagi yang bersikukuh,” kata dia.

Sementara Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati menilai penutupan kanal air tentunya berdampak pada operasional pabrik, ” jika air distop dalam waktu lama bisa berpengaruh pada operasional pabrik dan tidak beroperasi “, katanya.

Ia berharap persoalan ini diselesaikan dan pihaknya tidak akan ikut campur karena hal itu urusan internal nagari Lubuk kilangan.

Dijelaskan oleh salah seorang pemuka Masyarakat Luki yang tidak mau disebutkannamanya, ” akhir akhir ini anak nagari merasa kesulitan dengan keadaan yang terjadi sebagai contoh ninik mamak pemangku adat terpecah menjadi dua kubu, ini tentunya tidak sehat, anak kemenakan akan kesulitan mengurus segala sesuatu yang diperlukan terkait harta ulayat kaum”, pungkasnya

“seharusnya petinggi PT Semen Padang bersikap bijak, PT Semen Padang termasuk salah satu objek vital nasional (OVN)yang perlu mendapat perlindungan dan pengamanan. tetapi jangan lupa, PT Semen Padang  berdiri diatas tanah ulayat kaum suku-suku yang ada dilubuk kilangan”, katanya lagi

Direksi PT Semen Padang harus menyadari bahwa “pabrik butuh pasokan air, tidak hanya sebagai pendingin mesin pabrik seperti  gear box motor,  alat penangkap debu, cement mill, kiln dan  operasional peralatan lainnya, serta kebutuhan perkantoran dan rumah tangga. oleh sebab itu kami berharap agar PT Semen Padang segera turun kelapangan untuk menyelesaikan permasalahan ini, jangan biasakan berususan dengan satu orang saja, kita hidup di minangkabau ,yang menjadi raja adalah sepakat kaum”, kata Salah seorang pemuka masyarakat tersebut.

Lebih jauh dijelaskannya, “Lingkungan pabrik harusnya menjadi prioritas yang harus menjadi pertimbangan utama Dirut PT Semen Padang,  apalagi dengan dihentikanya pasokan air bersih ke lingkungan Semen Padang, pasokan air ke kompleks perumahan Bukit Atas, Komplek Atap Genteng, Komplek Parak Gatah, Komplek L75, L120, L150, dan Social Center, perbankan, Kantor Pos,  serta masjid mushalla di sekitar pabrik juga terhenti, itulah yang harus diprioritaskan, kami juga tidak bermaksud mengganggu, tapi semen Padang harus lebih peduli karena terkait produksi PT Semen Padang”, pungkas pemuka masyarakat tersebut.

Untuk itu, pemuka masyarakat yang melakukan demo menghimbau pihak Semen Padang agar memahami apa yang dirasakan oleh masyarakat, kondisi yang kondusif tentunya dibutuhkan oleh perusahaan, begitu juga dengan masyarakat di lingkungan negeri lubuk kilangan. kami juga membutuhkan kenyamanan, sekarang kami terpecah, urusan kami menjadi sulit, kami berharap hal ini segera berakhir “, pungkasnya

Sementara Kapolsek Lubuk kilangan ditengah diskusi mengatakan, ” kita akan usahakan dalam dua hari ada peretemuan anatara pihak yang bermasalah dengan disaksikan PT Semen Padang “, kata kapolsek Luki dalam suasana rapat tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *