Anak Nagari Lubuk Kilangan Terpecah, berbagai Demo Dilakukan Untuk Mencari Solusi

oleh -67 views

PADANG,SUMBARTODAY-Berikut Redaksi Sumbartoday menyajikan berbagai berita yang telah diposkan berbagai portal berita media online Padang.

Puluhan orang dari Anak Nagari Lubuk Kilangan melakukan aksi damai ke Kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumbar di Jalan Diponegoro Padang, Jumat (20/7).

Mereka menuntut Ketua LKAAM Sumbar untuk mundur dari jabatannya, karena diduga berupaya memecah belah ninik mamak dan anak kemenakan Lubuk Kilangan.

Upaya tersebut berkaitan dengan adanya sepucuk surat yang menyatakan bahwa Ketua LKAAM Sumbar mendukung LKAAM Padang mengesahkan Ketua KAN Lubuk Kilangan tandingan yang diketuai Junaidi Dt Rajo Ibrahim.

“Kami melakukan aksi damai kesini karena kami ingin mengetahui kenapa Ketua LKAAM Sumbar malah mendukung LKAAM Padang mengesahkan KAN tandingan. Ini satu upaya mengadu domba kami di Nagari Lubuk Kilangan,”ucap Ketua Pemuda Nagari Lubuk Kilangan H.Ritwan Mas kepada wartawan.

Ia beserta pemuda Lubuk Kilangan lainnya tak habis pikir dengan tindakan Ketua LKAAM Sumbar tersebut
KAN Lubuk Kilangan pun sudah mengirimkan surat mempertanyakan kenapa hal ini bisa terjadi, namun hingga saat ini belum dibalas.

Surat tersebut terasa janggal, mengingat sebelumnya juga Sekretaris LKAAM Sumbar membatalkan surat pengesahan KAN  tandingan yang dikeluarkan LKAAM Padang setelah KAN Lubuk Kilangan menggugat LKAAM Padang.

Apalagi Ketua KAN Lubuk Kilangan Basri Dt Rajo Usali dipilih secara sah dalam musyawarah KAN, dipilih oleh 17 orang ninik mamak dalam musyarawah, serta masih aktif dan masih bekerja hingga saat sekarang.

IMG_20180720_143645

Sementara itu Sayuti ketua LKAAM Provinsi Sumatera Barat, ketika dikonfirmasi SumbarPost mengatakan, “aksi demo yang dilakukan anak nagari Lubuk Kilangan salah alamat”, ungkap Sayuti

Seharusnya mereka demo ke LKAAM Padang mempertanyakan masalah ini. LKAAM Sumbar hanya mengeluarkan surat penguatan mendukung LKAAM Padang mengesahkan Junaidi Dt Ibrahim sebagai Ketua KAN Lubuk Kilangan.

“Lagian kenapa mereka demo ke kantor LKAAM Sumbar. Sementara mereka sendiri tidak mengakui keberadaan LKAAM itu sendiri selama ini,” ujarnya.

Keputusan LKAAM Padang pun dijelaskan Sayuti sudah selayaknya dilakukan. Mengingat sudah berdasarkan Perda no 6 dan Perwako nomor 14.

“Setahu saya aksi demo ini tidak layak dilakukan. Karena permasalahan antara ninik mamak ini dilakukan dengan musyawarah dan mufakat. Kami tidak akan melayani aksi demo demo seperti ini,”tegas Sayuti.

LKAAM Sumbar dan Padang pun dikatakan Sayuti Dt Rj penghulu dalam waktu dekat akan memanggil kedua belah pihak yang saling bertikai, guna menengahi permasalahan yang terjadi. Dengan harapan dapat tercapai kesepakatan bersama.

LSM KOAD mengingatkan agar LKAAM Sumbar selalu berada pada tujuan dan fungsi yang sebenarnya, LKAAM Sumbar sebagai organisasi kemasyarakatan (NGO/LSM) mampu menjadi kekuatan politik baru dalam mengontrol dan mengawasi kebijakan pemerintah yang dinilai bertentangan dengan kultur sosial masyarakat adat Minangkabau di Sumatera Barat. Sehingga ini menjelaskan bahwa keberadaan kekuatan politik LKAAM Sumbar sebagai lembaga komunikasi adat di Sumatera Barat. Untuk itu Bagaimana Peran LKAAM dalam Proses Penyusunan Perda Provinsi Nomor 7 tahun 2018 tentang Nagari ? jika seorang datuak penghulu keluar dari tujuan didirikan LKAAM tentunya akan menjadi preseden buruk yang akan dikenang anak kemenakan yang berada diranah minang umumnya.

“Kami akan panggil kedua belah pihak. Suratnya sudah kami buat dan sudah ditandatangani. Dalam waktu dekat akan kami panggil,”pungkasnya.

Sebagai salah seorang yang pernah hidup dan besar di Nagari Lubuk Kilangan (15 Km dari pusat Kota Padang kearah Timur), tentu sedikit banyaknya saya tahu tentang daerah ini. Di Nagari ini pulalah sebuah pabrik Semen tertua di Indonesia bahkan konon tertua didunia  yang bernama PT Semen Padang berdiri lama, namun apakah keberadaan PT Semen Padang itu memberi sesuatu manfaat bagi penduduk yang bermukim bernama Anak Nagari Lubuk Kilangan atau kedua-keduanya saling bersinergi dalam memajukan Nagari Lubuk Kilangan dan  juga memajukan PT Semen Padang dalam mengembangkan usahanya ?. Inilah pertanyaan yang harus dicari jawabnya segera.

Bagaimanapun, saya ikut prihatin, karena beberapa waktu yang lalu terbetik berita sejumlah Anak Nagari Lubuk Kilangan melakukan Demo dan memblokir aliran  sungai Aia Baliang yang memiliki fungsi sangat vital bagi aktivitas pabrik.

Konon masalah tersebut berawal dari persoalan rekriutment karyawan baru PT Semen Padang yang dianggap banyak mengecewakan Anak Nagari ditambah masalah 412 Hektare lahan  tanah ulayat yang masih dipermasalahkan seperti yang dikutip di Harian Singgalang, (3 April 2013)

Kalau persoalan ini memang terjadi, saya menduga ada yang salah, dalam membangunan kemitraan yang saling menguntungkan antara Nagari Luki dengan PT Semen Padang.

Seharusnya kalau ada komitment yang kuat untuk kedua belah pihak saling bersinergis dan saling menguatkan dalam arti PT Semen Padang dengan tanggung Sosialnya atau yang lebih dikenal Coorporate Social Responsibility (CSR)nya  melakukan sejumlah pemberdayaan wilayah dan penduduk terbukti dilapangan, saya yakin gesekan atau konflik yang muncul mungkin dapat dihindari.

Bentuk pemberdayaan anak Nagari itu, menurut saya tentu bukan sebatas masalah Anak Nagari diterima menjadi karyawan di PT Semen Padang saja, tapi juga dapat dilihat sejauh mana keterlibatan PT Semen Padang dalam meningkatkan SDM anak nagari Lubuk Kilangan melalui jalur pendidikan dan keterampilan, sehingga anak nagari memiliki ilmu dan skill yang memadai sehingga mereka siap pakai untuk bersaing didunia kerja, setidaknya, ketika PT Semen Padang membutuhkan karyawan baru, anak nagari siap untuk mengisi karena telah memenuhi syarat.

Disamping itu, juga patut dicermati, dalam kaitannya untuk membangun SDM anak nagari yang handal dan berkualitas, PT Semen Padang dapat memberikan kontribusinya dengan memberikan bantuan fasilitas pendidikan yang memadai dan juga program beasiswa bagi anak nagari yang berprestasi untuk bersekolah setinggi-tingginya di sekolah dan Perguruan Tinggi manapun di Indonesia.

Kami berharap dana CSR PT Semen Padang, jangan salah alamat, sehingga hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. sedangkan anak nagari hanya gigit jari.

Masyarakat tidak berkualitas karena minim pendidikan, tidak memiliki daya saing dan akhirnya jadi penonton dikampungnya sendiri.

Wujudnya barangkali dalam bentuk kemitraan usaha, pemberian modal usaha, latih dan libatkan anak nagari dalam rangkaian kegiatan yang saling menguntungkan dengan PT Semen Padang, misalnya dalam jasa pembelian barang, kontruksi dan pemeliharaan yang itu bisa dilakukan oleh anak nagari yang telah bermitra dengan PT Semen Padang.

Saya yakin masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dan dielaborasi, sepanjang niatnya ada saling asah, asih dan asuh antara PT Semen Padang dengan Anak Nagari yang bermukim disekitar pabrik.

Menunggu Peran Niniak Mamak
Saya menaruh harapan, agar Ninik Mamak yang bernaung dalam Kerapatan Adat Nagari Lubuk Kilangan, dapat menunjukkan perannya, jangan lupa dengan filosofi Anak dipanggu, kamanakan dibimbing, orang kampung dipatenggangkan, sehingga kiprahnya dapat dirasakan secara nyata bagi kemajuan Nagari Lubuk Kilangan.

Jangan membuat jarak serta menjadi duri dalam daging. kiprahnya tak pernah jelas, celakanya lagi, hanya jadi perpanjangan tangan, menjadi tunggangan orang tertentu untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok, sementara Nagari dirugikan.

Anak kamanakan sudah baserak(berserak) tidak tahu kemana akan mengadu, akhirnya nagari jadi sensara, orang menikmati kita hanya menjadi penonton, karena kita tidak bisa memamfaatkan peluang dan tidak mau berkaca diri serta bekerja keras untuk memajukan kampung, idealnya keberadaan PT Semen Padang harus menjadi modal bagi Anak Nagari untuk menjadi batu lomcatan untuk maju, anak nagari harus cerdas dalam melihat peluang dan kesempatan.

Peran Ninik Mamak juga sangat strategis dalam menjembati antara kepentingan anak nagari dengan PT Semen Padang dalam menyuarakan aspirasi Nagari, saya yakin kalau organisai KAN solid dan kuat serta memiliki visi dan misi yang jelas bagi perkembangan Nagari, masalah Demo (apalagi nanti akan anarkis) akan dapat dihindari, semua persoalan akan selesai oleh petuah, pikiran dan tindakan ninik mamak nan bijak dan bestari.

Untuk itulah, orang Lubuk Kilangan penting dalam hal ini,  punya ninik mamak yang berkarakter, berwibawa  dan mengerti persoalan, kemudian tahu apa yang harus dilakukannya, bukan hanya sekedar jadi kacung tapi tidak mampu berbuat banyak.

Seharusnya Anak Nagari Lubuk Kilangan mulai menatap kedepan dan mempersiapkan semua itu dari sekarang, saya yakin lambat laun karena proses alam, PT Semen Padang akan berhenti beraktivitas, seiring dengan berkurangnya Karang Putih sebagai dasar bahan Semen, PT Semen Padang tidak lagi dapat memberi harapan.

Saya mengharapkan, apa yang saya sampaikan dilakukan sedini mungkin, saya optimis orang-orang besar akan lahir dari anak kemenakan Nagari Lubuk Kilangan.

Tulisan ini semata-mata saya dedikasikan demi kemajuan anak Nagari Lubuk Kilangan, untuk pahilang malu dan mambangkik batang tarandam, untuk Lubuk Kilangan yang lebih baik, semoga saja suara dari rantau tidak hilang ditelan bumi, paling tidak dibaca dan  menjadi pemicu semangat anak Nagari untuk maju dan bangkit.

Anak Nagari Lubuk Kilangan Demo Pihak yang Mengklaim Tanah Ulayat Meminta Maaf

Dikutip dari kabarin.co, Terkait klaim sepihak yang dilakukan oleh beberapa orang yang mengaku memiliki wewenang terhadap penguasaan tanah ulayat Nagari Lubuk Kilangan yang dihibahkan oleh niniak mamak kepada PT. Semen Padang.

Atas kegiatan tersebut anak nagari melakukan demonstrasi dan membuat maklumat untuk menuntut pihak Nurjanah Syukur, SH, Dasman, Dra Yusmaniar Tanjung, Ir. Mulawarman dan Adityawarman meminta maaf kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan.

Anak Nagari Lubuk Kilangan Demo Pihak Yang Mengkalaim Tanah Ulaayat untuk Minta Maaf

 

Aksi pada Rabu (21/3/2018) demo massa yang dihadiri sekitar 100 an orang, menghasilkan maklumat yang ditandatangani oleh 101 orang dilakukan di depan Kantor KAN Lubuk Kilangan menghasilkan keputusan yang diterima oleh redaksi kabarin.co.

Kami Anak Nagari beserta Niniak Mamak, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan tidak pernah memberikan kuasa dan wewenang kepada: 1. Nurjanah Syukur SH, 2. DASMAN, 3. Dra Yusmaniar Tanjung, 4. Ir Mulawarman, 5. Adytiawarman (yang tercantum dalam surat kuasa No. 001/TA/II/2018 terlampir) untuk mengurus tanah ulayat nagari Lubuk Kilangan.

  1. Perlu kami beritahukan kepada semua pihak tentang Gelar Datuk Rajo Intan yang dipakai oleh sdr Ir. Mulawarman belum lah syah dan diakui secara hukum adat salingka Nagari di Lubuk Kilangan karena belum dilewakan atau diresmikan secara adat di Kerapatn Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan dengan arti kata yang bersangkutan belum diterima sebagai Datuk oleh Anak Nagari dan ninik mamak 5 Suku di Nagari Lubuk Kilangan. Kalau ada tindak tanduk atau prilaku yang bersangkutan mengatas namakan Ninik Mamak Adat Nagari Lubuk Kilangan itu adalah menjadi tanggung jawab pribadinya sendiri.
  2. Pemberian kuasa yang dilakukan oleh 1. Nurjanah Syukur SH, 2. DASMAN, 3. Dra Yusmaniar Tanjung, 4. Ir Mulawarman, 5. Adytiawarman (tercantum dalam surat kuasa No. 001/TA/II/2018 terlampir) adalah merupakan suatu tindakan melanggar hukum dan sudah melecehkan Ninik Mamak dan Anak Nagari Lubuk Kilangan karena secara sepihak telah mengambil hak ulayat nagari Lubuk Kilangan dan ninik mamak adat enam suku kenagarian Lubuk Kilangan yang terangkum dalam KERAPATAN ADAT NAGARI (KAN) Lubuk Kilangan.
  3. Perlu kami tegaskan, kekuasaan tertinggi di Nagari Lubuk Kilangan berada di tangan ninik mamak adat yang bernaung dibawah Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan
  4. Perlu kami tegaskan kepada: 1. Nurjanah Syukur SH, 2. DASMAN, 3. Dra Yusmaniar Tanjung, 4. Ir Mulawarman, 5. Adytiawarman Agar segera menghentikan semua aktifitas terkait dengan tuntutan nagari Lubuk Kilangan dan Tanah Ulayat Nagari Lubuk Kilangan.
  5. Perlu kami tegaskan kepada: 1. Nurjanah Syukur SH, 2. DASMAN, 3. Dra Yusmaniar Tanjung, 4. Ir. Mulawarman, 5. Adytiawarman agar segera meminta maaf kepada Anak Nagari Lubuk Kilangan dan Ninik Mamak Adat yang berada dibawah naungan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan.

 

Anak Nagari Tolak Kerapatan Adat Nagari Versi LKAAM Sumbar

Puluhan anak Nagari Lubuk Kilangan, Kecamatan Lubuk Kilangan, kota Padang berunjuk rasa di Kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, di Jalan Diponegoro, Jumat (20/7) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam orasinya, Ketua pemuda Nagari Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) Ridwan berujar kalau pihaknya melakukan unjuk rasa ini menyusul dilantiknya Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kecamatan Lubuk Kilangan yang sudah ditandatangani oleh LKAAM Kota Padang.

“Kalau permasalahannya seperti ini, sama saja mengadu domba kami sesama anak nagari, dengan membuat KAN tandingan masyarakat jadi susah untuk mengurus surat dalam permasalahan adat, kalau KAN-nya dipecah menjadi dua begini,” ungkap Ridwan.

Ia mengatakan, aksi yang dilakukan ini juga untuk mempertanyakan tentang pelantikan Ketua KAN Lubuk Kilangan yang baru. Padahal sebelumnya sudah ada ketua KAN di Lubuk Kilangan ini.

“Di sini kami atas nama anak nagari Lubuk Kilangan menanyakan permasalahan ini. Kalau ketua KAN Kecamatan Lubuk Kilangan masih ada dan masih aktif kenapa ada ketua KAN yang baru dan juga akan dilantik,” ucap Ridwan.

Ridwan katakan, sebelum melakukan aksi ini yang atas nama anak Nagari Kecamatan Lubuk kilangan, LKAAM Sumbar dan LKAAM Padang sudah terlebih dahulu disurati.

“Kami sudah datang di sini, tidak ada satupun orang LKAAM Sumbar ataupun LKAAM Padang di kantor ini. Kami kecewa, kalau keadaannya seperti ini, karena kami cuma menanyakan apakah benar akan ada pelantikan ketua KAN yang baru, dan kok bisa terjadi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua LKAAM Provinsi Sumatera Barat, Dt.Sayuti mengatakan kalau permasalahan ini bukan kewenangannya, tapi LKAAM Kota Padang. Karenanya, kami ini provinsi, sebab KAN Kota Padang yang lebih mengetahui permasalahannya.

Berikut dikutip dari Langgam.id, Dugaan perpecahan lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan menuai aksi protes. Buntut ketidakpuasan atas kasus tersebut, ratusan anak nagari dan masyarakat Lubuk Kilangan, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (1/8/3029).

Massa yang tergabung dalam wadah Lubuk Kilangan Bersatu Bangkit (LBB) juga memprotes pihak PT Semen Padang yang disinyalirnya berpihak kepada salah satu kelompok. Aksi tersebut juga melakukan penutupan pintu saluran air Kanal Sikayan di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan.

“Kami menduga pihak PT Semen Padang berpihak kepada salah satu kelompok. Ini yang menjadi pemicu persoalan. Kami juga melihat ada oknum yang tidak bertanggung-jawab mencari keuntungan dari PT Semen Padang,” kata penanggung jawab aksi Nisfan Jumadil kepada awak media.

Nisfan menegaskan, buntut perpecahan KAN berdampak kepada anak kemenakan dan masyarakat Nagari Lubuk Kilangan. Sebab, nagari bukan milik KAN.

“Nagari itu kepunyaan anak-kemanakan dan masyarakat, musyawarah nagari yang tertinggi. KAN itu tempat mengadu, kapai tampek batanyo, kapulang tampek babarito. Namun hari ini sudah terbalik,” sesalnya.

LBB menilai, KAN dan ninik mamak saat ini merasa berkuasa. Apapun keputusan nagari dibuat sendiri tanpa melibatkan seluruh unsur di nagari seperti ninik mamak ampek jinih dan enam suku. Hal ini tidak sesuai dengan adat minang yang selalu mengedepankan musyawarah.

“Kami sudah surati manajemen PT Semen Padang agar hentikan bantuan kepada KAN sementara waktu. Sebab, ini juga menjadi pemicu pecah belah KAN,” ulas Nisfan.

LBB juga meminta pihak kepolisian mencari dalang di balik perpecahan nagari di Lubuk Kilangan ini. “Saluran air Kanal Sikayan ini merupakan suplai air untuk PT Semen Padang. Aliran air juga dinikmati masyarakat di tiga kelurahan di Lubuk Kilangan. Tetapi, dengan aksi ini diharapkan dapat memancing semua pihak, terutama ninik mamak kembali bersatu untuk duduk bersama mencari jalan keluar persoalan ini,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati menyayangkan aksi yang dilakukan oleh masyarakat yang mengatasnamakan LBB. Menurutnya, aksi tersebut bisa berdampak kepada pengoperasian pabrik semen.

Jika penutupan suplai air Kanal Sikayan ini berlangsung lama, dipastikan dapat melumpuhkan operasional pabrik PT Semen Padang.

“Harapan kami, persoalan itu segera diselesaikan, dan kami di Semen Padang tidak ingin ikut campur, karena persoalan tersebut internalnya di nagari,” katanya

Berikut dikutip dari Sumbarpos.com…

Enam Suku Lubuk Kilangan Menyatakan Sikap Mendukung Kepungurusan KAN Dibawah Basri Dt Rajo Usali

Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan mendapatkan dukungan dari masyarakat adat enam suku yang ada di Nagari Lubuk Kilangan, Kota Padang Sumatera Barat.

Bentuk dukungan itu dilakukan dengan surat pernyataan yang dikirim ke managemen PT. Semen Padang serta ditandatangani oleh banyak pemangku adat dan kemenakan.

Surat yang ditandatangani tanggal 9 Maret 2018 itu merupakan pernyataan sikap anak kemenakan terhadap dukungan kepada ketua KAN Basri Dt Rajo Usali dalam menyelesaikan permasalahan tanah ulayat dengan pihak PT. Semen Padang dan PT. Semen Indonesia.

Berikut kutipan isi surat yang diterima dari salah satu narasumber redaksi

Sehubungan dengan adanya surat yang ditujukan kepada management PT. Semen Padang yang mengatasnamakan anak kamanakan dan ninik anam suku pemangku adat nagari Lubuk Kilangan terkait hal:

“penyampaian sikap untuk bersikap independent terhadap kondisi nagari” maka melalui surat ini perlu jelaskan dan tegaskan kepada manajemen PT. Semen Padang bahwa:

Surat yang ditujukan kepada managemen tersebut tidaklah mewakili kami dari anak kamanakan dan ninik mamak tunggu panabangan dari suku sipanjang (ada 6 suku yang memiliki surat dengan nada yang sama red) kenagarian Lubuk Kilangan.

Perlu kami jelaskan bahwa isi surat yang ditujukan kepada managemen PT Semen Padang tersebut adalah merupakan pelecehan terhadap ninik mamak kami dari suku Sipanjang (ada 6 suku yang memiliki surat dengan nada yang sama red) yang ada dalam Kerapatan Adat Nagari Lubuk Kilangan dibawah kepengurusan yang sekarang, yang sudah syah secara hukukm adat salingka nagari di lubuk kilangan sesuai proses pemilihan yang dilakukan oleh ninik mamak.

Kami dari anak kamanakan dan ninik mamak tungku panabangan dari suku sipanjang(ada 6 suku yang memiliki surat dengan nada yang sama red) kenagarian Lubuk Kilangan menegaskan bahwa siapapun yang akan menganggu kenyamanan pengurus KAN yang sekarang dalam menjalankan aktifitasnya terutama ninik mamak kami dari suku sipanjang maka akan berurusan dengan kami.

Perlu kami tegaskan bahwa urusan kepengurusan KAN Lubuk Kilangan tidak bisa dicampuri oleh anak kemanakan apalagi orang lain yang bukan anak kamanakan nagari Lubuk Kilangan

Anak kamanakan hanya bisa menyampaikan aspirasinya melalui Ninik Mamak Jinih Sukunya sendiri, untuk disampaikan di dalam musyawarah Kerapatan Adat Nagari Lubuk Kilangan.

Perlu kami tegaskan bahwa tidak ada yang bisa menangguhkan aktivitas dan administrasi serta operasional yang berkaitan dengan KAN karena KAN adalah lembaga tertinggi di kanagarian Lubuk Kilangan dan mengurus enam suku di Lubuk Kilangan termasuk kami suku sipanjang (ada 6 suku yang memiliki surat dengan nada yang sama red) .

Kami dari anak kamanakan dan ninik mamak tungku panabangan dari suku sipanjang (ada 6 suku yang memiliki surat dengan nada yang sama red) kenagarian Lubuk Kilangan mendukung semua aktifitas kepengurusan KAN yang sekarang dibawah kepemimpinan BASRI Dt RAJO USALI, dan mendukung perjuangan beliau demi kesejahteraan Nagari Lubuk Kilangan.

Perlu kami jelaskan kepada management PT. Semen Padang bahwa pengurus KAN sudah mengirimkan surat klarifikasi kepada Deputi Bidang Usaha Energi,Logistik dan Perhubungan terkait kepengurusan KAN Lubuk Kilangan.

Perlu kami tegaskan kepada semua pihak bahwa siapapun, organisasi apapun yang akan menganggu dan mengacau Ninik Mamak, kami dari suku sipanjang  yang berada di Kerapatan Adat Nagari Lubuk Kilangan, siap bertindak secara lahir dan secara bathin.

Perlu juga kami tegaskan kepada yang bukan Anak Nagari Lubuk Kilangan yang menjadi provokator dan pengacau di negeri kami, maka akan kami suruh segera keluar dari Nagari Lubuk Kilangan. Sampai saat ini sudah dikirimkan kepada ke managemen PT. Semen Padang, Jumat (16/3/2018). (sumber SumbarPos)

Dikutip dari HarianHaluan.com, Organisasi pemuda Lubuk Kilangan Bersatu Bangkit (LBB) yang terdiri dari anak nagari dan masyarakat nagari Lubuk Kilangan, melakukan aksi protes di Kampung Sikayan Pondok Bambu RT 01 RW 12, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kamis (1/8).

Aksi itu  sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap adanya dualisme di tubuh lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan.

LBB melakukan aksi protes dengan cara menutup kanal air di Kampung Sikayan Pondok Bambu RT 01 RW 12, dan memasang beberapa spanduk bertuliskan “Ulayat Nagari Lubuk Kilangan Bukan Milik Segelintir Oknum Pengkhianat”, dan spanduk bertuliskan rangkaian kalimat dengan mencatut nama PT Semen Padang.

Nisfan Jumadil, selaku penanggungjawab aksi sekaligus Perwakilan LBB menjelaskan hal-hal yang memicu terjadinya aksi tersebut

“Kami melakukan aksi ini karena ketidakpuasan kami terhadap lembaga KAN yang terpecah dua. Kami juga menduga pihak PT Semen Padang berpihak kepada salah satu kelompok. Ini yang menjadi pemicu persoalan, dan kami juga melihat ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencari keuntungan dari PT Semen Padang,” ujar usai melakukan mediasi bersama Polresta Padang

Ia mengungkapkan keinginan pihaknya untuk mempersatukan kembali nagari dengan cara melakukan aksi protes tersebut, sebab persoalan ini berdampak buruk bagi anak kamanakan dan masyarakat nagari Lubuk Kilangan.

“Nagari itu bukan KAN yang punya. Tetapi nagari itu kepunyaan anak kamanakan dan masyarakat, musyawarah nagari yang tertinggi. KAN itu tempat mengadu, kapai tampek batanyo, kapulang tampek babarito, namun hari ini sudah terbalik. KAN dan ninik mamak merasa berkuasa, apapun keputusan nagari dibuat sendiri tanpa melibatkan seluruh unsur di nagari kami yakni ninik mamak 4 jinih dan 6 suku. Tapi mereka ditinggal, apa itu benar sesuai adat minang yang selalu mengedepankan musyawarah,” katanya.

Lebih lanjut ia menyatakan, niat LBB sangat baik untuk menyatukan kembali ninik mamak di nagari. Makanya LBB memasang spanduk agar PT Semen Padang untuk sementara menghentikan bantuan kepada ninik mamak yang tergabung ke dalam KAN.

“Kita sudah menyurati manajemen PT Semen Padang agar menghentikan bantuan kepada KAN sementara waktu. Sebab ini juga menjadi pemicu terpecah belahnya KAN, dan kami juga meminta pihak kepolisian untuk mencari dalang yang telah memecah belah nagari di Lubuk Kilangan ini. Makanya, kami terpanggil untuk menyelamatkan nagari lebih dulu,” tuturnya.

Sebenarnya pihaknya malu melakukan aksi ini dan menutup saluran air Kanal Sikayan ini. Mengingat air ini merupakan sumber suplai untuk PT Semen Padang dan juga dinikmati masyarakat di tiga kelurahan di Lubuk Kilangan. Tetapi dengan aksi ini ia berharap dapat memancing semua pihak, terutama ninik mamak kembali bersatu untuk duduk bersama mencari jalan keluar persoalan ini.

“Kita akan coba melakukan musyawarah bersama ninik mamak agar kembali kompak. Jika tidak ada respon kami akan tetap bertahan dengan aksi lanjutan, seharusnya para ninik mamak memahami maksud kami,” pungkasnya

Sementara, Sekertaris KAN Lubuk Kilangan, Armansyah Dt Gadang mengatakan, saluran air Kanal Sikayan, itu memang berdiri ditanah nagari. Dan air merupakan sesuatu yang sangat penting bagi PT Semen Padang, air yang ditutup tersebut adalah suatu yang sangat vital, karena banyak yang menggunakannya, tidak hanya pihak PT Semen Padang, tetapi berapa kelurahan yang erada di Lubuk Kilangan. Oleh karena itu, perlu dicarikan solusi yang terbaik agar aksi protes ini tidak merugikan semua pihak.

“Tujuan aksi ini memang menyatukan ninik mamak, pada prinsipnya Niniak Mamak Pemangku Adat sudah bersatu, tetapi memang ada berapa orang Niniak Mamak yang belum kembali ke KAN, karena masih bersekukuh dengan SK LKAAM. Jika ada wadah musyawarah cukup anak kamanakan saja duduk bersama, kalau ninik mamak tidak perlu disatukan lagi, bahkan dari rapat kita beberapa waktu lalu menyepakati agar ninik mamak yang berseberangan itu kembali lagi ke KAN,” ungkapnya

Di sisi lain, Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati, mengatakan sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh masyarakat yang mengatasnamakan LBB. Tindakan tersebut bisa berdampak kepada pengoperasian pabrik semen. Untung saja untuk hari ini sudah ada stok air, hanya saja jika penutupan saluran air itu berlangsung lama, pabrik bisa terhenti.

“Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan. Kami dari Semen Padang tidak ingin ikut campur, karena persoalan tersebut adalah masalah internal nagari”, ujarnya

Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan yang ikut turun ke lokasi menyarankan kepada masyarakat untuk menghentikan aksi tersebut sebab dapat memberikan dampak yang luas kepada kondisi masyarakat sekitar yang membutuhkan air dari kanal Sikayan. Ia menyarankan untuk semua pihak agar duduk bersama secara musyarawarah menyelesaikan persoalan tersebut.

Kumpulan berbagai berita ini tentu dapat menggambarkan bagaimana keadaan yang sedang terjadi di Nagari Lubuk Kilangan.

Sementara disela pertemuan yang di adakan Lubuk kilangan Bersatu Bangkit, melalui Hendri menyatakan bahwa,” Kami menginginkan niniak mamak penghulu kami tidak terpecah, banyak masalah yang harus diselesaikan, jika penghulu sudah bersatu, saya yakin Lubuk kilangan akan lebih baik kedepannya.” Pungkas Hendri

Ketua LSM KOAD yang sempat hadir daalm acara demo LBB, “Yang terpenting adalah bagaimana cara yang benar menurut adat Minangkabau dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi dengan kata lain harus sesuai alua jo patuik.

Tidak ada masalah yang tidak selesai, selama kita mau duduk bersama, untuk bicarakan masalah yang terjadi, apalagi yang bermasalah adalah mamak dan Penghulu kaum yang berada di Kerapatan Adat Nagari (KAN)  itu sendiri, tugas utama dari Penghulu adalah ” Manyalasaian Nan Kusuik, Manjaniahan Nan Karuah.

ini adalah batu ujian bagi penghulu, kita harap Penghulu nan ditinggikan sarantiang, didahulukan salangkah, bisa memenuhi harapan masyarakat Luki ,” ungkap ketua LSM KOAD yang selalu meliput kejadian di daerah Lubuk kilangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *