Gempar Mengenai Indochina Gantinya Indonesia, Bagaimana menurut Anda

oleh -8 views

PADANG,SUMBARTODAY-Kata Indochina sedang ramai dibicarakan oleh netizen sejak kemarin. Berawal dari umpatan seorang pengguna media sosial.
Gempar mengenai kata Indochina itu berawal dari posting seorang pengguna akun Facebook saat berada di Bandara Kuala Lumpur.
Pengguna akun Facebook tersebut bercerita, pada Rabu (22/2) lalu, di berada di depan papan informasi yang ada di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2, di counter V untuk maskapai AirAsia. Dia tengah antre untuk peletakan bagasi.

Pada papan informasi tersebut muncul tulisan Indochina, Philippines, Singapore, Brunei, Australia, dan New Zealand. Lama menunggu, dia tak kunjung menemukan ‘Indonesia’ di papan tersebut.
“Pas mau check in di Bandara KLIA 2, Malaysia, pas lihat di papan info, ada tulisan Indochina, saya tunggu mana Indonesia tapi tetap muncul Indochina. Jadi di mana letak negara Indochina? Mikir dan sadarlah saudaraku Indonesia,” kata si pengguna Facebook tersebut.

Posting tersebut lantas tersebar ke Twitter dan menjadi bahan perbincangan. Ada yang langsung ikut-ikutan mengumpat sampai-sampai ‘menyerang’ AirAsia, namun ada pula yang mengkritisi posting tersebut.

Mereka yang mengkritisi posting menjelaskan bahwa Indochina merupakan sebutan untuk suatu wilayah yang sudah umum dipakai, bukan merujuk pada nama negara atau selengekan untuk merendahkan negara tertentu.

Di tengah ramai perbincangan mengenai Indochina di linimasa, AirAsia Indonesia melalui akun Twitter-nya menyampaikan definisi kata tersebut.

“Indochina adalah sebuah nama ciptaan orang Eropa pada abad 19 untuk sebuah area di Asia Tenggara yang budayanya dipengaruhi oleh India & Cina,” demikian cuitan dari akun AirAsia Indonesia.

Masih merujuk pada penjelasan Twitter AirAsia Indonesia, wilayah Indochina itu pernah dijajah Prancis. Wilayah Indochina kini adalah Vietnam, Laos, dan Kamboja.

Tak hanya itu, AirAsia Indonesia juga memberikan penjelasan mengenai di mana seharusnya calon penumpang di KLIA2 dengan tujuan Indonesia meletakkan begasi. Bagasi diletakkan di counter U, bukan counter yang lain. Untuk diketahui, dalam posting Facebook miliknya, si pengguna akun yang mengumpat mengenai Indochina tengah antre di counter V.

“Letakkan bagasimu di konter U, yang khusus untuk destinasi menuju Indonesia untuk terbang pulang dari Bandara KLIA2 di Kuala Lumpur,” demikian cuitan AirAsia Indonesia.

Sekilas tentang Indochina
Merujuk pada sejumlah sumber, Indochina, adalah sebuah kawasan di Asia Tenggara yang posisinya berada di sebelah timur India dan di sebelah selatan negeri China. Dinamakan Indochina karena kawasan ini mempunyai pengaruh budaya peradaban India dan peradaban China.

Kini istilah Indochina digunakan secara mutlak untuk memerikan kawasan Laos, Kemboja, dan Vietnam. Semenanjung Malaysia juga sering dimasukkan dalam wilayah ini, namun wilayah tersebut lebih sering dimasukkan ke Asia Tenggara Maritim. Wilayah Republik Rakyat China selatan juga sering dimasukkan dalam Indochina.
Seorang netizen marah-marah di media sosial saat berada di Bandara KLIA2 Kuala Lumpur. Dia tak mendapati nama Indonesia, yang ada malah Indochina.

Postingannya disambut riuh di media sosial. Ada yang bilang Indonesia sudah dikuasai China atau mau bersatu dengan China.

Jelas kabar ini hoax. Indochina adalah negara-negara di semenanjung Asia Tenggara atau Asia Tenggara daratan. Dulu saat bangsa barat masuk ke Asia Tenggara mereka menamakan Indochina karena negara-negara ini terpengaruh budaya China dan India.

Secara sempit negara yang termasuk Indochina adalah negara jajahan Prancis seperti Kamboja, Laos dan Vietnam. Secara luas mengacu kepada geografis kawasan, Thailand dam Myanmar juga bisa masuk karena masih termasuk daratan Asia Tenggara atau mainland.

Sementara Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura sering disebut kawasan maritim Asia Tenggara sehingga tak digolongkan Indochina. Budaya yang berkembang di sini lebih dominan dipengaruhi Budaya Melayu.

Lalu menanggapi ocehan sang netizen yang marah-marah kenapa tak muncul-muncul, pihak AirAsia pun menjelaskan ada counter khusus untuk check in bagasi bagi para penumpang KLIA2 yang menuju Indonesia. Lokasinya terpisah dengan check in untuk Indochina karena jadwal penerbangan ke Indonesia pun lebih banyak.

Akibat Tak Tahu Beda INDONESIA Dan INDOCHINA, Ujung-ujungnya Bikin Malu

Tadi ada sebuah berita yang cukup heboh mengenai tulisan ‘Indochina’ di layar informasi Bandara Internasional Kuala Lumpur. Media sosial sempat dihebohkan dengan unggahan dari seorang netizen bersama dengan foto di bawah ini.

Di layar tersebut ada tulisan ‘INDODHINA’ bersama dengan negara-negara lain yaitu Brunei, Filipina, Singapura, Selandia Baru (New Zealand) dan Australia. Foto tersebut kemudian diunggah ke Facebook dan dibubuhi tulisan berikut.

Pass mau check in di Bandara KLIA2 Malaysia, pas lihat papan info, ada tulisan INDOCHINA. Saya tunggu mana INDONESIA tapi tetap tak muncul. Jadi di mana letak negara INDOCHINA? Mikir dan sadarlah saudaraku Indonesia

Saya justru mau mengatakan bahwa orang ini yang harus sadar. Bukannya cari tahu sendiri, padahal zaman sekarang sudah canggih, ada perlu apa-apa tinggal tanya pada Google. Hanya dalam beberapa detik saja sudah bisa tahu apa itu Indochina. Ini tidak klarifikasi atau setidaknya bertanya, malah menuliskan komentar yang ujung-ujungnya bikin malu. Seharusnya dia yang sadar telah bikin kekeliruan.

Saya begitu baca Indochina saja langsung teringat dengan pelajaran Geografi sewaktu masih SD. Saya masih ingat belajar tentang negara-negara Asia Tenggara berikut penjelasan, ibukota, mata uang, lagu kebangsaan, bahasa resmi, ekonomi, sosial dan budaya. Indochina adalah sebuah kawasan di Asia Tenggara bekas jajahan Perancis yang terdiri dari Vietnam, Laos dan Kamboja karena berada di Timur India dan Selatan Tiongkok. Makanya namanya jadi Indochina, bukan Indonesia yang berubah nama jadi Indochina. Jadi saran saya adalah belajar dulu, atau minimal tanya dengan baik-baik ketimbang kesal dan bikin malu karena sudah membuat kesalahan fatal.

Sayangnya unggahan ini juga disetujui beberapa komentar. “What’s going on with Indonesia? Sold out. Apa yang terjadi dengan Indonesia? Sudah dijual? Bahkan ada yang dengan pedenya mengatakan Indochina adalah penghinaan terhadap Indonesia. Ada pula yang menyesalkan Indonesia seperti kehilangan wibawa di mata dunia.

Sudah lihat? Betapa mudahnya informasi yang salah mempengaruhi orang-orang sehingga ikut-ikutan salah juga. That’s why hoax always exist. Itulah alasan berita palsu, hoax dan apa pun yang tidak benar mudah menyebar di negara ini. Ini dikarenakan banyak orang malas mencari tahu kebenaran, malas memilah, malas filter apakah yang mereka baca dan dengar itu betul atau tidak. Pokoknya apa yang diterima (dilihat dan didengar) langsung dipercaya begitu saja dan dijadikan sebuah keyakinan. Sungguh berbahaya pola pikir seperti itu.

Dan satu lagi, melihat kata INDOCHINA dan unggahan dari orang tersebut, saya merasa orang ini juga mungkin sudah sering memakan berita mengenai China. Entah berita seperti apa yang dibaca, begitu melihat kata INDOCHINA, tanpa cari tahu, langsung mengatakan itu adalah INDONESIA yang diplesetkan dan diganti. Dari kata-katanya saja, rasanya seperti ingin menyalahkan China. Kesalahan men-judge seperti ini bisa jadi karena kurang info, tidak tahu dan sekalian dibumbui dengan sentimen anti China. Akhir-akhir ini banyak sekali berita dan isu-isu berkaitan dengan China atau Tiongkok, yang tentu saja membangkitkan sentimen tersebut.

Kesalahan fatal ini bukan membuat malu menjadi viral, tapi juga sebagai renungan dan alasan inilah fakta yang terjadi akhir-akhir ini. Informasi yang salah akan tetap memakan korban. Korban yang terkena info salah dan menerimanya sebagai kenyataan akan menjadi terinfeksi dan berusah menginfeksi yang lain.

Alangkah baiknya jika dilakukan semacam filter sebelum komentar apalagi sampai berkoar-koar dan ujung-ujungnya salah. Malunya tidak ketulungan, wajah entah mau taruh di mana.

Seperti yang saya katakan, cari tahu dulu minimal lewat Google untuk memastikan kebenaran. Atau tanyakan pada orang lain jika tidak tahu, jangan asal ceplas-ceplos tanpa data dan pengetahuan. Atau bisa tulis begini, “Saya kok belum pernah dengar INDOCHINA. Bisa tolong jelaskan negara mana itu?” Ini jauh lebih bijak karena pasti ada yang beri tahu lewat komentar. Komentar apalagi disertai emosi tanpa pengetahuan yang benar adalah awal dari seseorang menerima malu. Menerima informasi tanpa menyaring dan mencari kebenaran lalu mempercayai begitu saja adalah salah satu bentuk dari narrow minded.

Untung saja orang ini tidak mencak-mencak dan marah-marah karena protes nama Indonesia diganti Indochina. Bisa-bisa diliput media dan ditertawakan dunia.

Bagaimana menurut Anda?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *