Tujuan LBB Akan Segera Terwujud, Kesadaran Akan Pentingnya Bersatu Sangat Dibutuhkan

oleh -13 views

PADANG,SUMBARTODAY-Dugaan perpecahan lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan menuai aksi protes. Buntut ketidak puasan berbuntut ratusan anak nagari dan masyarakat Lubuk Kilangan Kota Padang melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (1/8/3029).

Massa yang tergabung dalam wadah Lubuk Kilangan Bersatu Bangkit (LBB) melakukan protes agar PT Semen Padang tidak berpihak kepada salah satu kelompok. Aksi tersebut dilakukan dengan menutup pintu saluran air Kanal Sikayan di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan.
“Kami menduga pihak PT Semen Padang berpihak kepada salah satu kelompok. Ini yang menjadi pemicu persoalan. Kami juga melihat ada oknum yang tidak bertanggung-jawab mencari keuntungan dari PT Semen Padang,” kata penanggung jawab aksi Nisfan Jumadil kepada awak media.

Nisfan menegaskan, buntut perpecahan KAN berdampak pada terkendalanya urusan anak kemenakan Nagari Lubuk Kilangan.

“Nagari itu kepunyaan anak-kemanakan dan masyarakat, musyawarah nagari yang tertinggi. kami berharap KAN dapat dijadikan tempat mengadu, kapai tampek batanyo, kapulang tampek babarito.,” ungkapnya.

LBB mengharapkan niniak mamak dalam mengambil keputusan terkait nagari melibatkan seluruh unsur di nagari, seperti ninik mamak ampek jinih dan enam suku. Hal ini tidak sesuai dengan adat minang yang selalu mengedepankan musyawarah.

“Kami sudah surati manajemen PT Semen Padang agar hentikan bantuan kepada KAN sementara waktu. Sebab, ini yang menjadi pemicu terpecahnya KAN,” ulas Nisfan. (Red) dikutip dari Langgam.id

Organisasi pemuda Lubuk Kilangan Bersatu Bangkit (LBB) yang terdiri dari anak nagari dan masyarakat nagari Lubuk Kilangan, melakukan aksi protes di Kampung Sikayan Pondok Bambu RT 01 RW 12, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kamis (1/8).

LBB melakukan aksi protes ke PT Semen Padang dengan cara menutup kanal air di Kampung Sikayan Pondok Bambu RT 01 RW 12, dan memasang beberapa spanduk bertuliskan “Ulayat Nagari Lubuk Kilangan Bukan Milik Segelintir orang “, dalam spanduk yang bertuliskan rangkaian kalimat dengan mencatut nama PT Semen Padang.

Nisfan Jumadil, selaku penanggungjawab aksi sekaligus Perwakilan LBB menjelaskan hal-hal yang memicu terjadinya aksi tersebut

“Kami melakukan aksi ini karena tidak puas terhadap lembaga KAN yang terpecah dua, kami juga menduga pihak PT Semen Padang berpihak kepada salah satu kelompok. Ini yang menjadi pemicu persoalan, kami melihat ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencari keuntungan pribadi,” ujarnya lagi

“Nagari Luki adalah kepunyaan anak kamanakan dan masyarakat Nagari, penghulu itu tempat mengadu bagi kami, kapai tampek batanyo, kapulang tampek babarito, kami berharap keputusan terkait nagari jangan dibuat sendiri, harus melibatkan seluruh unsur di nagari seperti niniak mamak 4 jinih dari 6 suku, harusnya penghulu mengetahui bahwa yang menjadi raja dalam adat minangkabau adalah sepakat kaum”, katanya.

Lebih lanjut ia menyatakan, niat LBB adalah untuk menyatukan ninik mamak dan penghulu kaum di nagari. LBB sengaja memasang spanduk agar PT Semen Padang peduli dengan cara menghentikan bantuan kepada ninik mamak yang tergabung ke dalam KAN sementara waktu.

“Kita akan coba melakukan musyawarah bersama niniak mamak agar kembali bersatu. Jika tidak ada respon kami akan adakan aksi lanjutan, harapan kami, niniak mamak memahami keinginan dan maksud kami,” pungkasnya

Sementara, Sekertaris KAN Lubuk Kilangan, Armansyah Dt Gadang mengatakan, saluran air Kanal Sikayan berdiri ditanah nagari. Masyarakat banyak yang menggunakan air, diantaranya berapa kelurahan di Lubuk Kilangan, termasuk PT Semen Padang, Oleh karena itu, perlu segera diselesaikan secara bijak agar aksi protes ini tidak merugikan banyak pihak.

“Tujuan aksi ini menyatukan ninik mamak, namun pada dasarnya ninik mamak itu sudah bersatu, hanyasaja ada berapa orang ninik mamak yang belum masuk ke kantor KAN karena masih bersekukuh dengan SK LKAAM. bahkan dari rapat kita beberapa waktu lalu menyepakati agar ninik mamak yang berseberangan itu kembali lagi ke KAN,” ungkapnya

“Kami berharap persoalan ini segera selesai. Semen Padang tidak akan ikut campur, persoalan tersebut adalah masalah internal nagari”, ujarnya

(dikutip dari Langgam dan HarianHaluan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *