Bank Nagari Pernah Kalahkan PT Semen Padang, Kini Bank Nagari Semakin Sulit

oleh -26 views

PADANG,SUMBARTODAY-Semasa Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatra Barat yang kini populer dengan sebutan Bank Nagari dipimpin Direktur Utama Samsir Alam.

Laba bersih yang diperoleh pernah mengalahkan laba PT Semen Padang. Bahkan, pihak PTSP mengaku salut dengan perkembangan BPD tersebut.

“Perkembangan BPD ketika itu menimbulkan effek positif luar biasa. Berangkat dari sana, para pejabat perusahaan sering berdiskusi tentang perlunya membesarkan perusahaan-perusahaan yang ada di Sumatra Barat,” kata Dirut Bank Nagari periode 2000-2004, Syamsir Alam, saat ditemui usai Salat Zuhur di masjid dekat rumahnya, Jalan Jhoni Anwar, Padang, Selasa lalu (21/6).

Saat Syamsir Alam menjabat sebagai Dirut BPD, PT Semen Padang kala itu dipimpin Ihdan Nizar. Keduanya sering terlibat diskusi tentang perkembangan perusahaan di Sumatra Barat.

“Modal utama yang saya manfaatkan untuk mengembangkan BPD ketika itu hanyalah kejujuran dan profesional dalam bekerja. Semuanya terangkum dalam pengabdian yang amanah dan menjauhkan kerja dari kepentingan diri, pertemanan, dan kelompok. Seluruh karyawan dipacu bekerja maksimal yang muaranya bagi mereka adalah peningkatan kesejahteraan,” papar Syamsir Alam.

“Jangan menyerah dengan beragam tantangan itu. Sebaliknya, jadikan tantangan itu sebagai cambuk untuk mempercepat perkembangan Bank Nagari,” papar Syamsir Alam.

Dia menambahkan, penyaluran dana untuk pembangunan di Sumatra Barat melalui Bank Nagari perlu dijajaki. Misalnya, perusahaan-perusahaan besar berskala nasional dalam melaksanakan programnya, seperti CSR, maka bisa memanfaatkan Bank Nagari. PT Semen Padang, sebutnya, bisa juga memanfaatkan Bank Nagari dalam membina UMKM-nya.

”Tidak perlu PT Semen berfungsi sebagai bank pula. Kalau berkaitan dengan penyaluran uang, silahkan melalui Bank Nagari,” ulasnya seraya menyebutkan terobosan yang dilakukannya dalam mengembangkan BPD ketika menjabat Dirut dapat sokongan maksimal dari Gubernur. Menurutnya, dialog perlu dilakukan dengan Gubernur dan pihak-pihak lainnya untuk memunculkan ide-ide bernas yang bisa diterapkan.

Di sisi lain, Syamsir Alam menilai perbankan syariah perlu dimaksimalkan. Dengan mayoritas penduduk daerah ini beragama Islam, maka terobosan dana syariah pantas jadi program unggulan.

Dia menilai adanya lembaga binaan pemerintah di Sumbar yang tidak menyimpan uangnya di Bank Nagari Syariah merupakan suatu bentuk ketidakjelian dalam menangkap peluang emas tersebut.

“Bisa saja nanti perbankan syariah bukan unit Bank Nagari berkembang pesat di Sumatra Barat. Sebab, mereka selalu mencari terobosan secara nasional dengan strateginya dirancang di kantor pusat mereka di Jakarta. Untuk itu, kita sangat berharap semua jajaran direksi Bank Nagari berwawasan nasional walau kedudukannya di daerah,” papar Syamsir Alam.

Dia menuturkan, sesuai namanya Bank Nagari, maka sangat pantas seluruh nagari di Minangkabau punya keterkaitan erat dengan keberadaan Bank Nagari. Sebab, masih banyak yang perlu dimotori Bank Nagari dalam mendongkrak beragam usaha bisnis di Sumatra Barat. ( demikian dikutip dari kompasiana)

“Kini Bank Nagari sangat memprihatinkan, keuntungan yang diraup Bank Nagari makin lama makin terkikis.

Salah kebijakan dapat membuat Bank Nagari semakin sulit, hal tersebut jelas akan dirasakan oleh karyawan Bank Nagari sendiri.

Jika Direksi Bank Nagari berani, seharusnya hentikan melindungi pejabat sebelumnya. jika mereka bersalah ya salah, mereka harus bertanggungjawab selanjutnya perbaiki kesalahan tersebut agar lebih baik kedepannya”,pungkas Indrawan Ketua LSM KOAD

Lebih lanjut di katakannya,” kini Bank Nagari kembali memilih Direktur baru, yang tidak memiliki kapasitas seharusnya tidak diloloskan. sebab hanya akan membuat Bank Nagari makin hancur”, katanya mengakhiri. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *