Menhan Minta Kivlan Zein Dibebaskan, Jasanya lebih Banyak daripada Kesalahannya

oleh -23 views

PADANG,SUMBARTODAY-Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu minta persoalan hukum Eks Kepala Staf Kostrad TNI Mayjen (Purn) Kivlan Zen dibebaskan, masalah ini telah memasuki babak baru, saat ini dia tengah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. Dia didiagnosa menderita penyakit komplikasi akibat infeksi paru-paru, “saya prihatin dengan beliau, persoalan hukum silakan berjalan, tapi rasa kemanusian juga harus dipertimbangkan”, ujar Pengamat Militer Wibisono,SH,MH menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta rabu pagi (18/9/2019).

Sementara itu Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyebut dirinya sudah meminta agar Kivlan dibebaskan.

“Saya kan sudah minta dibebaskan dulu. Tapi ini katanya politik. Saya itu nggak mau kalau ada main-main politik. Kalau sebagai purnawirawan, ya saya maunya tidak ditangkap,” kata Ryamizard di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Meski ada kekurangan, Ryamizard menyatakan, Kivlan punya banyak kelebihan. Kivlan, disebut Ryamizard, sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi kepada negara.

“Saya tahu ada kekurangan, ada kelebihan. Kelebihannya banyak. Dia (Kivlan) berpuluh tahun sampai pensiun mengabdi kepada negara ini,” ungkapnya.

Pengamat Militer Wibisono,SH,MHj

“Saya sepakat dengan pernyataan Menhan, Pak KZ banyak Jasanya buat Republik ini, dimasa pensiunpun beliau masih diminta bantuan oleh negara untuk pembebasan sandera di Philipine dan akhirnya misinya berhasil,” terang Wibi.

Sebelumnya, Kivlan Zen akan menjalani perawatan selama 12 hari kerja di RSPAD Gatot Soebroto. Eks Kepala Staf Kostrad TNI itu menderita penyakit komplikasi akibat infeksi paru-paru.

Menurut surat keterangan dari Pusat Kesehatan Angkatan Darat RSPAD Gatot Soebroto, Kivlan didiagnosis menderita sejumlah penyakit. Surat keterangan tersebut diterima wartawan dari kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta, pada Selasa (17/9/2019).

“Yang bersangkutan (Kivlan Zen) saat ini memerlukan perawatan (rawat inap) untuk diagnostik dan terapeutik serta pemeriksaan lanjutan: MRI Kepala Lengkap, Fisioterapi, Konsul Ortopedi di RSPAD Gatot Soebroto karena sakitnya. Proses pemeriksaan dan perawatan kurang lebih 12 hari kerja,” tulis surat keterangan tersebut.

Kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta

Kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta, menyebut kliennya sudah sakit sejak ditahan di Polda Metro Jaya. Namun Kivlan, kata Tonin, tak diizinkan dirawat sehingga penyakitnya semakin parah.

“Dari dulu sakitnya, hanya saja di polisi nggak dituntaskan, di kejaksaan juga begitu, nah di pengadilan, berobatlah, berobat hari Jumat kemarin seharusnya harus rawat inap, jaksa sama polisi ngotot nggak boleh, nah tadi dia sudah nggak bisa lagi, paru-paru sudah infeksi gimana, mungkin kalau paru-paru ini sudah komplikasi,” ujar Tonin saat dihubungi terpisah.

Indrawan Ketua LSM Komunitas Anak Daerah, ” Kivlan Zen adalah aset bangsa, jasanya sangat banyak untuk negara, beliau sangat teguh pendiriannya, jika sekarang ditersangkakan saya yakin beliau adalah penyelamat bangsa demkian kata Indra Ketua LSM KOAD.

kita telah mengetahui bahwa, Kivlan telah menjadi tersangka dari laporan polisi yang dilayangkan oleh Jalaludin.

Laporan itu terdaftar dengan nomor: LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019. Kivlan dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoaks dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan atau Pasal 15 serta terhadap Keamanan Negara atau Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.

Kivlan sendiri sudah menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/9). Dia didakwa Menguasai empat pucuk senajata api dan 117 peluru tajam.

Jaksa Fahtoni mengungkapkan, Kivlan menyerahkan uang Rp 25 juta kepada Tajudin. Uang tersebut sebagai imbalan memata-matai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.(red)

(sumber Jawapost,majalahceo.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *