PUPR Tutup Mata: Proyek Dengan Nilai Rp.14.788.269.000, Dikerjakan Acak-Acakkan

oleh -377 views

AGAM, SUMBARTODAY – Pengerjaan proyek pembangunan Embung Talago Mumbuang di Jorong Babukik, Kenagarian Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, yang dikerjakan oleh PT. Areabangun Putra Sejati dengan pagu dana sebesar Rp.14.788.269.000, Miliar, yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementrian PUPR ini terancam tidak bisa selesai pada tengat waktu yang telah ditentukan dalam kontrak pekerjaan, yakni selesai pada akhir Desember 2019, mendatang.

Mengalami setumpuk persoalan sejak awal, dimulai dari persoalan konsolidasi tanah yang belum tuntas dengan masyarakat setempat, yang berujung disegelnya lokasi proyek oleh masyarakat, hingga pelaksanaannya yang sudah dimulai sejak bulan 14 Juni 2019 lalu itu, juga diduga ada beberapa item pekerjaan terlambat ataupun molor dalam waktu pelaksanaannya, jika mengacu pada rencana bobot rencana.

Selain itu, dugaan pemakaian material bahan yang tidak sesuai dengan speck yang telah ditetapkan seperti dalam kontrak. akhirnya mengancam kelayakan konstruksi embung yang dibangun dengan tujuan untuk membantu masyarakat setempat sebagai tempat penampung air yang akan digunakan untuk mengairi sawah saat musim kemarau dan kekeringan melanda.

Pantauan awak media di lapangan, untuk penggunaan material batu, Kontraktor Pelaksana PT Areabangun Putra Sejati menggunakan material batu bukit lokal yang berada di sekitar areal proyek tersebut. Padahal, penggunaan batu itu tidak direkomendasikan sama sekali, dalam speck pekerjaan. Selain itu, penambangan batu di areal itu disinyalir belum memiliki kelengkapan izin.

Tak hanya itu, proyek yang dibiayai pemerintah dari anggaran SBSN dengan nomor kontrak HK.02.03/BWS.S5- PJSA.WS. IAKR/DSE- 2019/12 dengan Konsultan Supervisi CV Afiza Limko Konsultan, KSO dan PT Yasa Kreasindo Cemerlang yang sudah ditandatangani kontraknya pada 20 Mei 2019 ini, juga menyisakan tanda tanya bagi warga setempat, karena pihak PT Areabangun Putra Sejati selaku pelaksana pekerjaan juga tidak transparan dalam memberikan keterangan kepada elemen masyarakat yang bertanya terkait dengan progres ataupun bobot pekerjaan yang tengah mereka laksanakan.

Konsultan Supervisi CV Afiza Limko Konsultan, KSO dan PT Yasa Kreasindo yang dikonfirmasi awak media ini juga belum menjawab saat ditanyai terkait dengan proses pengawasan setiap tahapan dalam pengerjaan proyek tersebut.

Menurut Afrizal Juned, Ketua Pekat-IB (Pembela Kesatuan Tanah Air- Indonesia bersatu) wilayah Sumatera Barat, saya tidak bisa menerima pengerjaan proyek tersebut, apalagi berlokasi di kampung kami, tuturnya.

Afrizal Juned ketua Pekat-IB mengatakan, “pertama yang saya kritisi adalah cara mengerjakan Proyek tersebut, Proyek sebesar itu seharusnya dikerjakan dengan cara yang profesional. dari mana mereka belajar, alat berat dipakai untuk angkat material, pasir, semen dan batu, akibatnya adalah material bercampur dengan kotoran, sulit memisahkan antara kotoran dengan pasir. akibatnya adalah pasangan batu yang dipasang memakai bahan tersebut tidak akan sempurna, Pasangan batu akan retak”, pungkasnya.

Afrizal yakin bahwa masalah proyek ini akan masuk ke ranah hukum, diduga kuat kerugian negara pasti akan terjadi, bagaimana tidak, ” Waktu pengerjaannya sudah hampir habis, waktu yang tersedia akan berakhir 31 Desember mendatang, sedangkan Progress pekerjaannya masih dibawah standar yang seharusnya. saya yakin pekerjaan tersebut harus dibongkar, atau embung tersebut tidak akan terpakai karena bocor”, kata Afrizal Juned yakin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *