Pihak Proyek Pembangunan Embung Talago Mumbuang Kamang Mudiak, Abaikan Peringatan Ormas Pekat-IB

oleh -197 views

KAMANG MUDIAK,SUMBARTODAY-Pengerjaan proyek pembangunan Embung Talago Mumbuang di Jorong Babukik, Kenagarian Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat terus berlanjut.

PT. Areabangun Putra Sejati seakan tidak mendengarkan jeritan warga, pagu dana sebesar Rp.14.788.269.000 Miliar tidak mampu membuat pekerjaan berjalan dengan baik.

Berakhirnya masa pengerjaan yang tinggal satu bulan kedepan akan menjadikan proyek terancam tidak bisa selesai tepat waktunya.

Setumpuk persoalan sejak awal dimulai terus mengganggu, mulai dari konsolidasi tanah yang belum tuntas, sampai pada penempatan tenaga kerja yang profesional seakan diabaikan pihak proyek.

Pelaksanaannya yang sudah dimulai 14 Juni 2019, diduga ada beberapa item pekerjaan yang terlambatĀ  pelaksanaannya.

Selain itu, dugaan pemakaian material bahan yang tidak sesuai dengan speck yang telah ditetapkan seperti dalam kontrak.

Akhirnya akan mengancam kelayakan konstruksi embung yang dibangun, pada akhirnya tujuan untuk membantu masyarakat menyediakan tempat penampung air saat musim kemarau melanda akan mengalami kegagalan.

Pantauan awak media di lapangan, untuk penggunaan material batu, Kontraktor Pelaksana PT Areabangun Putra Sejati menggunakan material batu bukit dekat lokasi. Padahal, penggunaan batu itu diduga tidak layak pakai, selain itu penambangan batu di areal tersebut disinyalir belum memiliki kelengkapan izin. demikian penjelasan anto anggota masyarakat yang bermukim didekat lokasi

Pada akhirnya Proyek yang dibiayai dari anggaran SBSN dengan nomor kontrak HK.02.03/BWS.S5- PJSA.WS. IAKR/DSE- 2019/12 akan terbuang percuma karena tidak tercapainya tujuan.

“Konsultan Supervisi CV Afiza Limko Konsultan, KSO dan PT Yasa Kreasindo yang dikonfirmasi awak media ini seakan tutup mata atas bobroknya hasil pekerjaan”, hal ini dijelaskan oleh salah seorang anggota Ormas Pekat sebutlah namanya Im

Menurut Afrizal Juned, Ketua Pekat-IB (Pembela Kesatuan Tanah Air- Indonesia bersatu) wilayah Sumatera Barat, Kami telah ingatkan Satker Proyek tersebut, namun seakan mereka tutup mata,” tuturnya.

Lebih lanjut Ketua DPW Pekat-IB mengatakan, “setelah kami kritisi minggu lalu tentang cara mengerjakan Proyek tersebut. Satker berjanji akan segera memberi instruksi ke lapangan prihal kritikan yang di sampaikan anggota Pekat IB.

“Sebagai penanggung jawab anggaran dia sudah WA kan ke kami bahwa kesalahan akan segera di perbaiki”, ujarnya kepada Pekat-IB.

Proyek sebesar itu seharusnya dikerjakan dengan langkah-langkah yang jelas serta profesional. selain cara mengangkat material, pasir, semen dan batu yang tidak lazim dapat dijadikan ukuran penilaian bahwa kontraktor tidak profesional.

Selain material bercampur dengan kotoran, akibat lainnya adalah pasangan batu yang terpasang tidak sempurna, akibatnya pasangan menjadi retak sehingga embung akan bocor “, pungkasnya.

Afrizal mengatakan,” kami menduga kerugian negara sulit dihindari, apalagi waktu pengerjaannya sudah hampir habis, waktu yang tersedia akan berakhir 31 Desember mendatang, sedangkan Progress pekerjaannya masih dibawah standar qualitas yang seharusnya sudah diselesaikan dengan baik.

Ditambahkannya lagi, “dibeberapa bahagian, pekerjaan tersebut harus dibongkar atau embung tersebut tidak akan terpakai karena kebocoran sulit di elakkan”, kata Afrizal geram setelah mendengarkan laporan anggota Pekat IB yang sengaja datang menyerahkan bukti-bukti berupa foto-foto yang diambil dilapangan.(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *