Baznas Harus Hati Hati!!!! Dana Zakat Hanya Untuk 8 Asnaf

oleh -47 views

PADANG,SUMBARTODAY-Ketua Umum Ormas PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usama Hisyam mengakui adanya isu soal penggunaan dana zakat bagi program pembangunan pemerintah. Menurutnya, pemerintah harus mentaati delapan unsur asnaf dalam penggunaan dana zakat.

“Sepanjang dana zakat yang disumberkan Baznas itu penggunaannya sesuai  delapan asnaf  enggak ada masalah. Kalau program pembangunan tidak sesuai itu ya jadi masalah. Harusya tetap dikawal Baznas,” katanya kepada wartawan.

Lebih lanjut, ia menyoroti wacana ini mengemuka sebagai bentuk kepanikan pemerintah menopang APBN. Padahal ia menyarankan sebaiknya Menteri-Menteri ditugasi menciptakan sumber pemasukan baru bagi negara tanpa menggunakan pungutan masyarakat terkecuali pajak.

“Saran saya seharusnya perdayakan Menteri-Menteri bidang ekonomi untuk ciptakan sumber pemasukan negara, bukan berdasarkan pungutan masyakat. Pajak is oke sudah dioptimalkan, dana zakat, infaq, shodaqoh harusnya dikeola badan yang berwenang, kalau langsung dikelola pemerintah bisa bias,” ujarnya.

Ia mengungkapkan akan adanya potensi baru penyelewengan jika penggunaan dana zakat tak dipantau. Jika terjadi korupsi terhadap dana seperti itu, maka ia memandang masyarakat akan enggan memberi dananya ke BAZNAS.

“Bisa jadi persoalan baru, akhirnya masyarakat enggan untuk berinfaq bershadaqoh ke badan yang resmi melihat perilaku politik yang korup. mereka takut memasukan uang ke Baznas, karena bisa tidak sampai ke tujuan,” jelasnya.

Diketahui, delapan asnaf merupakan delapan pihak yang berhak menerima dana zakat. Kedelapan kategori itu adalah orang fakir, miskin, amil, mualaf, riqob (orang yang tidak bebas), Gharimiin (penghutang), Fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah) dan ibnu sabil.

Lebih lanjut diterangkan oleh Yon Ahmad tentang Potensi Dana Zakat di Indonesia, dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Kondisi ini memiliki keuntungan tersendiri bagi proses pembangunan menuju masyarakat muslim sejahtera melalui pemanfaatan zakat.

Zakat merupakan kewajiban mendermakan sebagian harta bagi setiap umat Islam yang mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Zakat memiliki banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat muslim di Indonesia. Zakat mempunyai manfaat sosial dan manfaat ekonomis. Secara sosial, zakat berperan mempererat hubungan persaudaraan antar muslim, menghindarkan diri dari sikap ujub dan takabur, serta melahirkan solidaritas kehidupan bermasyarakat.

Zakat adalah bagian dari syiar agama Islam untuk menarik simpati warga non-muslim agar memeluk agama Islam.

Sedangkan manfaat zakat secara ekonomis adalah memeratakan pendapatan masyarakat, mendukung pembangunan fasilitas dakwah agama Islam, serta membangun kemandirian fakir miskin dan anak yatim. Demikian besar manfaat zakat bagi masyarakat sehingga Al-Quran menyebut kata zakat beriringan dengan perintah menjalankan sholat.

Manfaat zakat bagi pembangunan masyarakat Indonesia dalam bidang sosial dan ekonomi akan sulit tercapai bila tidak ada peran serta amil zakat. Amil zakat adalah lembaga yang menerima dan menyalurkan dana zakat sesuai tuntunan agama Islam. Keberadaan amil zakat akan memeratakan penikmatan dana zakat daripada melakukan pembayaran zakat secara orang per orang.

Pemanfaatan zakat di Indonesia dapat berupa pemenuhan kebutuhan sehari-hari para mustahik maupun sebagai modal bagi pengembangan keterampilan hidup mereka. Bila Anda membayarkan zakat kepada lembaga amil zakat terpercaya, maka pengelolaan dana zakat akan diarahkan kepada usaha pengembangan ekonomi masyarakat fakir miskin sehingga kelak mereka akan menjadi muzakki

Masyarakat Islam Indonesia mengerti dengan aturan-aturan yang temuat dalam Alquran, Masyarakat secara bersama sama seharusnya mengawasi kegiatan BAZNAS terutama yang berada di daerah masing masing, penyalahgunaan dana zakat oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab akan berakibat buruk kepada Pengemplang dana zakat tersebut serta orang-orang yang berada pada posisi penerima zakat tersebut akan dirugikan.

Beredar di WA Group himbauan seperti yang kami kutip dibawah ini

Assalamualaikum,,

1. PCM se-kota Padang,,
2. PCA se-kota Padang

Kami sampaikan kpd,,PCM dan PCA se kota Padang, bahwa baznas bln desember ada 2 agenda besar:

1. Sunat Massal 1500, Anak.Gratis+transport , voucher belanja.23 s/d 29 Des 2019.
2. Yatim ceria 500 anak Non panti. 23-12-2019

Kiranya warga dan tetangga muhammadiyah, jgn sampai ketinggalan,,saya informasikan supaya mendaftarkan diri anaknya, mulai dari skrg,,sebelum kuota penuh, dgn syarat :

1. Foto copi KK
2.Daftar isian lansung ke Kantor Baznas By Pass Sungai Sapih.

Demikianlah,,dpt disebarluaskan bagi yg mempunyai anak.

Terima kasih
Syafriadi Autid.

Indrawan Ketua LSM Komunitas Anak Daerah (KOAD) menanggapi himbauan yang beredar di WA Group atas kegiatan tersebut,

“Saya sangat setuju dengan himbauan tersebut, tapi jika yang dilakukan oleh BAZNAS memiliki agenda lain, sangat kita sayangkan, apalagi bertepatan dengan Pilgub Sumbar. tentu saja hal ini sangat rentan akan kritik dari berbagai elemen di masyarakat sehingga Partai politik yang mendukung penguasa akan terkena inbas kebijakan tersbut. melalui tulisan ini saya mengingatkan BAZNAS kota Padang agar berhati hati. jangan jadikan dana zakat untuk pencitraan. Dana zakat hanya untuk 8 asnaf, jangan main-main”,ungkap Indrawan ketua LSM KOAD.

Dari sumber yang sangat dipercaya, LSM KOAD mendapatkan informasi bahwa kelompok majelis taklim
binaan Baznas kota Padang ada yang menjadi penerima zakat, sedangkan di dalam al-Quran tidak ada dijelaskan secara khusus kebolehan memberikan zakat kepada kelompok majelis taklim, namun Baznas kota Padang mendistribusikan zakat kepada kelompok tersebut. yang menjadi sorotan disini adalah seakan akan dana Baznas dipergunakan bukan kepada penerima yang berhak.

“Saya beri sebuah contoh nyata, saya punya seorang kenalan, hidupnya sangat membutuhkan bantuan, hanya saja karena bukan dari kelompok tim sukses, untuk membuat surat keterangan tidak mampu saja mulai dari kelurahan sudah dipersulit, demikian diungkapkan Indrawan dari LSM KOAD

Dari penjelasan di atas ada beberapa hal yang perlu dicerrnati antara lain: Dilihat dari sah atau tidaknya menurut hukum Islam. Pendisribusian dana zakat tersebut dianggap sah kalau yang menerimanya  tergolong ASNAF DELAPAN. Akan tetapi jika yang menerima dana tersebut tidak termasuk asnaf yang delapan maka itu tidak sah, seperti dalam surat at-Taubah ayat 60 dijelaskan Indrawan kepada redaksi.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *