Pergantian Kapolda Sumbar, Dan Apa Yang Harus Dilakukan.

oleh -38 views

PADANG, SUMBARTODAY – Sejumlah tokoh pemuda Sumatera Barat bereaksi keras atas penggantian Kapolda Sumbar. Bergesernya Irjen Polisi Fakhrizal dari Kapolda Sumbar ke Mabes Polri diduga mengandung unsur politik.

Menurut Donny Magek Piliang beberapa minggu lalu beberapa anggota Komisi III DPR-RI dalam Raker dengan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menyoal Irjen Fakhrizal yang diduga “memanfaatkan” posisi Kapolda Sumbar untuk pencitraan sebagai Calon Gubernur Sumbar.

“Padahal setahu saya Kapolda itu jangankan mencalonkan diri jadi Gubernur, deklarasi saja belum. Jadi penggantian ini kental muatan politik nya,” kata aktivis gerakan mahasiswa 1998 yang juga poltisi Partai Hanura tersebut.

Donny Magek membenarkan penggantian itu memang sepenuhnya hak Mabes Polri. Namun penggantian yang mendadak dan sebelumnya sempat menjadi bahan perbincangan di Komisi III DPR RI sangat kental muatan politiknya.

“Apalagi salah satu anggota Komisi III DPR RI itu juga digadang-gadang sebagai Calon Gubernur Sumbar. Apa ada kaitannya? Silahkan masyarakat menilai,” kata Alumnus Universitas Bung Hatta Padang tersebut.

Jauh sebelum “diserang” di Komisi III DPR RI, Irjen Fakhrizal juga diserang oleh cuitan Twitter Andre Rosiade anggota DPR RI yang juga politikus Partai Gerindra soal baliho Kapolda yang bertebaran di Sumatera Barat.

“Yang dipersoalkan baliho. Padahal baliho itu bikinan relawan dan isinya pun hanya pesan Kamtibmas. Apa yang salah?,” kata Donny Magek Piliang.

Magek mengakui, masyarakat Sumbar memang menginginkan jenderal kelahiran Kamang Kabupaten Agam ini maju dalam Pilgub Sumbar 2020.

“Saya menangkap dukungan masyarakat untuk Pak Fakhrizal sangat kuat. Tapi dengan digesernya Pak Fakhrizal setelah RDP Kapolri dengan Komisi III DPR membuat saya menarik kesimpulan ini politis,” kata Magek.

Menurut Donny Magek, Irjen Fakhrizal adalah jenderal polisi kebanggaan masyarakat Minangkabau di Indonesia. Selama tiga tahun memimpin Sumatera Barat Kamtibmas turun drastis, kasus-kasus besar bisa diungkap dan interaksi Kapolda dengan masyarakat sangat baik.

“Masyarakat sampai memberi beliau gelar Kapolda Ninik Mamak. Ini gelar sangat terhormat. Di daerah Minangkabau Ninik Mamak itu pemimpin adat yang sangat dihormati,” kata Donny Magek Piliang.

Walaupun digeser ke posisi yang tidak jelas di Mabes Polri, Donny Magek yakin Fakhrizal tak akan patah arang.

“Beliau Bhayangkara tulen. Jangankan jadi Kapolda, jadi Wakapolri dan Kapolri pun beliau layak. Apalagi masa dinas beliau masih di atas satu tahun,” kata Magek.

Donny Magek menghormati keputusan Mabes Polri memutasi Irjen Polisi Fakhrizal. “Itu memang sepenuhnya kewenangan Mabes Polri. Kita hormati,” ujar Magek.

Tak berbeda dengan Donny Magek Piliang, tokoh pemuda Sumbar Erick Hariyona dan Zaidina Hamzah pun mengaku kaget dengan pencopotan Irjen Fakhrizal.

“Setelah serangan Andre Rosiade lewat Twitter dan RDP Kapolri dengan Komisi III, saya memperkirakan Kapolda Sumbar akan diganti dan ternyata benar,” kata Erick Hariyona yang juga Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumbar itu.

Menurut Erick pencopotan Kapolda Sumbar ini akan menambah simpati masyarakat Sumbar. Dia berharap penggantian ini jangan membuat Fakhrizal mundur dari calon Gubernur Sumatera Barat 2020.

“Pak Fakhrizal harus maju sebagai calon Gubernur. Sumbar butuh perubahan,” kata Erick yang dikenal sebagai pengusaha media ini.

Namun Erick Hariyona sepenuhnya menghormati keputusan Mabes Polri dalam mutasi pejabat kepolisian. “Itu harus kita hormati. Mutasi itu memang wewenang Mabes Polri,” kata mantan Ketua HIPMI Sumbar itu.

Sementara itu Ketua Laskar Merah Putih Sumbar Zaidina Hamzah mengaku tak kaget Kapolda Sumbar diganti. “Banyak politisi yang kuatir Pak Fakhrizal maju sebagai calon Gubernur Sumbar,” kata Hamzah.

Hamzah mengingatkan agar Irjen Fakhrizal tetap maju sebagai calon Gubernur Sumatera Barat 2020. “Saya dengar beliau maju lewat jalur independen. Ini bagus sekali,” kata Hamzah. (dikutip dari Harian Indonesia.id)

Indrawan ketua LSM KOAD menilai pergantian kapolda Sumbar dari sisi positif, dengan dilakukannya mutasi ke Mabes Polri maka Irjen (Pol) Fakhrizal dihadapkan pada pilihan, Pertama menaggapi mutasi tersebut dengan Bayangkara negara yang patuh terhadap pimpinan dan menerima dengan jiwa besar, tidak melakukan tindakan apapun terkait mutasi tersebut, jalani sampai waktu pendaftaran ke KPU Sumbar. Kedua, mengambil langkah nyata, persiapkan diri secara total dengan memilih menjadi bakal calon gubernur Sumbar, walaupun hal itu adalah sebuah pilihan yang sulit, tetapi harus diambil sesegera mungkin.

“Dengan menempati jabatan yang sekarang, sulit baginya untuk meramu strategi agar bisa memenangkan pemilihan Gubernur Sumbar. Sebagai relawan kami berharap beliau segera menentukan pilihan, dengan demikian para relawan juga tidak perlu ragu lagi untuk bekerja”, ungkap Indrawan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *