Irjen Pol Fakhrizal Di Mutasi Bukan Terima Sangsi

oleh -69 views

PADANG,SUMBARTODAY-Irjen Pol Fakhrizal secara resmi meninggalkan Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar), Rabu (18/12/2019) pukul 14.00 WIB. Prosesi Pedang Pora menjadi pelepas Jenderal bintang dua itu melangkah keluar dari gerbang Mapolda Sumbar.

Dikutip dari  Langgam.id, sembari melangkahkan kaki, Irjen Fakhrizal beserta istrinya Ny. Ade Fakhrizal menyalami seluruh personel di jajaran Polda Sumbar, mulai dari pejabat utama hingga para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sampai di gerbang, ia disambut ratusan warga yang telah menanti.

Irjen Fakhrizal kemudian digendong oleh para kapolres jajaran Polda Sumbar. Begitupun dengan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto. Lambaian tangan kedua sang jenderal ini menyapa para warga yang tak hanya berasal dari Kota Padang, namun juga beberapa daerah lainnya.

“Selamat jalan Pak Fakhrizal, kami tunggu Bapak kembali di Ranah Minang,” sorak beberapa warga, sembari melambaikan tangan dan mengabadikan momen ini dengan kamera ponsel mereka.

Irjen Fakhrizal menurut salah satu warga, dekat dengan banyak kalangan, baik ulama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Sumbar.

Sebelum menyelesaikan jabatan kapolda, Irjen Fakhrizal juga menuntaskan kewajiban Polri kepada tiga keluarga korban kekerasan oknum polisi di masa lalu, yang terjadi sebelum ia menjabat.

Salah seorang warga, Rosi Amril, mengaku sengaja datang dalam acara perpisahan Irjen Fakhrizal. Perempuan 45 tahun itu datang bersama rombongan ibu-ibu lainnya, dari Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Ia berharap, apa yang telah ditinggalkan Irjen Fakhrizal selama menjabat dapat diteruskan oleh Kapolda Sumbar yang baru.

Pada sambutan perpisahannya, Irjen Fakhrizal mengakui, selama tiga tahun menjabat di Sumbar menjadi masa-masa kenangan terindah dan tak terlupakan. Walaupun, katanya, belum begitu banyak memberikan karya yang dipersembahkan kepada masyarakat.

“Dengan segala kerendahan hati, saya sangat menyadari bahwa belum banyak karya yang saya persembahkan kepada masyarakat di Ranah Minang. Akan tetapi saya menyakinkan di bawah Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto dapat lebih meningkatkan kinerja Polda Sumbar,” katanya.

Irjen Fakhrizal juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja sama selama tiga tahun belakangan. Ia pun meminta maaf apabila ada kesalahan selama menjadi pimpinan.

“Mohon maaf apabila selama saya menjabat ada tutur kata dan perilaku yang kurang berkenan. Tentunya saya sebagai manusia tak luput dari kesalahan,” tuturnya.

Jika diamati kejadian demi kejadian, terlihat jelas siapa Fakhrizal, beliau sangat disenangi oleh masyarakat, hingga ditunggu kembali untuk memimpin ranah minang sebagai gubernur Sumatera Barat.

Tidak benar jika Irjen Pol Fakhrizal dicopot dari jabatan Kapolda Sumatera Barat.  yang benar adalah dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama bidang Sabara dan Baharkam Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Posisi Fakhrizal digantikan oleh Irjen Pol Toni Harmanto yang merupakan kawan seangkatan Kapolri Idham Aziz.

“Sebenarnya mutasi adalah bentuk penyegaran bagi anggota Polri,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto.

Walaupun surat tersebut muncul setelah serangan dari Politikus PDI Perjuangan  Masinton Pasaribu di komisi III DPR RI pada Rabu (20/11/2019).

Masinton Pasaribu menuding Fakhrizal telah mendeklarasikan diri untuk maju pada Pemilihan Gubernur Sumatera Barat periode 2020-2025, pada hal sebenarnmya tuduhan tersebut belum terjadi.

“Jika sebahagian masyarakat ada yang berpendapat bahwa fakhrizal dimutasi karena kesalahan, saya rasa itu pendapat yang sangat tidak beralasan”, pungkas Indrawan Ketua LSM KOAD.

“Seorang kapolda menjabat 3 tahun adalah waktu yang cukup panjang, yang paling tepat menurut saya adalah karena kapolri tidak inginkan institusi menjadi pembicaraan dikalangan masyarakat, Fakhrizal sudah santer terdengar akan mencalonkan diri menjadi cagub Sumbar. jika beliau tetap sebagai Kapolda akan terjadi penyalah gunaan kekuasaan. dan itu akan merugikan Fakhrizal sendiri sebagi seorang calon gubernur”, tambah Indrawan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *