Pemko Padang Harus Jeli Pilih Investor Agar Tidak Terjadi Penipuan

oleh -8 views

PADANG, SUMBARTODAY – Anggota DPRD Kota Padang, Miswar Jambak meminta Pemerintah Kota Padang lebih jeli memilih investor. diharapkan Investor yang terpilih benar-benar mempunyai kemampuan modal dalam membangun kawasan Padang Theater, Agar tidak terjadi penipuan seperti yang telah terjadi di Pasar Banda Buek.

Menurut Miswar Jambak, Pemko Padang perlu menata kembali kawasan Padang Theater. Karena masih banyak yang harus dibenahi terutama pada bagian lantai 2-nya. Misalnya ditempatkan untuk berjualan sehingga pedagang tidak bertebaran di jalanan. Dengan dibuatkan blok-blok untuk ruang pedagang.

Disisi lain, Politisi Golkar itu meminta gejolak sekelompok pedagang jangan sampai menghambat investasi. Jika ingin maju tentu perlu memberikan ruang untuk investor. “Pemerintah perlu juga memperhatikan nasib pedagang agar sama-sama saling menguntungkan,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial. Dia menilai sebelum Pemko Padang mendatangkan investor, sebaiknya Pemko membicarakan dulu dengan pedagang.

Karena dapat dipastikan, pedaganglah yang akan merasakan dampaknya dari kesalahan memilih investor tersebut.

Politisi Gerindra itu menegaskan, perlu dilakukan sosialisasikan terlebih dahulu dengan pedagang, jangan asal datangkan saja. “Tanya dulu apakah semua pedagang setuju, atau tidak,” ujarnya.

Pemerintah Kota Padang melakukan kerjasama dengan menggandeng pihak asing untuk berinvestasi mengelola proyek pertokoan Padang Theater seperti Atom Center, Komplek Merlin Pasar raya Barat, Pasar Raya Fase I hingga IV. Adapun negara yang digadang-gadang berinvestasi berasal dari Tiongkok.

Hanya saja hal tersebut tidak berjalan mulus, lantaran mendapat penolakan dari Kesatuan Pedagang Pasar (KPP). Motif utama penolakan itu sebagai upaya untuk melindungi pedagang di Pasar Raya Padang, sebab kebijakan investor China (Tiongkok) dinilai hanya mencari keuntungan semata.

KPP juga menginginkan agar pembangunan pasar bertingkat tersebut dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dengan begitu, pedagang tidak merasa diberatkan. Karena sejatinya yang dibutuhkan pada kawasan pasar bertingkat hanya penataan akses masuk terbuka lebar, sehingga jual beli kembali ramai.

Namun sayang, Pemko tetap menjalankan pembangunan pertokoan Padang Theater.

Faktanya sebagai langkah awal, Pemko bersama investor Cina telah melakukan peninjauan di sejumlah lokasi yang dianggap sudah layak untuk diberdayakan kembali. Alasanya, aset tersebut telah lama tak dijamah dalam keadaan yang sudah tidak produktif.

Bahkan pembangunan pertokoan Padang Theater diyakini Pemko dapat menjadikan kawasan pasar yang nyaman, bersih dan tertata serta berkonsep modern.

Setelah pembangunan rampung, semua Pedagang Kaki Lima (PKL) akan dimasukkan ke dalam. Sehingga tak ada lagi yang bertebaran di jalan.(sumber dikutip dari Covesia)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *