Sikap Tidak Populer Gubernur Dapat Timbulkan Keresahan Masyarakat Sumbar

oleh -4.862 views

PADANG,SUMBARTODAY-Sebanyak 174 turis asal Kunming China tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Minggu pagi pukul 06.36 WIB. Mereka akan berwisata selama lima hari di Sumatera Barat.

Kedatangan rombongan turis asal Cina tersebut disambut Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Sekda Sumbar Alwis dan pemangku kepentingan terkait.

Dilansir dari Antara, tiba di Bandara usai melewati pemeriksaan imigrasi dan suhu tubuh menggunakan thermal scaner, rombongan itu disambut tari pasambahan dan hiburan musik khas Minang talempong di pintu kedatangan internasional.

PT Marawa Coporate yang bekerja sama dengan Cocos Tour selaku biro perjalanan yang mendatangkan wisatawan China ke Sumbar memastikan mereka yang akan berkunjung tidak terjangkit virus corona yang saat ini sedang mewabah di negeri tirai bambu tersebut.

Pimpinan PT Marawa Corporate Darmawi mengatakan seluruh WNA China berangkat dari Bandara Kunming di Provinsi Yunan yang berada di kawasan pegunungan China melalui penerbangan langsung dalam waktu empat jam perjalanan.

Menurut dia, lokasi tersebut jauh dari daerah Wuhan yang berjarak sekitar 19 jam perjalanan dan mereka yang akan berangkat ke Sumbar harus melalui pemeriksaan di Bandara Kunming.

Ia menerangkan hingga saat ini, Bandara Kunming masih membuka penerbangan luar negeri dan artinya lokasi itu tidak terpapar virus corona. Selain itu, pihak otoritas bandara di sana melakukan pemeriksaan kesehatan dengan alat pemindai suhu dan pemeriksaan.

Ia menjelaskan sesampai di Padang, rombongan akan dibawa ke Kota Pariaman untuk menikmati indahnya Pantai Gondoriah. Selain itu juga mengunjungi Sekolah Tinggi Beruk dan Museum Tabuik.

Setelah itu rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Kota Bukittinggi, dan akan singgah di Lembah Anai dan menginap di Bukittinggi. Di kota tersebut akan mengunjungi Ngarai Sianok, Lubang Jepang dan Jam Gadang.

Kemudian bertolak ke Batusangkar mengunjungi Istana Basa Pagaruyung dan akan disuguhkan tari piring dan menonton aksi pacu jawi.

Setelah itu wisatawan melanjutkan perjalanan ke Kota Padang melalui Danau Singkarak serta menikmati keindahan alam danau tersebut. Sesampai di Padang, keesokan harinya mereka bertolak ke kawasan Mandeh, Pulau Cubadak untuk menikmati keindahan bahari.

Selanjutnya pada esoknya mereka akan menggunakan kapal pinisi menuju Pulau Pasumpahan dan Swarnadipa untuk menikmati keindahan laut.

Kemudian pada hari keempat akan berjalan-jalan di Kota Padang mengunjungi kawasan pondok, Masjid Raya Sumbar dan Pantai Air Manis dan pada Jumat (31/1) akan bertolak ke China sekitar pukul 20.00 WIB.

Turis Tiongkok dan Meksiko di Bali Diduga Terjangkit Virus Corona.

Tiga orang turis dari Tiongkok diduga terjangkit virus Corona. Dari ciri-ciri tubuhnya, tiga turis tersebut mengalami gejala seperti orang yang terjangkit virus yang awal mula terdeteksi di Wuhan, China itu.

Untuk penanganan dan deteksi lebih lanjut, ketiganya menjalani pemeriksaan intensif di RSUP Sanglah Denpasar. Mereka menempati ruang khusus atau ruang isolasi.

Terkait informasi itu, Humas RSUP Sanglah Denpasar, Dewa Ketut Kresna membenarkannya. “Ya, seperti sebagaimana diberitakan media,” kata Dewa saat dihubungi wartawan, Jumat (24/1/2020).

Informasi yang dihimpun, ketiga turis yang terjangkit virus Corona itu terdiri dari satu orang dewasa asal Meksiko dan dua anak-anak asal China. Turis asal Meksiko itu telah lama tinggal di China.

Ia kemudian melakukan perjalanan ke beberapa negara sebelum akhirnya ke Indonesia melalui Jakarta. Dari Ibu Kota, ia terbang ke Pulau Bali. Di sini lah ia terdeteksi memiliki gejala seperti terserang virus Corona.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya menjelaskan jika ketiganya telah menjalani pemeriksaan intensif sesuai prosedur yang berlaku. Dari hasil pemeriksaan, satu orang dinyatakan negatif. Hanya saja ia tak menjelaskan secara rinci identitas turis yang dinyatakan negatif tersebut.

Sebab, masih ada sejumlah prosedur lanjutan yang harus dilalui oleh mereka. “Masih menunggu hasil lab hari ini. Satu pasien negatif,” katanya, menjelaskan, prosedur penanganan virus Corona.

Menanggapi Kejadian ini Ketua PEKAT-IB SUMBAR angkat Bicara,” Gubernur sebagai perwakilan Pemerintah pusat di Daerah seharusnya melindungi rakyatnya dari gangguan apapun yang datang dari luar dan dari dalam termasuk penyakit. Gubernur jangan hanya memikirkan sektor wisata. seharusnya kesehatan masyarakat harus menjadi pertimbangan yang utama daripada memikirkan devisa yang akan masuk, kami sebagai Organisasi massa sangat menyesalkan sikap seorang Profesor Dr Irwan Prayitno sebagai Gubernur kepala Daerah Sumbar”,Pungkas ketua Pekat-IB Sumbar

Afrizal Djunit Rajo Bagindo sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu Sangat tidak setuju dan Minta kepada Bpk.Gubernur Sumatera Barat ( Irwan Prayitno ) dalam menyambut tamu-tamu dari RRC yang katanya membawa misi investasi akan tetapi patut di duga juga ada misi – misi lainnya yang tidak di ungkapkan kepada kita atau pemerintah. Menurut kami sikap Pak Irwan Prayitno dalam prosesi peyambutan dan agenda membawa para calon investor berkeliling Sumbar merupakan suatu sikap yang sangat berlebihan dalam menghargai tamu karena Para leluhur Minang tidak pernah mengerjakannya serta tidak rela anak cucu nya seolah-olah menghamba kepada “Orang Kaya”.

ditambahkan Afrizal,” Menurut Saya sikap dan perlakuan para pejabat dan Gubernur Sumatera Barat seperti itu akan menimbulkan interpretasi negatif terhadap integritas & Martabat Bangsa Minang dari para Tamu dari RRC tersebut”, lanjutnya.

“Kami akan menyurati Pak Gubernur agar untuk selanjutnya tidak lagi melakukan hal-hal seperti itu terhadap ” calon investor ” dari negara manapun apalagi dari RRC karena ada issu yg sangat krusial terkait virus Korona”kata Afrizal mengakhiri

(Dikutip dari berita liputan6.com,)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *