Indonesia Butuh Orang Yang Beriman Guna Memperbaiki Situasi Negeri Saat ini

oleh -43 views

PADANG,SUMBARTODAY-Berbohong adalah tindakan yang paling mudah, terasa ringan diucapkan tapi dampaknya luar biasa. Setiap kebohongan akan menuntut kebohongan baru dan akan terus begitu sampai pelakunya bertobat menghentikan kebohongannya. Kebohongan sering disebut sebagai pangkal kejahatan karena pada umumnya kejahatan timbul akibat kebohongan.

Sementara itu, menghentikan kebohongan adalah tindakan sulit karena harus diikuti dengan permintaan maaf kepada semua pihak yang telah menjadi korban kebohongan.

Jika kebohongan telah berakibat kematian seseorang atau bahkan banyak orang, maka kebohongan telah menjelma menjadi kejahatan yang luar biasa.

Jika sudah demikian, kebohongan tak bisa lagi dimaafkan.

Kapan kebohongan menjelma menjadi kejahatan luar biasa? Antara lain bila dilakukan oleh penguasa, biasanya banyak pihak yang terlibat. penguasa memiliki kewenangan memerintahkan semua aparat yang ada di bawahnya, dengan begitu kebohongan yang dilakukanpun akan diikuti oleh aparat di bawahnya.

Kebohongan menjadi beruntun dan sambung menyambung. Akhirnya yang menjadi korban adalah semua rakyat.

Akibat kebohongan penguasa, kemiskinan dan pengangguran tidak akan ditanggulangi karena dianggap tidak ada.

Merebaknya aksi bunuh diri karena frustasi juga akan  dianggap biasa.

Bahkan banyak rakyat mati karena kelaparan pun dianggap biasa.

Semua itu karena pemerintah tak mengakuinya akibat kesalahan pengelolaan negara.

Korupsi juga akan terus menggurita dan menghabiskan uang negara yang seharusnya untuk pelaksanaan pembangunan.

Karena sistem dalam pemerintahan yang penuh kebohongan, korupsi dianggap hal biasa yang harus ditutupi.

Dalam banyak kasus, korupsi malah dikemas dalam bentuk kebijakan politik yang tampak bagaikan suatu tindakan yang harus ditempuh.

Contoh yang paling menonjol adalah kebijakan bailout Bank Century yang sampai saat ini belum ada tindakan penyelesaian yang pasti meskipun DPR telah menetapkannya sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Jiwasraya, Asabri, dan kasus penggelapan dana Bank Mandiri dan BNI.

Kebohongan oleh penguasa, dampaknya sangat destruktif.

Sulit ditanggulangi karena ditutupi dan tak terdeteksi oleh publik.

Kebohongan penguasa banyak kita jumpai dibalik angka-angka statistik. dikemas dengan dalil-dalil akademis.

Contoh yang paling menonjol adalah angka-angka yang menjadi indikator pertumbuhan ekonomi, seperti penurunan kemiskinan, dan berkurangnya pengangguran.

Indikator yang dimunculkan sering tidak sesuai fakta lapangan.

Kebijakan politik yang menyangkut penanggulangan kemiskinan dan pengangguran pun bisa dipastikan akan mandul. karena hanya semata-mata di permukaan, guna menaikkan citra penguasa.

Karena itu, sangat wajar jika penguasa menolak keras pendapat para pemuka agama yang mengatakan pemerintah telah melakukan kebohongan publik. Karena apa yang disampaikan para pemuka agama itu begitu mengena dan bukan tidak mungkin akan memicu kemarahan rayat kepada penguasa.

Jika penguasa punya niat baik dan keinginan kuat untuk memperbaiki kondisi bangsa, maka seyogianya berterima kasih.

Seharusnya pemerintah berikan apresiasi kepada mereka yang telah berhasil membuka tabir kebohongan.

Diakui atau tidak, kebohongan penguasa akan membuat pemerintahan menjadi rapuh, kehilangan legitimasi dan kehilangan kepercayaan dari rakyatnya.

Padahal kepercayaan rakyat merupakan modal utama dalam menjalankan pemerintahan.

Dalam pemerintahan yang menganut sistem demokrasi, tak ada kekuasaan yang bisa diraih tanpa kepercayaan rakyat.

Seseorang dipilih menjadi penguasa karena rakyat percaya.

Bila rakyat sudah tak lagi percaya kepada penguasa, sebaiknya penguasa itu mundur dari jabatannya.

Tak ada gunanya mempertahankan kekuasaan jika sudah tidak lagi dipercaya.

Jika kita telisik hubungan kebohongan dengan kehancuran suatu negara, maka kita bisa lihat uraian dibawah ini, ada lima hal yang abai diperhatikan oleh rakyat yang mendiami negerinya.

Penguasa angkuh menjadi salah satu faktor sebuah negara lebih cepat menuju kebangkrutan dan kehancuran.

Demikian dikatakan Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Rusjdi Ali Muhammad, Rabu (29/10)

Prof Rusjdi Ali Muhammad lebih banyak mengupas isi Al-Qur’an surat Ghafir ayat 36-37, surat Al-A’raf ayat 176 dan beberapa surat lainnya yang mengingatkan kehancuran umat terdahulu dimasa Fir’aun dan kaum Bani Israil.

Dijelaskannya, ada lima penyebab kehancuran suatu negeri menurut Al-Qur’an karena ada lima golongan yang ingkar dan tidak patuh pada perintah Allah.

Pertama, penguasa yang angkuh seperti halnya yang pernah terjadi pada Fir’aun masa Bani Israil dulu. Selain bersikap sombong dan zalim.

Kedua, intelektual atau golongan cendikiawan yang selalu menjilat. Agar diberi jabatan.

“Kaum intelektual yang berada di samping penguasa itu harus selalu bersikap kritis dan selalu mengingatkan penguasa untuk berada di jalan yang benar, tidak seharusnya malah menjadi penjilat agar diberi jabatan,” sebutnya.

Hal ketiga yang membawa kehancuran adalah ulama yang jahat. Sehingga tidak bisa bersikap tegas serta kritis untuk mengingatkan penguasa yang salah.

“Ulama jangan seperti Syekh Bal’am di masa Fir’aun. Jangan diam terhadap penguasa yang zalim.

Ulama jangan tergantung pada pemerintah, ulama harus independen.

Jika ada ulama yang jahat, bagaimana suatu negeri mau maju,” ungkap Prof Rusjdi.

Keempat, pengusaha atau orang kaya yang kikir dan jahat.

Kita bisa baca sejarah Qarun, karena ingkar kepada perintah Allah.

“Disaat miakin Qarun waktu miskin taat kepada Allah, namun setelah kaya justru ingkar kepada Allah,” jelasnya.

Golongan kelima  yang membawa kehancuran suatua negeri, menurut Rusjdi adalah rakyat yang malas, penakut, dan tidak kreatif.

“Rakyat harus mau bekerja keras untuk hal yang baik, mendukung penguasa pada hal yang benar.

Ia juga menegaskan, masyarakat jangan sampai pesimis dalam menjalankan syariat secara kaffah,semuanya harus bersungguh-sungguh melaksanakannya.

“Sikap optimis dan konsisten dalam menjalankan syariat, harus benar-benar dimiliki oleh setiap komponen masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Prof Rusjdi yang juga mantan Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh ini,

Sikap pesimis apalagi sinis dengan syariat justru akan membuat kita semakin jauh dari iman.

“Jangan pesimis dengan syariat ini. Seolah-olah semuanya sudah hancur dan tidak ada lagi orang-orang baik yang hidup di akhir zaman seperti ini.

Padahal di setiap zaman itu sejak dahulu sampai sekarang selalu ada orang baik yang berada dan konsisten di jalan kebenaran dan mereka selalu mendapat pertolongan dari  Allah karena sikap optimisnya.

” jelas mantan Rektor IAIN Ar-Raniry Banda Aceh ini.

Namun, Tuhan juga tak cukup dengan berharap-harap saja tanpa berusaha, ikhtiar dan berdoa.

Hukuman untuk Pembohong, Dicabutnya Kesadaran Dirinya

Sikap yang harus diperjuangkan oleh seorang Muslim adalah menjauhi kata dusta atau bohong.

Hal ini harus dilakukan oleh seluruh umat, terutama ketika mendapat amanah memegang tampuk kepemimpinan.

Sebab beban yang dipikul tidak ringan dan sekali menyimpang, sulit memperbaikinya.

Dalam Islam, bohong bukanlah perkara ringan. Konsekuensi yang sangat jelas dan hukumannya tidak saja di dunia tetapi juga di akhirat.

Kondisi ini semestinya membuat kita harus memilih menjauhi berperilaku bohong.

Sebuah catatan menyebutkan bahwa di dalam Al-Qur’an ada 250 ayat yang membahas tentang dusta.

Sedangkan kata bohong dalam Al-Qur’an terdapat pada 25 ayat. Jika ditotal maka bahasan tentang bohong atau dusta di dalam Al-Qur’an ada 284 ayat.

Hal itu menunjukkan bahwa bohong di dalam Islam sama sekali tidak dibenarkan apapun alasannya.

Dalam Islam seseorang dibimbing untuk tidak banyak berjanji.

Janji akan menjadi hutang dan selama tidak akan terpenuhi, jika kebohongan sudah melekat dalam diri.

Dalam konteks keseharian Rasulullah memberikan panduan bahwa akan sangat baik jika seorang Muslim memilih untuk berdagang, agar tidak banyak bersumpah di dalam bertransaksi.

Bohong Menghilangkan Kesadaran

Hukuman pertama bagi pembohong adalah hilangnya kesadaran diri, karena kebohongan telah menjadi tabiatnya.

Orang yang suka berbohong akan terus melakukan kebohongan, kemudian hidup nikmat didalam kebohongan.

Lambat laun akan kehilangan unsur kesempurnaan sebagai manusia. Ia akan lupa pada dirinya.

Kebohongan adalah sifat yang paling dominan di dalam dirinya. Kadang tanpa rasa malu, dia akan hidup penuh kebohongan. Dan biasanya dia suka meremehkan orang lain, akibat sering berbohongan secara tak sadar akan menolak kebenaran.

Orang yang terbiasa berbohong tidak akan sadar bahwa ia berbohong. Ini yang paling merugikan dirinya.

Dan kerugian seperti apa lagi yang lebih buruk daripada hilangnya kesadaran sebagai manusia, sikap dan perilakunya yang sesungguhnya banyak merugikan, tanpa sadar terus ia lakukan?.

Hal Ini adalah hukuman sangat buruk atas diri seorang manusia pembohong.

Pada akhirnya, orang yang suka berbohong akan membunuh akal fikirannya.

Pada akhirnya ia tidak hidup melainkan hanya akan menjadi beban dalam masyarakat. biang kerusakan, dan sumber dari segala kegaduhan.

Lihatlah hari ini, bagaimana orang-orang yang enggan bahkan terbukti gagal memenuhi janjinya.

Sementara mereka terus ingin mendapatkan kekuasaan, untuk itulah kebohongan demi kebohongan terus dilakukan.

Mungkin kita bertanya mengapa mereka tidak sadar?

Mereka tidak akan pernah sadar, sebab ketidaksadaran itulah yang hidup di dalam jiwa dan pikirannya, ia akan terus berbohong. Hanya mereka sendiri yang dapat menghentikan kebohongan itu,

Bertaubat, dan beriman, berjihad dengan harta dan jiwa adalah keharusan, kemudian mengubah sikap dan perilakunya itu adalah pilihan.

Berikut  kami sebutkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari “Hendaklah kalian selalu berlaku jujur karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga dan apabila seseorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai Pendusta alias pembohong.” (HR. Bukhari).

Dengan demikian dapat kita simpulkan, jika kita mengharapkan kehidupan yang lebih baik, jauhilah kebohongan, kebohongan tidak akan mengantarkan pada kebahagiaan, tapi akan bermuara pada kesengsaraan.

Dari sejarah para penguasa yang selama berkuasa banyak melakukan korupsi, menyakiti rakyatnya dan banyak menindas umat, mereka akhirnya harus berpisah dengan kekuasaan dalam kondisi yang hina lagi mengenaskan.

Sebaliknya mereka yang berlaku jujur, sekalipun harus menghadapi situasi yang sangat buruk, mesti rela mengorbankan harta, jiwa dan raga, pada akhirnya mereka menjadi orang yang berbahagia, tersenyum ridho dan tidak ditemukan kekhawatiran dan ketakutan di dalam kehidupannya.

Itulah buah dari kejujuran yang terus diperjuangkan

Negara kita akhir-akhir ini sangat marak kebohongan,

Memperbaiki IMAN setiap individu, adalah jawaban untuk menjadi lebih baik, dengan beriman akan menjadikan manusia merasa diawasi oleh Tuhan, terhindar dari berbuat jahat.

Iman adalah kebutuhan dasar dari setiap manusia.

Disadari ataupun tidak, Ruh manusia membutuhkan iman dalam dirinya.

Jika iman tidak ada, maka berbagai penyakit akan bersarang dalam diri kita baik lahir maupun batin.

Jika sudah sampai pada tahap bahaya akan sulit untuk diobati. Berikut kami paparkan beberapa manfaat jika kita sudah beriman:

  1. Dapat menambah keyakinan kita kepada Allah SWT, Tuhan semesta Alam. yaitu menyakini keagungan dan kebesaran Allah SWT. Yang telah menciptakan Alam semesta, serta akan tumbuh rasa mensyukuri nikmatnya.
  2. Iman akan menjadi acuan dalam kehidupan sehari-hari supaya taat menjalankan perintah Allah SWT. Dan menjauhi semua larangan nya sehingga hati dan jiwa kita selalu ingat kepada Allah SWT.

Adapun tujuan kita beriman adalah menyempurnakan jalan untuk kembali kepada Tuhan (Allah SWT) ”

Mnfaat jika kita beriman adalah :

“Kita tidak akan berbuat semaunya, karena merasa selalu diawasi oleh Allah.

Selalu berusaha menjadi lebih baik dalam melakukan segala sesuatu.

Dapat menjadi acuan dalam kehidupan sehari-hari supaya taat dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Berikut mari kita amati kutipan dibawah ini, cerita kitab klasik Nashooihul ‘Ibaad ini menggugah rasa keimanan kita.

Jika kita mengaku beriman kepada Allah maka jawaban sahabat Nabi harusnya menjadi rujukan atas indikasi benarnya keimanan kita.

  1. Pertama, bersabar atas semua ujian. tidak pernah menyerah, selalu optimis dalam berusaha dan berikhtiar. Sebagai manusia beriman, siapa pun dia, baik dari golongan orang berpunya maupun yang papa, pejabat atau orang biasa, ulama atau ustaz sekalipun, semuanya pasti akan diuji. (QS al-Baqarah 2: 214). Bukankah orang terpuji karena teruji? Semakin banyak diuji dan ia berhasil dalam semua ujian itu maka pintu meraih keterpujian tinggal menghitung waktu.
  2. Kedua, senantiasa bersyukur atas semua karunia Allah. Amal syukur ini sebenarnya bagian dari kasih sayang Allah karena ditegaskan dalam firman-Nya, “Jika kalian bersyukur, niscaya akan Aku tambah (nikmat-Ku) kepadamu.”(QS Ibrahim 7). Asal yang mendasari adalah iman. Maka, amal syukur yang kita lakukan pasti berbuah manis dalam hidup kita. Sekaligus, pembuktian atas keabsahan iman kita.
  3. Ketiga, ridha dengan setiap ketentuan dan takdir Allah. Keikhlasan dan kerelaan atas setiap peristiwa dan kejadian yang dipergilirkan dalam hidup kita, itu menjadi bukti atas keimanan kita di hadapan-Nya.Karena, bagaimanapun semua kejadian di muka bumi, termasuk pada diri kita, telah ditetapkan jauh sebelum kehidupan ini berlalu dan semua dalam ilmu, pengetahuan dan izin-Nya.

Dari sinilah kita diminta untuk cerdas dalam mengambil hikmah di balik semua takdir-Nya.

Takdir adalah kejadian yang telah terjadi, tidak dapat di ubah, kita tidak boleh menolak takdir.

Semoga kita diberi kesabaran dan kekuatan dalam mengeksplorasi bahasa hikmah di balik takdir. (Red)

(sumber: dikutip dari tribunNews.com, Hidayatullah.com)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *